Foto:Upacara Penerimaan di Mako Satbrimob Polda Kalbar
KALBAR //propamnewstv.id/— Polda Kalimantan Barat menerima tambahan 300 personel Brimob untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui Satgas Aman Nusa II di wilayah hukum Polda Kalbar.
Pengerahan personel tersebut ditandai dengan upacara penerimaan di Mako Satbrimob Polda Kalbar. Tambahan kekuatan itu ditempatkan di sejumlah wilayah yang dinilai memiliki kerawanan karhutla.
Kapolda Kalbar Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar menyampaikan bahwa penguatan personel merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla, khususnya pada musim kemarau.

Berdasarkan keterangan kepolisian, kekuatan Satgas Aman Nusa II di Kalbar sebelumnya mencapai sekitar 2.298 personel. Dengan tambahan 300 personel Brimob, dukungan operasional di lapangan diharapkan semakin optimal.
Delapan wilayah menjadi bagian dari penanganan prioritas, yakni Kabupaten Ketapang, Kubu Raya, Melawi, Sambas, Sanggau, Bengkayang, Mempawah dan Kayong Utara. Kepolisian memberikan perhatian khusus terhadap wilayah Ketapang, Kubu Raya dan Melawi yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran relatif tinggi.

Tambahan personel tersebut berasal dari dukungan Brimob Polda Kalimantan Timur sebanyak 190 personel dan Polda Bali sebanyak 110 personel.
Selain pemadaman, penanganan karhutla dilakukan melalui patroli, deteksi dini, pemetaan sumber air, edukasi kepada masyarakat serta koordinasi dengan unsur TNI, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni dan pihak terkait lainnya.
Kepolisian juga menyatakan akan melakukan pengawasan terhadap aktivitas perusahaan di sekitar lokasi kebakaran. Namun, dugaan keterlibatan pihak tertentu dalam kebakaran tetap harus dibuktikan melalui proses penyelidikan dan penyidikan sesuai ketentuan hukum.
Dalam penanganan karhutla, kepolisian juga menghadapi persoalan ketersediaan sumber air. Karena itu, dilakukan pemetaan sumber air dan opsi pemanfaatan sumur bor, embung maupun parit untuk mendukung kegiatan pemadaman.
Kapolda Kalbar meminta seluruh personel menjalankan tugas secara profesional, mengutamakan keselamatan serta memperkuat koordinasi di lapangan.
Penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api, tetapi juga pencegahan, perlindungan masyarakat, pengawasan aktivitas di wilayah rawan serta penegakan hukum apabila ditemukan adanya pelanggaran.
Tim//red


