Pernyataan Resmi Duta Besar Iran Soroti Serangan Israel dan Apresiasi Sikap Pemerintah Indonesia

- Reporter

Rabu, 4 Maret 2026 - 04:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – //propamnewstv.id/-Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan pernyataan resmi terkait serangan Israel ke Iran pada Minggu 1 Maret 2026, yang menewaskan sejumlah petinggi Iran, termasuk Ayatullah Sayyid Ali Khamene’i. Senin (02/3/2026) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Dalam keterangannya, Boroujerdi menyoroti kebijakan sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat terhadap Iran sejak 2010. Ia menyebut sanksi tersebut sangat berat dan berdampak luas terhadap negaranya.

“Sejak tahun 2010 Amerika memberlakukan berbagai sanksi yang sangat berat terhadap Iran,” ujarnya.

Ia juga menyinggung peristiwa pada 2020, ketika menurutnya Amerika Serikat turun tangan secara langsung dalam pembunuhan seorang jenderal senior Iran. Boroujerdi menyebut tokoh tersebut sebagai figur berpengalaman dan berpengaruh di negaranya.

Lebih lanjut, ia menuding adanya provokasi yang dilakukan terhadap Israel, termasuk insiden penyerangan terhadap kantor konsulat Iran di luar negeri pada 2024. Ia juga menyebut adanya dorongan dan dukungan dari Amerika Serikat dalam berbagai bentuk tekanan, baik militer, ekonomi, maupun terhadap masyarakat sipil.

Menurut Boroujerdi, pada Juni 2025, dengan dukungan Amerika Serikat dan penggunaan persenjataan modern, terjadi penyerangan selama 12 hari yang menewaskan banyak pejabat senior dan panglima di Iran. Ia menyebut serangan tersebut membawa dampak luas, termasuk tekanan ekonomi yang memicu ketidakpuasan di dalam negeri.

“Mereka menciptakan ketidakpuasan ekonomi di negara kami, masyarakat turun ke jalan, kemudian aksi damai itu dimanfaatkan untuk menciptakan korban yang banyak,” katanya.

Boroujerdi menilai Amerika Serikat dan Israel menggunakan isu demokrasi dan hak asasi manusia sebagai alat politik untuk menekan negara lain.

“Mereka ingin mengedepankan dan menyebarluaskan nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia, tetapi hal-hal mulia ini disalahgunakan sebagai alat untuk memberikan tekanan dan menyerang setiap negara,” ujarnya.

Ia juga menyoroti apa yang disebutnya sebagai “perang kedua”, yakni perang narasi. Menurutnya, media-media arus utama yang berafiliasi dengan Amerika Serikat kerap memutarbalikkan fakta di lapangan.

“Perang yang kedua adalah perang narasi. Para pemilik media mainstream yang berafiliasi dengan Amerika Serikat menggantikan tempat hak dengan kebatilan, menggantikan kebenaran dengan kebohongan,” tegasnya.

Boroujerdi mengatakan sebelum konflik bersenjata terjadi, pihaknya telah mengingatkan bahwa perang hanya akan membawa dampak buruk, bukan hanya bagi Iran, tetapi juga bagi kawasan dan ekonomi global.

“Perang membawa dampak ekonomi yang amat luas dan secara langsung akan mempengaruhi ekonomi dunia. Negara-negara lain, termasuk Indonesia, tentu akan menerima dampak ekonomi dari perkembangan yang terjadi di wilayah kami,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan Iran tidak menginginkan perang. Namun, menurutnya, negaranya siap menghadapi segala kemungkinan.

“Kami tidak ingin berperang, tetapi pada saat bersamaan kami sudah siap siaga, lebih kuat dan lebih siap dari perang 12 hari yang pernah kami lewati. Kami siap mematahkan dan memberikan balasan terhadap berbagai fitnah yang mereka lancarkan terhadap negara kami,” ujarnya

Dalam kesempatan itu, Boroujerdi juga menyinggung situasi di Gaza dan Palestina. Ia mempertanyakan sikap negara-negara Barat yang, menurutnya, menunjukkan standar ganda.

“Apabila mereka khawatir terhadap keadaan anak-anak dan kaum wanita, mengapa membiarkan puluhan ribu anak-anak dan wanita di Gaza jatuh menjadi korban?” katanya.

Ia menilai masyarakat Palestina telah melalui proses demokratis dalam memilih pemerintahan mereka, namun tetap menghadapi tekanan dan serangan.

“Ini adalah standar ganda yang sudah tidak diterima lagi,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Boroujerdi menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia atas sikap yang dinilainya berdiri di “sisi yang benar dari sejarah”.

“Saya ingin mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia, para seniman, cendekiawan, mahasiswa, dan berbagai elemen lainnya yang telah berdiri di sisi yang benar dari sejarah dan memberikan kutukan yang tegas terhadap langkah yang terjadi terhadap negara kami,” ucapnya.

Ia juga berharap media di Indonesia dapat terus menyampaikan pemberitaan yang berorientasi pada kebenaran.

“Saya berharap teman-teman media menjadi media yang memberitakan kebenaran, berdiri berdampingan dengan kebenaran, dan menyadari berbagai upaya untuk menggantikan tempat hak dan kebatilan,” tutupnya.

Red

Berita Terkait

Sinergi Pemkab Bandung-BPN, Kang DS Dorong Percepatan Penertiban Tanah Aset Daerah
Wamendagri Bima Arya Apresiasi Kolaborasi Masyarakat Meriahkan Perayaan Cap Go Meh di Kota Bogor
𝗞𝗲𝗿𝘂𝘀𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗟𝗶𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻𝗰𝗮𝗺 𝗞𝘂𝗮𝗻𝘁𝗮𝗻 𝗠𝘂𝗱𝗶𝗸 𝗞𝗮𝗻𝘀𝗶𝗻𝗴 𝗥𝗶𝗮𝘂, 𝗣𝘂𝗹𝘂𝗵𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗹𝗮𝗸𝘂 𝗣𝗘𝗧𝗜 𝗗𝗶𝗱𝘂𝗴𝗮 𝗞𝗲𝗯𝗮𝗹 𝗛𝘂𝗸𝘂𝗺
𝗠𝗲𝗺𝗯𝗮𝘄𝗮 𝗡𝗮𝗺𝗮 𝗛𝗮𝗿𝘂𝗺 𝗞𝘂𝗮𝗻𝘀𝗶𝗻𝗴 𝗥𝗶𝗮𝘂, 𝗞𝗲𝗽𝗮𝗹𝗮 𝗦𝗗𝗜𝗧 𝗔𝗻-𝗡𝗮𝗷𝗶𝘆𝗮𝗵 𝗧𝗲𝗹𝘂𝗸 𝗞𝘂𝗮𝗻𝘁𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗗𝗼’𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗗𝘂𝗸𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝘂𝗵 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗦𝗵𝗮𝗻𝘂𝗺 𝗱𝗶 𝗛𝗮𝗳𝗶𝘇 𝗜𝗻𝗱𝗼𝗻𝗲𝘀𝗶𝗮 𝟮𝟬𝟮𝟲.
Pangdam XII/Tpr: Rindam Adalah Kawah Candradimuka Prajurit Berintegritas
Hadapi Perang Kognitif, 128 Danrem dan Dandim Terima Pembekalan Khusus dari Dankodiklatad
𝗚𝗲𝗿𝗮𝗺 𝗣𝗼𝗿𝘁𝗮𝗹 𝗝𝗲𝗺𝗯𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗗𝗶𝗯𝗼𝗻𝗴𝗸𝗮𝗿 𝗣𝗮𝗸𝘀𝗮 𝗼𝗹𝗲𝗵 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮, 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗞𝘂𝗮𝗻𝘀𝗶𝗻𝗴 𝗔𝗻𝗰𝗮𝗺 𝗕𝗮𝘁𝗮𝗹𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗿𝗼𝘆𝗲𝗸 𝗦𝗲𝗻𝗶𝗹𝗮𝗶 𝗥𝗽𝟵 𝗠𝗶𝗹𝗶𝗮𝗿.
Polres Tabalong Distribusikan MBG Hari Ke-25, Layani 1.994 Penerima Manfaat Sekolah dan Posyandu

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 05:28

Sinergi Pemkab Bandung-BPN, Kang DS Dorong Percepatan Penertiban Tanah Aset Daerah

Rabu, 4 Maret 2026 - 05:21

Wamendagri Bima Arya Apresiasi Kolaborasi Masyarakat Meriahkan Perayaan Cap Go Meh di Kota Bogor

Rabu, 4 Maret 2026 - 04:38

𝗞𝗲𝗿𝘂𝘀𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗟𝗶𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻𝗰𝗮𝗺 𝗞𝘂𝗮𝗻𝘁𝗮𝗻 𝗠𝘂𝗱𝗶𝗸 𝗞𝗮𝗻𝘀𝗶𝗻𝗴 𝗥𝗶𝗮𝘂, 𝗣𝘂𝗹𝘂𝗵𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗹𝗮𝗸𝘂 𝗣𝗘𝗧𝗜 𝗗𝗶𝗱𝘂𝗴𝗮 𝗞𝗲𝗯𝗮𝗹 𝗛𝘂𝗸𝘂𝗺

Rabu, 4 Maret 2026 - 04:33

𝗠𝗲𝗺𝗯𝗮𝘄𝗮 𝗡𝗮𝗺𝗮 𝗛𝗮𝗿𝘂𝗺 𝗞𝘂𝗮𝗻𝘀𝗶𝗻𝗴 𝗥𝗶𝗮𝘂, 𝗞𝗲𝗽𝗮𝗹𝗮 𝗦𝗗𝗜𝗧 𝗔𝗻-𝗡𝗮𝗷𝗶𝘆𝗮𝗵 𝗧𝗲𝗹𝘂𝗸 𝗞𝘂𝗮𝗻𝘁𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗗𝗼’𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗗𝘂𝗸𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝘂𝗵 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗦𝗵𝗮𝗻𝘂𝗺 𝗱𝗶 𝗛𝗮𝗳𝗶𝘇 𝗜𝗻𝗱𝗼𝗻𝗲𝘀𝗶𝗮 𝟮𝟬𝟮𝟲.

Rabu, 4 Maret 2026 - 04:00

Pernyataan Resmi Duta Besar Iran Soroti Serangan Israel dan Apresiasi Sikap Pemerintah Indonesia

Rabu, 4 Maret 2026 - 03:21

Hadapi Perang Kognitif, 128 Danrem dan Dandim Terima Pembekalan Khusus dari Dankodiklatad

Rabu, 4 Maret 2026 - 02:41

𝗚𝗲𝗿𝗮𝗺 𝗣𝗼𝗿𝘁𝗮𝗹 𝗝𝗲𝗺𝗯𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗗𝗶𝗯𝗼𝗻𝗴𝗸𝗮𝗿 𝗣𝗮𝗸𝘀𝗮 𝗼𝗹𝗲𝗵 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮, 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗞𝘂𝗮𝗻𝘀𝗶𝗻𝗴 𝗔𝗻𝗰𝗮𝗺 𝗕𝗮𝘁𝗮𝗹𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗿𝗼𝘆𝗲𝗸 𝗦𝗲𝗻𝗶𝗹𝗮𝗶 𝗥𝗽𝟵 𝗠𝗶𝗹𝗶𝗮𝗿.

Rabu, 4 Maret 2026 - 02:37

Polres Tabalong Distribusikan MBG Hari Ke-25, Layani 1.994 Penerima Manfaat Sekolah dan Posyandu

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x