Perbedaan Versi di Balik Pemeriksaan Pelintas di TPI Entikong

- Reporter

Selasa, 2 Juni 2026 - 03:06

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

  Foto: Pelintas terkait pemeriksaan.

 

KALBAR //propamnewstv.id/ – Perbedaan keterangan muncul terkait pemeriksaan seorang pelintas asal Kabupaten Sambas saat hendak menyeberang ke Malaysia melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Pelintas berinisial Msyd mengaku mengalami pengalaman yang kurang menyenangkan saat menjalani pemeriksaan keimigrasian. Ia menilai dirinya diperlakukan tidak seperti biasanya ketika hendak melakukan perjalanan ke Kuching, Sarawak, Malaysia.

 

Menurut pengakuannya, saat berada di loket pemeriksaan, petugas menanyakan tujuan keberangkatannya. Setelah menjelaskan bahwa dirinya akan mengunjungi keluarga di Kuching, ia mengaku mendapat pertanyaan yang membuatnya terkejut.

 

“Saya menjelaskan bahwa tujuan saya ke Kuching untuk bertemu keluarga. Namun saya kaget ketika petugas justru bertanya mengapa tidak lewat TPI Aruk,” ujar Msyd kepada wartawan.

 

Ia mengaku semakin bingung ketika diminta mundur dari loket pemeriksaan setelah menjawab pertanyaan tersebut.

 

“Saya merasa heran. Apa bedanya masuk ke Malaysia melalui TPI Entikong atau TPI Aruk? Keduanya sama-sama pintu resmi yang diakui negara. Sebagai warga negara yang memiliki dokumen perjalanan lengkap, saya merasa seolah-olah dipersulit dalam menentukan jalur keberangkatan,” katanya.

 

Pernyataan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai alasan di balik tindakan petugas saat proses pemeriksaan berlangsung.

 

Imigrasi: Pemeriksaan Sesuai SOP

 

Menanggapi keluhan tersebut, pihak Imigrasi Entikong memberikan penjelasan berbeda. Menurut petugas supervisi (SPV) yang bertugas saat kejadian, proses pemeriksaan dilakukan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

 

Petugas menjelaskan bahwa saat wawancara singkat di konter pemeriksaan, yang bersangkutan menyampaikan akan kembali bekerja di tempat kerja lamanya di Malaysia.

 

“Dari jawaban tersebut, petugas kemudian meminta dokumen pendukung berupa visa atau permit kerja yang masih berlaku. Namun yang bersangkutan tidak dapat menunjukkan dokumen tersebut. Karena itu petugas meminta yang bersangkutan untuk mundur dari tempat pemeriksaan guna melengkapi persyaratan terlebih dahulu sebelum berangkat,” jelasnya saat dikonfirmasi.

 

Pihak Imigrasi juga membantah adanya pernyataan petugas yang menyarankan pelintas menggunakan jalur TPI Aruk.

 

“Tidak ada petugas kami yang mengatakan ‘kenapa tidak lewat TPI Aruk saja’. Yang dilakukan petugas adalah menjalankan prosedur pemeriksaan berdasarkan keterangan yang disampaikan pelintas saat wawancara,” tegasnya.

 

Pentingnya Komunikasi dalam Pemeriksaan Keimigrasian

 

Perbedaan versi antara pelintas dan pihak Imigrasi menunjukkan adanya perbedaan persepsi terhadap percakapan yang terjadi saat pemeriksaan berlangsung. Situasi semacam ini menjadi perhatian karena TPI Entikong merupakan salah satu pintu gerbang internasional tersibuk di Kalimantan Barat yang melayani ribuan pelintas setiap harinya.

 

Data yang disampaikan Kasubsi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Tikim) Entikong, Dwiki, menunjukkan bahwa pada 30–31 Mei 2026 tercatat sebanyak 1.544 orang melakukan keberangkatan ke Malaysia melalui TPI Entikong, sementara 2.765 orang tercatat masuk ke Indonesia melalui pintu perlintasan tersebut.

 

Di tengah tingginya aktivitas pelintas, komunikasi yang jelas antara petugas dan masyarakat dinilai penting untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman, sekaligus memastikan seluruh proses pemeriksaan berjalan sesuai ketentuan keimigrasian yang berlaku.

 

Tim//red

Berita Terkait

Peringati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026, Ketua Pokdarkamtibmas Bhayangkara Resor Tangsel Ajak Masyarakat Saling Peduli dan Menjaga Persatuan 
Kapolda NTT dan Jajaran Ucapkan Selamat Memperingati Hari Lahir Pancasila 2026
Warung Remang-Remang di Kuliner Cimanuk Digerebek,Petugas Satpol PP, Sound System Disita, Warga Tagih Ketegasa gan Tanpa Kompromi
BEM Institut Banten dan Pemuda Berdampak Ajak Generasi Muda Awasi Implementasi Program MBG
PGRI Kecamatan Patia Ucapkan Selamat Hari Lahir Pancasila 2026, Dorong Pengamalan Nilai-Nilai Kebangsaan
Warga Butun Desa Mungguk Secara Swadaya Perbaiki Jalan Rusak
KETUA PAC PP KLARI ZIARAH KE MAKAM PAHLAWAN PANCAWATI KARAWANG DI HARI PANCASILA
Memperingati Hari Lahir Pancasila , Kantor BPN Tangsel Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Nilai Kemanusiaan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 04:03

Peringati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026, Ketua Pokdarkamtibmas Bhayangkara Resor Tangsel Ajak Masyarakat Saling Peduli dan Menjaga Persatuan 

Selasa, 2 Juni 2026 - 03:52

Kapolda NTT dan Jajaran Ucapkan Selamat Memperingati Hari Lahir Pancasila 2026

Selasa, 2 Juni 2026 - 03:45

Warung Remang-Remang di Kuliner Cimanuk Digerebek,Petugas Satpol PP, Sound System Disita, Warga Tagih Ketegasa gan Tanpa Kompromi

Selasa, 2 Juni 2026 - 03:36

BEM Institut Banten dan Pemuda Berdampak Ajak Generasi Muda Awasi Implementasi Program MBG

Selasa, 2 Juni 2026 - 03:25

PGRI Kecamatan Patia Ucapkan Selamat Hari Lahir Pancasila 2026, Dorong Pengamalan Nilai-Nilai Kebangsaan

Selasa, 2 Juni 2026 - 03:06

Perbedaan Versi di Balik Pemeriksaan Pelintas di TPI Entikong

Senin, 1 Juni 2026 - 14:50

KETUA PAC PP KLARI ZIARAH KE MAKAM PAHLAWAN PANCAWATI KARAWANG DI HARI PANCASILA

Senin, 1 Juni 2026 - 14:43

Memperingati Hari Lahir Pancasila , Kantor BPN Tangsel Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Nilai Kemanusiaan

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x