Jakarta //propamnewstv.id – Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) menggelar perayaan Natal dan Kunci Tahun secara meriah di Balai Samudra, Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (31/1/2026). Kegiatan ini dihadiri berbagai tokoh nasional dan daerah, di antaranya Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, jajaran dewan kehormatan, dewan pembina, serta para pengurus dan anggota KKK dari berbagai wilayah.

Ketua Umum DPP KKK, Angelica Tengker, dalam sambutannya menekankan pentingnya persatuan perantau Kawanua sekaligus kontribusi nyata bagi daerah asal dan tanah perantauan.
Ia menyampaikan harapannya agar komunitas Kawanua mendapat arahan dan masukan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan kalangan profesional pertambangan, untuk mengelola potensi tambang rakyat secara bertanggung jawab.

“Saya ingin bapak presiden berkontribusi memberikan saran-saran pada kami di sana, termasuk mantan Antam Pak Niko yang kami sering berkomunikasi, bagaimana kita mengelola tambang rakyat ini tetap menjaga kelestarian, menjaga lingkungan dan berkontribusi kepada pemerintah daerah maupun masyarakat pada umumnya. Ini sangat penting dan tentunya perjuangan ini tidak gampang,” ujar Angelica.
Dalam kesempatan itu, Angelica juga menyapa dan menghormati para tokoh yang hadir, mulai dari jajaran dewan kehormatan, dewan pengawas, dewan pembina, hingga para ketua perkumpulan Kawanua. Ia menegaskan bahwa momentum Natal menjadi ajang melepas rindu sekaligus mengucap syukur.
“Puji Tuhan hari ini torang boleh bersama-sama merayakan Natal dan kunci tahun kerukunan keluarga. Ini malam yang luar biasa, di mana torang boleh hadir sama-sama bersukacita, melepas rindu dan mengucap syukur atas begitu besar kasih Kristus dalam hidup kita sekalian,” tuturnya.
Angelica menjelaskan, kepengurusan KKK periode 2025–2030 yang dilantik pada Agustus 2025 telah menjalankan sejumlah program strategis. Salah satu yang menonjol adalah penampilan kolosal tari Kabasaran di Istana Negara pada perayaan 80 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurutnya, penampilan tersebut menunjukkan sinergi antara masyarakat Kawanua, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, dan berbagai perkumpulan Kawanua di perantauan.
“Di situ kita menunjukkan satu kekuatan, ada sinergi dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dengan Kerukunan Keluarga Kawanua dan juga perkumpulan-perkumpulan yang ada, tampil secara terhormat di Istana Negara. Ini mengangkat dan melestarikan budaya yang menjadi kebanggaan orang Kawanua,” katanya.
Perayaan tahun ini mengangkat subtema *“Kasih Kristus Sempurna di Dalam Kita untuk Menjaga Akar, Menyatukan Hati, dan Menjadi Cahaya.”* Tema tersebut menegaskan peran KKK sebagai penjaga nilai-nilai luhur Minahasa dan Sulawesi Utara, sekaligus penguat nilai iman dalam keluarga para perantau.
Angelica mengajak seluruh warga Kawanua di perantauan untuk tetap bersatu dan saling menopang.
“Mari torang satu hati, menyatukan hati untuk saling menolong, saling memperhatikan dan juga bagaimana bisa berkontribusi ke Sulawesi Utara dengan menjadi mitra strategis dari pemerintah,” ucapnya.
Ia berharap KKK dapat terus menjadi berkat di mana pun anggotanya berada. “Kawanua di perantauan jadi berkat bagi sesama di tanah perantauan dan bisa menjadi berkat di Sulawesi Utara. Tetap satu hati, satu jalan, satu tujuan,” lanjutnya.
Acara turut dimeriahkan penampilan kesenian khas Sulawesi Utara dan Minahasa, pertunjukan artis-artis Kawanua, serta hiburan dari tokoh-tokoh yang juga merupakan bagian dari keluarga besar Kawanua.
Menutup sambutannya, Angelica menyampaikan doa dan salam persaudaraan lintas iman.
“Kiranya Tuhan senantiasa memberkati torang samua. Selamat menikmati dan syalom, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera dalam kasih Kristus, salam Kawanua,” pungkasnya.








