Banjaran, Kabupaten Bandung, // PropamNewstv – Pemerintah terus memperluas program MBG ke Seluruh Negeri sebagai bentuk dalam usaha strategis untuk penanganan dan peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan anak Indonesia sebagai mana di ketahui bahwa progam ini di gencar di lakukan untuk mengejar prioritas Nasional , dalam mendukung visi nasional yaitu membangun sumber daya daya manusia unggul , menuju Indonesia EMAS 2045 ke depan.
Program yang menjadi produk yang di innisiasi oleh Kepemimpinan era Prabowo ini telah menyasar ke titik target yaitu PAUD, TK, SD, SLTP, dan SMA, juga Ibu Hamil ( BUMIL) dan target nya juataan penerima manfaat di tahun 2026 ini
Pada sistem dan aturan pemerintah mengenai kegiatan MBG ini adalah pengawasan yang ketat agar peristibusian berkualitas dalam pengawasan dan koordinasi dinas pendidikan juga Dinas Kesehatan Daerah, juga membantu peningkatan ekonomi, UMKM khusus nya masyarakat sekitar di mana dapur – dapur MBG di dirikan
Akan tetapi dalam pelaksanaan program MBG ini masih banyak polemik dan sikap Pro dan kontra, atau pun keluhan – keluhan para pedagang kecil hingga tercipta nya ( Cain economy for small communites) .
Saya secara pribadi sangat berterimakasih kepada Presiden Prabowo dengan adanya propam MBG putra – putri saya bisa mendapatkan makan gratis di sekolah nya, ini sedikit mengurangi beban biaya, ” Ujar ( DN) ( 46), pedagang sayuran di Pasar Soreang Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu 14/02/2026
” Sekarang di menjelang bulan Ramadhan, sudah ngk aneh Harga pasti naik, ” Tambah nya lagi
Saya berharap kepada para pengelola MBG belanja lah ke pedagang kecil ,seperti kami ini,di pasar jangan ke Para Bandar ” Ucap ( BB) ( 36) pedagang di pasar Banjaran,
Harga yang makin melambung, akibat pengurangan peristibusian seperti Ayam potong, Telor ayam, sayuran, Minyak goreng dan beberapa merek Beras, buah – buahan ( sejenis Semangka & jeruk), akibat adanya pembelian dengan jumlah besar kepada para Distributor ( Bandar) oleh para penggerak Bisnis MBG, yang pada akhir nya para distributor menaikan harga yang berimbas kepada para pedagang eceran yang berjualan di pasar – pasar tradisional khusus nya yang berada di kabupaten Bandung
Di samping rasa ucapan terimakasih kepada pemerintah, para pedagang pasar tradisional pun meminta kepada para pengelola MBG khusus nya juga pemerintah agar supaya memperhatikan keluhan para pedagang kecil dalam penanganan masalah tersebut, agar tercipta nya pemerataan ekonomi kerakyatan yang adil, berpihak kepada ” Wong cilik ” Tercipta nya ” Improving the economic quality for small cominites ” Di seluruh tanah air
( Eva purnama – Bandung)








