Pasar Cikurubuk Kian Meredup, Lebih dari Separuh Kios Tutup Tergerus Zaman

- Reporter

Sabtu, 17 Januari 2026 - 13:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, // PropamNewstv.id – Pasar Cikurubuk, jantung perdagangan tradisional di Kota Tasikmalaya, kini tengah ngos-ngosan menjaga denyut hidupnya. Lorong-lorong yang dulu padat oleh suara tawar-menawar kini lebih sering sunyi. Banyak pintu kios bergembok, sementara spanduk “dijual” dan “disewakan” berjajar seperti penanda kekalahan perlahan para pedagang.

Kondisi ini sejatinya bukan cerita baru. Namun, grafik keterpurukan pasar terus menukik. Data tahun 2024 mencatat sekitar 30 persen kios di Pasar Cikurubuk telah tutup. Dari total 2.770 kios, sekitar 800 unit tak lagi beroperasi. Fakta itu diakui Kepala UPTD Pasar Resik 1, Deri Herlisana.

“Keluhannya ya sepi. Sekitar 30 persen kios sudah menutup,” kata Deri saat ditemui, Juli 2024 lalu.

Namun dua tahun berselang, kabar dari pasar terbesar di Kota Tasikmalaya itu justru semakin muram. Pada 2026, Deri kembali menyampaikan perkembangan terbaru. Jumlah kios yang tutup melonjak drastis hingga sekitar 1.500 unit.

Artinya, lebih dari separuh kios di Pasar Cikurubuk kini tak lagi bernyawa.

Kondisi tersebut menandakan Cikurubuk bukan sekadar mengalami lesu musiman, melainkan tengah menghadapi krisis struktural. Di balik angka-angka itu, terdapat wajah-wajah pedagang yang bertahan sambil menahan napas panjang.

Salah satunya Budi (41), pedagang di Blok B2. Ia mengaku penurunan omzet sudah dirasakan sejak lama. Pandemi Covid-19 menjadi titik balik, disusul maraknya belanja online yang kian tak terbendung.

“Mulainya terasa sejak pandemi, ditambah penjualan online. Dampaknya besar, jadi lesu,” ujarnya kepada Media Propamnewstv.

Menurut Budi, pedagang pasar tradisional kalah sejak dari hulu. Platform belanja online memungkinkan produsen atau penjual tangan pertama langsung bertemu konsumen. Harga pun jauh lebih murah. Sementara pedagang pasar, sebagai tangan kedua, harus membeli barang dari pemasok terlebih dahulu. Margin keuntungan menipis, sementara ongkos operasional tetap berjalan.

Selisih harga inilah yang membuat kios-kios pasar semakin ditinggalkan. Konsumen memilih yang praktis dan murah, meski tanpa aroma tawar-menawar khas pasar tradisional.

Sebagian pedagang mencoba bertahan dengan menekan keuntungan, sebagian lainnya memilih menutup kios dan menyerah pada keadaan. Lingkaran persoalan pun terbentuk. Semakin banyak kios tutup, pasar semakin sepi. Pasar semakin sepi, pembeli pun makin enggan datang.

Pasar Cikurubuk kini berada di persimpangan nasib. Masih menjadi sandaran hidup ribuan pedagang, namun tertinggal dalam adaptasi. Tanpa intervensi serius dan solusi yang berpihak, Cikurubuk terancam berubah fungsi dari pusat perdagangan menjadi monumen bisu perubahan zaman yang tak ramah bagi pedagang kecil.

Aziz Naga bandung

Berita Terkait

Kejanggalan Pasal Terkuak, PERADI Desak DPR RI Awasi Kasus Perusakan Masjid di Desa Tobat
*Viral Aksi Takbir Tokoh Agama Caringin Tolak Billiard JDEYO, Terungkap Ada Kisah Pilu Lansia yang Rumahnya Rusak*
Sinergi Membangun karakter, Media propam News Tv Jalin kerjasama deng
DPRD Kota Tangerang Selatan Tinjau Dugaan Alih Fungsi Aliran Sungai dan Pelanggaran Zonasi RTRW
Polres Cianjur Jalani Audit Kinerja Tahap I Itwasda Polda Jabar 2026
Kolaborasi BPN dan Kejati Banten, Dorong Penanganan Masalah Pertanahan Lebih Efektif
Andi Mulyati: AJB Organisasi Resmi, Siap Perkuat Sinergi dengan Pemerintah
DKPP Kabupaten Cirebon Gelar Bazar Ikan, Dorong Cegah Stunting dari Meja Makan

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 05:08

Kejanggalan Pasal Terkuak, PERADI Desak DPR RI Awasi Kasus Perusakan Masjid di Desa Tobat

Kamis, 23 April 2026 - 04:53

*Viral Aksi Takbir Tokoh Agama Caringin Tolak Billiard JDEYO, Terungkap Ada Kisah Pilu Lansia yang Rumahnya Rusak*

Kamis, 23 April 2026 - 04:39

Sinergi Membangun karakter, Media propam News Tv Jalin kerjasama deng

Kamis, 23 April 2026 - 04:09

DPRD Kota Tangerang Selatan Tinjau Dugaan Alih Fungsi Aliran Sungai dan Pelanggaran Zonasi RTRW

Kamis, 23 April 2026 - 03:58

Polres Cianjur Jalani Audit Kinerja Tahap I Itwasda Polda Jabar 2026

Kamis, 23 April 2026 - 03:04

Kolaborasi BPN dan Kejati Banten, Dorong Penanganan Masalah Pertanahan Lebih Efektif

Kamis, 23 April 2026 - 02:05

Andi Mulyati: AJB Organisasi Resmi, Siap Perkuat Sinergi dengan Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 - 14:56

DKPP Kabupaten Cirebon Gelar Bazar Ikan, Dorong Cegah Stunting dari Meja Makan

Berita Terbaru

Apel pegelaran kendaraan bermotor

Sinergi Membangun karakter, Media propam News Tv Jalin kerjasama deng

Kamis, 23 Apr 2026 - 04:39

Audit Kinerja Tahap 1

Polres Cianjur Jalani Audit Kinerja Tahap I Itwasda Polda Jabar 2026

Kamis, 23 Apr 2026 - 03:58

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x