Panglima Dayak Tegas: Jangan Adu Domba Suku dan Agama, Tanah Ini Milik Leluhur Kita Bukan Milik Perusahaan. Perusahaan Hanya Menumpang

- Reporter

Rabu, 1 April 2026 - 00:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kalimantan Barat//PropamNeqsTv.od/– Seruan persatuan kembali digaungkan oleh tokoh adat Dayak yang menegaskan pentingnya menjaga keharmonisan antar suku dan agama di tengah masyarakat. Dalam pernyataannya, Panglima SABANG MERAH dan PANGLIMA ASAP mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba memecah belah persatuan dengan isu-isu SARA.

“Jangan ada yang mengadu domba suku dan agama. Kita semua adalah saudara, hidup di tanah yang sama, tanah yang diwariskan oleh leluhur kita,” tegas Panglima SABANG Merah Fetrus
Ia menekankan bahwa keberagaman yang ada di Kalimantan, khususnya di Kalimantan Barat, merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama, bukan justru dijadikan alat untuk kepentingan tertentu. Menurutnya, seluruh masyarakat—tanpa memandang latar belakang suku maupun agama—memiliki hak yang sama untuk hidup damai dan sejahtera.
Lebih lanjut, Panglima Dayak Asap ANDREAS juga menyinggung soal tanah adat yang dinilai memiliki nilai historis dan kultural yang tinggi. PANGLIMA SABANG MERAH FETRUS menegaskan, bahwa tanah tersebut bukan sekadar aset ekonomi, melainkan warisan leluhur yang harus dijaga dan dilestarikan.

“Tanah ini milik leluhur, bukan milik perusahaan sawit atau kepentingan lain yang merugikan masyarakat adat. Kita harus berdiri bersama menjaga hak-hak kita,” ujarnya.

Pernyataan ini sekaligus menjadi pengingat bagi semua pihak, baik masyarakat maupun pemangku kebijakan, agar tetap menghormati nilai-nilai adat serta menjaga kerukunan di tengah keberagaman.

Tokoh masyarakat berharap pesan tersebut dapat menjadi penyejuk di tengah berbagai dinamika yang terjadi, serta memperkuat solidaritas antar warga demi masa depan yang damai dan berkeadilan Kata Panglima Saber Fetrus dan Panglima Asap Andreas yang lantang dan berani demi tegaknya keadilan di muka bumi Indonesia.-(Mr.Eddy Kaperwil Media Propam News TV Kalbar)
Mr edyy

Berita Terkait

Pemeriksaan Adminitrasi Awal Tingkat Pabanrim Polres Tabalong digelar, Panitia Ikutsertakan Pengawas Internal dan Eksternal
Proyek Pemeliharaan Ruang Camat Gunung Kaler Rp117 Juta Dipertanyakan, CV Putra Daerah Dinilai “Seperti Jagoan
Tim Kuasa Hukum Terdakwa Agnes dan Cavel , Ada yang Dipaksakan dalam Perkara Kliennya
Polda Banten Sampaikan Ucapan Hari Kesehatan TNI AU, Perkuat Sinergi dalam Pelayanan Kesehatan
Keluarga Besar PropamNewsTv Riau Berduka atas Gugurnya Prajurit TNI dalam Misi Perdamaian di Lebanon
Saat Lebaran Tembus 208 Ton, Pengelolaan Sampah di Kota Bandung Berangsur Normal
Polres Metro Depok Ungkap Kasus Narkotika dan Musnahkan Barang Bukti 4 Kg Sabu serta 100 Butir Ekstasi
Babinsa Rap Rap Bersama Warga Kejar Target Bangun Jembatan Perintis Garuda

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 01:56

Pemeriksaan Adminitrasi Awal Tingkat Pabanrim Polres Tabalong digelar, Panitia Ikutsertakan Pengawas Internal dan Eksternal

Rabu, 1 April 2026 - 01:50

Proyek Pemeliharaan Ruang Camat Gunung Kaler Rp117 Juta Dipertanyakan, CV Putra Daerah Dinilai “Seperti Jagoan

Rabu, 1 April 2026 - 00:58

Tim Kuasa Hukum Terdakwa Agnes dan Cavel , Ada yang Dipaksakan dalam Perkara Kliennya

Rabu, 1 April 2026 - 00:19

Panglima Dayak Tegas: Jangan Adu Domba Suku dan Agama, Tanah Ini Milik Leluhur Kita Bukan Milik Perusahaan. Perusahaan Hanya Menumpang

Selasa, 31 Maret 2026 - 22:42

Polda Banten Sampaikan Ucapan Hari Kesehatan TNI AU, Perkuat Sinergi dalam Pelayanan Kesehatan

Selasa, 31 Maret 2026 - 16:02

Saat Lebaran Tembus 208 Ton, Pengelolaan Sampah di Kota Bandung Berangsur Normal

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:38

Polres Metro Depok Ungkap Kasus Narkotika dan Musnahkan Barang Bukti 4 Kg Sabu serta 100 Butir Ekstasi

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:31

Babinsa Rap Rap Bersama Warga Kejar Target Bangun Jembatan Perintis Garuda

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x