Ombudsman Kalsel Luncurkan Buku 15/25 dan Buku Literasi Anti Maladministrasi*

- Reporter

Minggu, 6 September 2026 - 10:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KALSEL  //propamnewstv.id/– Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) meluncurkan dua buku, yaitu buku bertajuk “15/25: Catatan Perjalanan Melayani dengan Hati, Ahli, Aksi” dan “Literasi Anti Maladministrasi”. Dalam kesempatan yang sama, Ombudsman Kalsel meluncurkan Aplikasi Monitoring Kerja Sama. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Perwakilan Ombudsman Kalsel, Kamis (3/9/2026).

Peluncuran ini dirangkai untuk memperingati dua momen penting: 15 tahun kehadiran Ombudsman Republik Indonesia (RI) di Kalsel dan 25 tahun kiprah Ombudsman RI di tingkat nasional. Kedua buku ini melengkapi 10 judul publikasi yang telah diterbitkan Ombudsman Kalsel sejak 2021 hingga 2025, termasuk Buku “15/25: Catatan Perjalanan Melayani dengan Hati, Ahli, Aksi” dan buku “Literasi Anti Maladministrasi” yang menjadi terbitan ke-9 dan ke-10. 10 buku dimaksud terdiri dari 6 buku reguler, 3 buku kompilasi dan 1 buku saku inspiratif, sebagai bagian dari upaya mendokumentasikan beragam pengalaman, pemikiran, serta praktik pengawasan pelayanan publik.

Wakil Ketua Ombudsman RI, Rahmadi Indra Tektona, yang hadir pada kegiatan peluncuran menyambut baik dan memberikan apresiasi atas inisiasi aplikasi dan buku yang diterbitkan Ombudsman Kalsel. Harapannya akan meningkatkan budaya literasi di kalangan masyarakat terkait pelayanan publik dan maladministrasi. Juga semakin banyak yang mengetahui keberadaan Ombudsman RI serta memahami fungsi dan tugas yang diembannya. “Kami apresiasi para penulis yang sudah menyumbangkan tulisan dan pemikirannya. Kami meyakini hal ini akan membawa dampak positif dan memberi manfaat buat banyak pihak. Semoga insan Ombudsman lainnya di berbagai perwakilan makin banyak yang aktif menulis dan terdorong membuat buku seperti di Kalsel”, ujar Rahmadi.

Sementara itu, Anggota Ombudsman RI, Abdul Ghoffar, turut senang dan berbangga atas lahirnya karya berupa aplikasi dan dua buku oleh Ombudsman Kalsel. Menurutnya, ini merupakan bentuk inovasi dan dedikasi jajaran Ombudsman Kalsel dalam melaksanakan tugas dan fungsi pengawasan pelayanan publik secara optimal. “Selain kerja-kerja substantif pengawasan, Ombudsman perlu memainkan perannya dalam peningkatan kesadaran dan pemahaman masyarakat maupun instansi pemerintah, salah satunya melalui penerbitan buku sebagai sumber pembelajaran. Jadi bisa berdampak terhadap perbaikan kualitas pelayanan publik”, tekan Ghoffar.

Kepala Perwakilan Ombudsman Kalsel, Hadi Rahman, menjelaskan bahwa buku “15/25: Catatan Perjalanan Melayani dengan Hati, Ahli, Aksi” adalah buku kompilasi setebal 333 halaman yang menghimpun 38 esai dari sembilan sudut pandang, mulai dari pimpinan Ombudsman, kepala daerah, instansi vertikal, insan media, hingga warga pelapor. Sementara buku “Literasi Anti Maladministrasi” merupakan buku reguler yang menyajikan 82 tulisan setebal 381 halaman karya insan Ombudsman RI dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kedua buku ini disiapkan sebagai rujukan praktis bagi siapapun yang peduli pada perbaikan layanan publik, sehingga tidak perlu bingung mencari sumber inspirasi dan referensi. Buku dimaksud juga bentuk aktualisasi diri dan akuntabilitas kinerja yang menjangkau luas dan lama lintas generasi serta dapat menambah perbendaharaan buku pada pojok baca maupun perpustakaan di tingkat daerah dan nasional,” jelas Hadi.

Selain meluncurkan dua buku, Ombudsman Kalsel merilis pula Aplikasi Monitoring Kerja Sama yang dilengkapi dengan Modul Operasional. Aplikasi tersebut diarahkan untuk membantu dokumentasi dan pengelolaan berbagai Nota Kesepahaman (MOU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) secara digital agar bisa terpantau isi, waktu dan tindaklanjutnya. Aplikasi ini menjadi sistem digital ketiga yang dikembangkan Ombudsman Kalsel setelah Aplikasi Monitoring Renja dan Buku Tamu Digital, yang telah berjalan dengan baik sampai dengan sekarang.

 

Tim//red

Berita Terkait

*Dra. Cicah Terima Penghargaan Kepala Sekolah Inspiratif 2026* 
Maulid Nabi Muhammad SAW di Perbatasan, Warga Entikong Rajut Persaudaraan dan Kebersamaan Antarumat
Pembangunan Rehabilitasi Ruang kelas SMP.N 1. Paseh di duga proyek ” SILUMAN ” tanpa papan Proyek. 
Syukur Maulud Sukarni (Dosen UIN Antasari)
*Kapolda Banten Cek Kesiapan Peralatan Ditsamapta Polda Banten*
Peduli Lingkungan, Kodim HST Bersama Lintas Instansi Bersihkan Pasar Barabai
Borneo Jadi Pusat NKRI, ORI Kalsel Rancang Standar Pengupahan Ideal Hadapi Era IKN
Bantu Cari Solusi Karhutla, Siswa Sesko TNI Audiensi dengan Bupati Barito Kuala

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 11:26

*Dra. Cicah Terima Penghargaan Kepala Sekolah Inspiratif 2026* 

Minggu, 6 September 2026 - 11:17

Maulid Nabi Muhammad SAW di Perbatasan, Warga Entikong Rajut Persaudaraan dan Kebersamaan Antarumat

Minggu, 6 September 2026 - 11:08

Pembangunan Rehabilitasi Ruang kelas SMP.N 1. Paseh di duga proyek ” SILUMAN ” tanpa papan Proyek. 

Minggu, 6 September 2026 - 10:57

Syukur Maulud Sukarni (Dosen UIN Antasari)

Minggu, 6 September 2026 - 10:52

*Kapolda Banten Cek Kesiapan Peralatan Ditsamapta Polda Banten*

Minggu, 6 September 2026 - 10:41

Borneo Jadi Pusat NKRI, ORI Kalsel Rancang Standar Pengupahan Ideal Hadapi Era IKN

Minggu, 6 September 2026 - 10:38

Ombudsman Kalsel Luncurkan Buku 15/25 dan Buku Literasi Anti Maladministrasi*

Minggu, 6 September 2026 - 10:34

Bantu Cari Solusi Karhutla, Siswa Sesko TNI Audiensi dengan Bupati Barito Kuala

Berita Terbaru

Berita

Syukur Maulud Sukarni (Dosen UIN Antasari)

Minggu, 6 Sep 2026 - 10:57

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x