Kembalikan Kemurnian Perahu Baganduang, Petasan Dinilai Rusak Warisan Leluhur Kuansing

- Reporter

Jumat, 27 Maret 2026 - 03:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUANSING, RIAU,//PropamNewsTV.id– Suasana sakral tradisi Perahu Baganduang di Kecamatan Kuantan Mudik kini menuai sorotan. Perayaan yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Lubuk Jambi dinilai mulai kehilangan makna akibat maraknya pesta petasan dan kembang api.

Tradisi yang sarat nilai budaya dan silaturahmi itu berubah wajah. Dentuman petasan, kemacetan parah di pagi hari raya, tumpukan sampah, hingga insiden luka menjadi keluhan yang kian sering terdengar dari masyarakat.

Sejumlah tokoh adat dan warga mendesak pemerintah daerah agar segera menertibkan, bahkan menghapus penggunaan petasan dan kembang api dalam perayaan tersebut. Mereka menilai, praktik itu tidak hanya merusak estetika budaya, tetapi juga membahayakan keselamatan serta bertentangan dengan nilai efisiensi dalam ajaran agama.

Fenomena penggunaan petasan berskala besar dalam beberapa tahun terakhir disebut telah menggeser esensi tradisi. Kawasan jembatan yang biasanya menjadi titik utama atraksi budaya kerap lumpuh akibat kerumunan warga yang menyalakan kembang api di badan jalan.

Selain itu, suara petasan modern dianggap menenggelamkan bunyi khas cagak atau bedil bambu—elemen tradisional yang selama ini menjadi ciri khas Perahu Baganduang.

Seorang tokoh masyarakat setempat, Arifin (54), mengungkapkan keprihatinannya.
“Perahu Baganduang itu warisan nenek moyang yang santun dan indah. Sekarang rusak oleh ledakan mercon. Selain berbahaya dan sudah memakan korban, ini juga pemborosan yang tidak perlu. Kami ingin kembali ke tradisi lama yang lebih aman,” ujarnya.

Pihak kepolisian dari Polsek Kuantan Mudik turut mengakui adanya peningkatan risiko keamanan. Laporan terkait gangguan kenyamanan hingga cedera akibat kembang api disebut meningkat, ditambah persoalan sampah yang mencemari lingkungan.

“Kami akan melakukan evaluasi dan berkoordinasi dengan panitia adat agar ke depan penggunaan kembang api bisa ditiadakan,” ujar perwakilan kepolisian.

Sebagai informasi, Perahu Baganduang merupakan tradisi menggabungkan dua hingga tiga sampan panjang yang dihias ornamen warna-warni, melambangkan nilai adat dan hasil bumi masyarakat. Secara historis, tradisi ini menjadi ajang silaturahmi besar masyarakat Kuantan Singingi saat hari raya.

Kini, harapan masyarakat sederhana: mengembalikan kemurnian tradisi. Cukup dengan cagak—bedil bambu yang lebih aman, ramah lingkungan, dan tetap menjaga marwah budaya leluhur.

Red

Berita Terkait

Momen Bersejarah: Teman Lama Kumpul Kembali Setelah 26 Tahun di Saung Love Cikaso, Kuningan
Gelar Selamatan Kontrakan dan Kos‑kosan Baru, Harapkan Penuh Berkah dan Kelancaran Usaha  
PEMKAB KARO BAHAS TIGA DRAFT PERATURAN BUPATI UNTUK PERKUAT TATA KELOLA PARKIR DAN KETERTIBAN LALU LINTAS
Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Demak Gelar Bakti Religi di Tempat Ibadah
Pererat Soliditas , Ditkrimum Polda NTT Gelar Turnamen Mini Soccer 
Alhamdulillah, Lahir Cucu Pertama: Ibu dan Bayi Perempuan Selamat Sehat  
Asep Susanto Sampaikan Terima Kasih kepada Pimpinan Atas Pengertian yang Diberikan
Bukan Sekadar Kejuaraan, Turnamen E-Sport Kapolda Jateng Cup 2026 Suguhkan Cosplay, Meet & Greet, Food Festival hingga Pelayanan Kesehatan Gratis

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 13:50

Pihak “Percetakan Mau” Buka Suara, Klaim Dugaan Penyekapan Tak Ada Unsur Pemerasan 

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:25

Sejumlah 40 Juta Butir Obat Keras Golongan G Gagal Beredar, Polisi Sebut Berpotensi Selamatkan 20 Juta Orang

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:07

Gubernur Kalsel H Muhidin Bantu Pembangunan Mesjid Jami’ Asy Syifa Sungai Andai Banjarmasin 

Sabtu, 27 Juni 2026 - 10:55

Dandim Sragen buka perkemahan KKRI, apa itu KKRI?

Sabtu, 27 Juni 2026 - 08:06

Hari Bhayangkara ke-80, Mantan Bupati Lamteng Dr. Ir. H. Mustafa, MH Sampaikan Apresiasi dan Harapan Besar bagi Polri

Sabtu, 27 Juni 2026 - 07:58

Meriah dan Penuh Tawa ,Polres HST Gelar Jalan Santai dan Olahraga Bersama Sambut Hari Bhayangkara ke – 80

Sabtu, 27 Juni 2026 - 03:46

Pentas Seni dan Paturay Tineung TK IT Madinatul Ilmi Berlangsung Meriah, 38 Siswa Resmi Dilepas

Sabtu, 27 Juni 2026 - 02:44

Pembangunan empat jembatan di HST terus berlanjut, dua Armco dan dua Garuda

Berita Terbaru

Berita

Dandim Sragen buka perkemahan KKRI, apa itu KKRI?

Sabtu, 27 Jun 2026 - 10:55

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x