Kang DS Dukung Inisiatif Konversi Hutan Jadi Taman Hutan Raya untuk Lindungi Alam dan Sumber Daya Air

- Reporter

Minggu, 14 Desember 2025 - 10:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KABUPATEN BANDUNG // propamnewstv.id – Pemerintah Kabupaten Bandung bersama dengan tim terpadu melakukan persiapan untuk penelitian perubahan fungsi kawasan hutan di wilayah Jawa Barat menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Kegiatan ini melibatkan sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Bandung, Purwakarta, Karawang, Bogor, dan Cianjur, serta dihadiri oleh Dirjen Planologi Kehutanan, Kementerian Kehutanan RI dalam sebuah rapat yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, pada Jumat (12/12/2025).

Bupati Bandung, Kang DS menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi untuk mengubah sebagian kawasan hutan menjadi Taman Hutan Raya. Langkah ini merupakan langkah tanggap bencana di Jawa Barat serta antisipasi dalam menghadapi potensi bencana di masa depan.

“Kami sangat mendukung usulan Gubernur untuk menjadikan kawasan hutan menjadi kawasan Taman Hutan Raya. Konsep Tahura ini adalah konsep yang bagus. Contohnya di Dago Pakar, yang merupakan contoh Tahura yang sukses, di mana hutannya terlindungi, tetapi juga memberikan manfaat wisata,” jelas Kang DS.

Selain itu, Kang DS juga menyebutkan beberapa kawasan yang sudah disiapkan untuk konservasi hutan di Kabupaten Bandung, antara lain di Cisanti yang berada di kawasan Gunung Wayang Windu, Kecamatan Kertasari yang merupakan sumber mata air Sungai Citarum.

“Kami sudah menyiapkan lahan di Cisanti, Gunung Wayang Windu yang merupakan titik 0 KM Sungai Citarum sebagai wilayah konservasi sebab di sana ada mata air yang sangat dibutuhkan bagi masyarakat Jawa Barat. Di Ciwidey, kami juga punya lahan konservasi seluas 123 ha yang sudah ada SK-nya, yaitu konservasi hutan Bedas. Selain itu, di Pangalengan dan Kertasari juga ada lahan yang siap untuk konservasi,” tambah Kang DS.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Dodit Ardian Pancapana memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai pentingnya perubahan fungsi kawasan hutan ini untuk menjaga kelestarian alam.

“Perubahan fungsi ini mencakup beberapa kawasan strategis, seperti Gunung Wayang Windu di Kabupaten Bandung, Gunung Sanggabuana yang meliputi Purwakarta, Cianjur, dan Karawang, serta Hutan Cibungur di Purwakarta. Ketiga wilayah ini memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dan berfungsi sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat Jawa Barat,” ujarnya.

Dodit juga mengungkapkan keprihatinan terhadap ancaman yang dihadapi kawasan-kawasan ini, salah satunya di kawasan Gunung Sanggabuana di Purwakarta yang saat ini menghadapi tekanan besar dengan adanya aktivitas pertambangan ilegal. Selain itu, Gunung Sanggabuana juga masih menjadi habitat bagi spesies langka, seperti macan tutul. Sedangkan Hutan Cibungur sangat vital bagi kawasan industri di Purwakarta dan Karawang sebab bisa menjadi oase alam di tengah-tengah kawasan industri.

“Kami memohon dukungan dari Pak Dirjen dan semua pihak terhadap usulan perubahan fungsi hutan ini, agar kita tidak terus menghadapi ancaman bencana di masa depan. Kami berharap upaya konservasi ini dapat terus diakselerasi,” pungkas Dodit.

(Humas Pemkab Bandung – Diskominfo/sy)

Bandung (Aziz)

Berita Terkait

Pilprades 2026 Desa Sukodono Bonang Demak Memanas,di Duga Banyak Penyimpangan dan Team Pilperades Kong Kalikong Dengan Pihak ke Tiga
Jembatan Penghubung Antar Kampung di Mekarsari Nyaris Ambruk, Warga Minta Pemerintah Segera Bertindak
Cegah Kebakaran dari Dapur, Polres Metro Depok Imbau Warga Waspada Penggunaan Gas LPG
Kapolres Cianjur Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-19 Untuk Viking Underground Cianjur
Forum KDKMP Pandeglang Desak DPRD Bentuk Pansus Dugaan Kisruh Anggaran Pelatihan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih 
Polsek Pamulang Lakukan Patroli ke Lapak Hewan Qurban, Berikan Himbauan Antisipasi Pencurian Jelang Idul Adha 2026
Dikritik Soal IPAL dan Andalalin, Perwakilan SPPG Sindanglaya I: “Saya Dulu Wartawan dan Aktivis”
Indonesia–Malaysia masih berjalan normal. Arus keluar masuk pelintas di jalur perbatasan. 

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:56

KEBERSAMAAN PENUH KEHANGATAN: MALAM MINGGU DI WADUK DARMA

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:15

KASUS PEMUKULAN DI KAWASAN CIKASO SELESAI, SITUASI KONDUSIF DAN AMAN  

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:59

BEAUTY RENI SALON: TEMPAT PERAWATAN KECANTIKAN DI JALAN CUT NYAK DIEN KUNINGAN  

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:04

Tipiring Sampah, Dan Logika Terbalik Pelayanan Publik? 

Sabtu, 2 Mei 2026 - 03:33

BEUTY RENI SALON Hadirkan Revolusi Perawatan Rambut Premium untuk Tampilan Percaya Diri Sepanjang Hari.”

Selasa, 28 April 2026 - 03:34

Selamat dan Sukses: Yangto, SH., MH. Pimpin DPD Partai NasDem Pandeglang 2026-2029

Senin, 20 April 2026 - 06:31

Tanpa Kolaborasi, “Bilungka Jua Nang Ramaknya”

Minggu, 19 April 2026 - 04:40

**Judul: Mendesak Regulasi Algoritma, Harris Arthur Hedar: Hukum Harus Hadir di Ruang Siber**

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x