“Kampung Omon, Papua: Hidup Terisolasi di Tengah Janji Kemerdekaan”

- Reporter

Selasa, 6 Januari 2026 - 07:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua //propamnewstv.id – Sudah lebih dari tiga dekade komunitas adat Elseng diminta untuk meninggalkan cara hidup nomaden agar sepenuhnya menetap di sebuah kampung buatan pemerintah. Namun kampung bernama Omon di perbukitan di sisi selatan Kabupaten Jayapura itu hingga kini tak punya fasilitas dasar apapun: tidak ada listrik, tak ada sekolah, tidak ada jaringan telekomunikasi.

Setiap kali warga Elseng di Kampung Omon sakit keras, kerabat harus memikul mereka dengan berjalan melintasi hutan hujan tropis selama setengah hari.

Tak sedikit warga yang sakit akhirnya meninggal sebelum tiba di klinik di kampung lain. Mereka terpaksa dikubur di tengah hutan, di jalur yang sama yang mereka lewati saat berharap mendapat kesembuhan.

“Mungkin kami ini belum merdeka betul,” kata Frans Tabisu, Kepala Kampung Omon.

Kampung Omon berada di Kabupaten Jayapura, salah satu wilayah administratif tertua di Tanah Papua. Sejak masa pemerintahan kolonial Belanda, kawasan ini telah dirancang sebagai pusat pemerintahan—status yang berlanjut setelah Indonesia mengambil alih Papua usai Pepera 1969 yang kontroversial.

Wakil Bupati Jayapura Haris Yocku menyebut Kampung Omon terisolasi dan lokasinya sangat jauh dari pusat Jayapura. Namun dia mengklaim pemerintah akan segera membangun jalan menuju Omon.

Setidaknya sejak 1970, komunitas Elseng tercatat dalam berbagai dokumen riset dan pemerintahan. Eksistensi mereka diketahui dan bahasa mereka pun telah dipelajari.

Dalam berbagai berkas itu, komunitas Elseng disebut sebagai orang Tabu, yang menurut pakar linguistik, Willem Burung, sebuah istilah yang melecehkan karena bermakna “orang-orang terbelakang”.

Kini warga Kampung Omon bertanya, apakah mereka benar-benar bagian dari Indonesia. Jika jawabannya ya, mereka bertanya mengapa hingga saat ini mereka belum mendapat hak-hak dasar yang telah dinikmati masyarakat Indonesia di tempat-tempat lainnya?

(Red) Angga

Berita Terkait

KETUM PWDPI UCAPKAN TERIMA KASIH KPK ATAS RESPON CEPAT, AKSI DPW PWDPI DKI BERBUAH HASIL, INI RINCIAN LENGKAP KASUS IMIGRASI DAN BEA CUKA
Program MBG ( Makan Bergizi Gratis ) , terus Di banahi, Untuk Generasi Anak Bangsa
Audit Bisa Diatur, WTP Bisa Dibeli, Ketum PWDPI : Indonesia Sudah Dalam Darurat Korupsi Yang Menggurita 
Polsek Kelapa Dua Berhasil Memfasilitasi Pengembalian Kendaraan Warga Yang Sempat di Tarik Pihak Debt Collector
GWI Soroti Dugaan Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga kabupaten Pandeglang Sepi Bagaikan Kuburan Tak Ada pelayanan di Jam Kerja
Awak Media Mengaku Dilarang Meliput Kegiatan Kelulusan di SMK 2 LPPM-RI Majalaya, Minta Klarifikasi Pihak Sekolah
Satsamapta Polres Cianjur Intensifkan Patroli Malam, Cegah Gangguan Kamtibmas dan Berikan Rasa Aman kepada Masyarakat
Polda Banten Hadirkan Pengobatan Gratis dan Bantuan Sosial bagi Masyarakat Kampung Sukadana

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 04:37

KETUM PWDPI UCAPKAN TERIMA KASIH KPK ATAS RESPON CEPAT, AKSI DPW PWDPI DKI BERBUAH HASIL, INI RINCIAN LENGKAP KASUS IMIGRASI DAN BEA CUKA

Jumat, 12 Juni 2026 - 04:27

Program MBG ( Makan Bergizi Gratis ) , terus Di banahi, Untuk Generasi Anak Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 - 04:19

Audit Bisa Diatur, WTP Bisa Dibeli, Ketum PWDPI : Indonesia Sudah Dalam Darurat Korupsi Yang Menggurita 

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:56

Polsek Kelapa Dua Berhasil Memfasilitasi Pengembalian Kendaraan Warga Yang Sempat di Tarik Pihak Debt Collector

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:49

GWI Soroti Dugaan Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga kabupaten Pandeglang Sepi Bagaikan Kuburan Tak Ada pelayanan di Jam Kerja

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:20

Satsamapta Polres Cianjur Intensifkan Patroli Malam, Cegah Gangguan Kamtibmas dan Berikan Rasa Aman kepada Masyarakat

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:14

Polda Banten Hadirkan Pengobatan Gratis dan Bantuan Sosial bagi Masyarakat Kampung Sukadana

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:08

Awak Media Mengaku Dilarang Meliput Kegiatan Kelulusan di SMK 2 LPPM-RI Majalaya, Minta Klarifikasi Pihak Sekolah

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x