KUNINGAN,//PropamNewsTv.id/– Di tengah arus zaman yang kerap bising oleh kepentingan, Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Kuningan memilih merawat yang kerap dilupakan: kebersamaan. Hal itu tergambar dalam gelaran Halal Bihalal dan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-76 yang berlangsung di Aula Rumah Dinas Bupati Kuningan, Sabtu (11/4/2026).

Tema “Memperkokoh Ukhuwah, Menguatkan Sinergi agar Kuningan Melesat” bukan sekadar rangkaian kata. Ia hadir sebagai penegas bahwa di balik geliat pembangunan, ada peran-peran sunyi yang terus bekerja—dan perempuan menjadi salah satu denyutnya.

Ruang pertemuan siang itu tak hanya dipenuhi kursi dan tamu undangan, tetapi juga oleh suasana hangat yang jarang dibuat-buat. Tokoh agama, pejabat daerah, hingga elemen masyarakat duduk tanpa sekat yang berarti. Sebuah pemandangan sederhana, namun menyiratkan pesan yang tak sederhana: bahwa persatuan masih punya tempat untuk tumbuh.
Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Kuningan, Dadah Samrotil Fuadah, M.Pd, mengingatkan bahwa harlah bukanlah seremoni yang berhenti di tepuk tangan.

“Ukhuwah dan sinergi bukan hanya untuk diucapkan, tetapi harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Pernyataan itu seolah menjadi penegas bahwa organisasi perempuan tak lagi sekadar pelengkap dalam panggung pembangunan, melainkan bagian yang turut menentukan arah.
Hal itu terlihat dalam sesi dialog interaktif yang mengangkat tema tentang peran perempuan dalam ketahanan ekonomi melalui pemanfaatan lahan pekarangan. Di tengah tantangan ekonomi yang tak selalu ramah, langkah kecil dari halaman rumah justru dipandang sebagai awal dari kemandirian yang lebih besar.
Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, yang turut hadir, menyampaikan apresiasinya terhadap peran aktif Fatayat NU. Menurutnya, kontribusi nyata seperti inilah yang dibutuhkan dalam mendorong kemajuan daerah.
Kegiatan ini juga dihadiri Ketua PCNU Kabupaten Kuningan, Dr. KH. Aminuddin, SH.I., M.A, serta sejumlah tokoh masyarakat dan pejabat daerah lainnya.
Di akhir acara, doa dipanjatkan. Bukan sekadar penutup, melainkan pengingat bahwa setiap langkah besar selalu berawal dari niat yang dijaga bersama.
Barangkali, di tengah hiruk-pikuk pembangunan yang sering diukur dari angka dan capaian, kegiatan ini menyelipkan pesan yang lebih tenang: bahwa kemajuan tak selalu lahir dari yang besar, tetapi dari kebersamaan yang terus dirawat—dan dari peran perempuan yang bekerja tanpa banyak meminta sorotan.
Biro Kuningan
Kabiro I Fikri
Red I PropamNewsTv
Aziz Naga




