Bandung,//PropamNewsTv.id-21 Maret 2026 — Menghadapi potensi lonjakan sampah selama Idulfitri 1447 Hijriah, Kecamatan Cicendo mengandalkan kolaborasi lintas unsur melalui Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah (Gaslah) serta penguatan patroli kewilayahan hingga tingkat RW.

Camat Cicendo, Siti Romlah, memastikan berbagai langkah antisipatif telah disiapkan secara matang. Ia menyebut, pengelolaan sampah di wilayahnya selama ini berjalan optimal berkat sinergi berbagai pihak.
“Alhamdulillah, penanggulangan sampah di Cicendo sudah sangat terkolaborasi. Semua ditangani oleh tim Gaslah. Raihan pengelolaan sudah mencapai 105 persen dan menjangkau seluruh 56 RW,” ujarnya saat diwawancarai di Stasiun Bandung, Jumat (20/3/2026).
Memasuki periode Lebaran, patroli lingkungan diintensifkan melalui sistem piket terpadu yang melibatkan unsur kecamatan, kelurahan, Gober, serta Linmas. Setiap wilayah memiliki titik tanggung jawab yang terstruktur dan terpantau.
“Selama Lebaran, patroli dilakukan secara terjadwal. Semua pihak memiliki tanggung jawab di wilayah binaan masing-masing, khususnya di tingkat RW,” jelasnya.
Pengawasan juga difokuskan pada titik-titik keramaian, termasuk masjid saat pelaksanaan salat Idulfitri. Setiap lokasi telah memiliki mekanisme monitoring guna memastikan kebersihan tetap terjaga.
Di sisi lain, pengelolaan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) turut menjadi perhatian. Dari lima TPS yang ada, saat ini hanya TPS Sukaraja di kawasan Dakota yang masih aktif, sementara lainnya telah beralih ke sistem ritase.
“Dari lima TPS, saat ini hanya Sukaraja di Dakota yang masih aktif. Sisanya sudah menggunakan sistem ritase,” ungkap Siti.
Penjagaan TPS dilakukan secara ketat untuk mencegah pembuangan sampah ilegal dari luar wilayah, mengingat posisi Cicendo yang berbatasan dengan Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat.
“Pengawasan diperketat karena ada potensi sampah dari luar wilayah masuk ke Cicendo,” tambahnya.
Ia memastikan, hingga saat ini tidak ditemukan timbunan sampah liar. Kondisi tersebut merupakan hasil dari patroli aktif yang dilakukan secara berkala oleh petugas di lapangan.
“Alhamdulillah, hampir tidak ada tumpukan sampah. Semua dapat dikendalikan karena patroli berjalan aktif, termasuk peran Linmas yang terus bergerak di lapangan,” tuturnya.
Keberhasilan ini juga didukung kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta UPT terkait dalam memastikan kelancaran sistem ritase di seluruh wilayah.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat terus digencarkan, khususnya dalam pemilahan sampah rumah tangga. Saat ini, tingkat partisipasi warga dalam memilah sampah telah mencapai lebih dari 70 persen.
“Kami terus mendorong masyarakat untuk memilah sampah organik dan anorganik. Saat ini partisipasinya sudah di atas 70 persen,” katanya.
Pengolahan sampah organik pun kini telah banyak dilakukan di tingkat RW, sehingga tidak lagi dibuang ke TPS.
“Sampah organik sudah diolah di lingkungan masing-masing, tidak lagi dikirim ke TPS,” imbuhnya.
Meski terdapat penyesuaian layanan pada hari H Idulfitri, petugas Gaslah tetap disiagakan melalui sistem piket untuk mengantisipasi potensi penumpukan sampah.
“Petugas tetap siaga melalui piket. Setelah hari raya, pelayanan langsung kembali normal. Sampah yang tidak ditangani satu hari saja bisa menjadi masalah,” tegasnya.
Di akhir, Siti mengimbau masyarakat untuk bijak dalam memproduksi sampah selama Lebaran serta menjaga kebersihan lingkungan, termasuk saat pelaksanaan salat Idulfitri.
“Kami mengajak masyarakat untuk mengurangi produksi sampah dan mengelolanya dari rumah. Termasuk saat salat Id, sampah seperti alas atau koran agar dikumpulkan dan dibuang pada tempatnya,” pungkasnya.
Sumber
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung
Red I PropamNewsTv








