Gejala Virus Nipah, Mirip Flu hingga Gangguan Otak Berujung Kematian

- Reporter

Senin, 2 Februari 2026 - 05:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, // PropamNewstv.id – Gejala virus Nipah kerap diawali keluhan ringan yang menyerupai flu. Namun, infeksi ini dapat berkembang cepat, menyerang otak, dan berujung pada kematian bila tidak ditangani sejak dini.

Virus Nipah (Nipah virus/NiV) merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia, serta antarmanusia. Virus ini terutama dibawa oleh kelelawar pemakan buah, tetapi juga dapat ditularkan melalui babi dan beberapa hewan lain.

Penularan terjadi saat seseorang terpapar cairan tubuh hewan atau manusia yang terinfeksi, seperti darah, air liur, urine, dan tinja. Risiko juga meningkat ketika mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi virus.

Mengutip Cleveland Clinic, pada tahap awal infeksi, gejala virus Nipah sering kali tidak khas dan menyerupai flu biasa. Beberapa keluhan yang umum muncul meliputi:

• Demam

• Sakit kepala

• Nyeri otot

• Tubuh terasa sangat lemas

• Batuk

• Sakit tenggorokan

• Muntah dan diare

• Sesak napas

Gejala-gejala tersebut umumnya muncul dalam rentang empat hingga 14 hari setelah paparan virus.

Masalahnya, kondisi pasien dapat memburuk dalam waktu singkat. Gangguan pernapasan bisa semakin berat, disertai pneumonia dan kesulitan bernapas.

Pada fase ini, risiko komplikasi serius meningkat, terutama jika pasien tidak segera mendapatkan penanganan medis.

Ancaman paling berbahaya dari virus Nipah adalah kemampuannya menyerang sistem saraf. Melansir Express UK, otoritas kesehatan menyebut radang otak atau ensefalitis sebagai komplikasi paling mematikan dari infeksi Nipah.

Gejala ensefalitis antara lain:

• Kebingungan atau disorientasi

• Bicara tidak jelas

• Perubahan perilaku

• Kejang

• Kehilangan kesadaran

Badan Keamanan Kesehatan Inggris menjelaskan, gangguan saraf biasanya muncul beberapa hari hingga beberapa minggu setelah gejala awal. Pembengkakan otak akibat ensefalitis dapat mengganggu fungsi vital tubuh dan menjadi penyebab utama kematian pada pasien Nipah.

Virus Nipah dikenal memiliki tingkat kematian yang tinggi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat angka fatalitas infeksi ini berada di kisaran 40 hingga 75 persen, bergantung pada kesiapan layanan kesehatan serta kecepatan penanganan kasus.

Selain berisiko fatal, infeksi Nipah juga dapat meninggalkan dampak jangka panjang. Pasien yang selamat dari radang otak berisiko mengalami kejang berkepanjangan dan perubahan kepribadian.

Dalam beberapa kasus, virus bahkan dapat kembali aktif setelah berbulan-bulan atau bertahun-tahun, memicu radang otak berulang.

Hingga kini, belum tersedia obat maupun vaksin khusus untuk menyembuhkan infeksi virus Nipah. Penanganan yang diberikan bersifat suportif untuk meredakan gejala, antara lain:

• Memperbanyak minum air

• Beristirahat yang cukup

• Mengonsumsi obat penurun demam dan nyeri, seperti ibuprofen

• Menggunakan inhaler bila diperlukan

• Pemberian obat antikejang sesuai kondisi pasien

Dengan gejala awal yang tampak ringan seperti flu, virus Nipah menjadi ancaman yang kerap sulit dikenali. Padahal, infeksi ini dapat berkembang cepat menjadi gangguan otak yang mematikan jika tidak ditangani sejak dini.

(Sumber : CNN)

Berita Terkait

Polres Tabalong Gelar Arus Balik Gratis dan Valet and Ride, Mudik Aman dan Nyaman
Perubahan Misterius Susunan Redaksi, Propam News TV Akan Tempuh Jalur Hukum
𝗗𝘂𝗲𝗹 𝗦𝗲𝗻𝗴𝗶𝘁 𝗱𝗶 𝗞𝗲𝗯𝘂𝗻, 𝗞𝗮𝗽𝗼𝗹𝘀𝗲𝗸 𝗕𝗲𝗻𝗮𝗶 𝗧𝗮𝗸𝗹𝘂𝗸𝗸𝗮𝗻 𝗔𝘆𝗮𝗵 𝗧𝗶𝗿𝗶 𝗣𝗲𝗹𝗮𝗸𝘂 𝗣𝗲𝗺𝗲𝗿𝗸𝗼𝘀𝗮𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗴𝘂𝗻𝗮 𝗦𝗮𝗯𝘂.
Kapolsek Banjarmasin Tengah Terima Kunjungan Silaturahmi Apri Wilianto
Pererat Sinergitas, Polres dan Kodim 0608/Cianjur Gelar Silaturahmi serta Buka Puasa Bersama
Polres Demak Amankan Tiga Remaja Pelaku Pembacokan Saat Tawuran
𝗥𝗮𝘁𝘂𝘀𝗮𝗻 𝗥𝗮𝗸𝗶𝘁 𝗣𝗘𝗧𝗜 𝗞𝗲𝗽𝘂𝗻𝗴 𝗞𝘂𝗮𝗻𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗶𝗹𝗶𝗿 𝗦𝗲𝗯𝗲𝗿𝗮𝗻𝗴, 𝗜𝗻𝗶𝘀𝗶𝗮𝗹 ‘𝗔’ 𝗱𝗮𝗻 ‘𝗥’ 𝗗𝗶𝗱𝘂𝗴𝗮 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗞𝗼𝗼𝗿𝗱𝗶𝗻𝗮𝘁𝗼𝗿 𝗦𝗲𝘁𝗼𝗿𝗮𝗻.
Buka Bersama Penghobi Biliard Rhinos : Merajut Silaturahmi di Atas Meja Hijau

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 14:07

Perkuat Sinergitas, Kapolres Kuansing Gelar Nobar Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis

Sabtu, 28 Maret 2026 - 14:04

𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗦𝗶𝗻𝗲𝗿𝗴𝗶𝘁𝗮𝘀, 𝗞𝗮𝗽𝗼𝗹𝗿𝗲𝘀 𝗞𝘂𝗮𝗻𝘀𝗶𝗻𝗴 𝗚𝗲𝗹𝗮𝗿 𝗡𝗼𝗯𝗮𝗿 𝗧𝗶𝗺𝗻𝗮𝘀 𝗜𝗻𝗱𝗼𝗻𝗲𝘀𝗶𝗮 𝗟𝗮𝘄𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗶𝗻𝘁 𝗞𝗶𝘁𝘁𝘀 𝗮𝗻𝗱 𝗡𝗲𝘃𝗶𝘀.

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:55

Wakapolda Jabar Kunjungi Polres Cianjur , Apresiasi Kinerja Pengamanan Arus Mudik Ops Ketupat Lodaya 2026

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:36

Kunjungan Pangdam XII/Tpr di Jagoi Babang bersama Danrem 121/Abw, “tingkatkan Sinergi di Perbatasan

Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:53

Dukung Modernisasi Pertanian, Babinsa Koramil 1002-08/Labuan Amas Utara Kawal Uji Coba Drone Pemupukan

Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:25

Danrem 121/Abw bersama Pangdam XII/Tpr kunjungi Kodim 1208/Sambas tekankan para “Prajurit harus disiplin

Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:52

Polri Bangun 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau, Tingkatkan Akses hingga Pelosok Desa

Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:39

Situasi Kamtibmas Dijaga, Polres Demak Amankan Beberapa Titik Keramaian Selama Syawalan

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x