Dugaan Oknum Polisi di Karanganyar Demak Terima Atensi dari Penjual Es Moni Terungkap

- Reporter

Kamis, 21 Mei 2026 - 01:40

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

    Foto: Gambar Ilustrasi

 

JATENG //propamnewstv.id/ -Bisnis penjualan minuman keras dengan beberapa bahan racikan yang ramai di kenal dengan sebutan “es moni” di wilayah Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak Jawa Tengah, kembali menjadi sorotan,dalam sebuah percakapan dengan seorang penjual, terungkap dugaan adanya pemberian uang “atensi” kepada oknum aparat agar aktivitas penjualan tetap berjalan aman.

 

Salah satu seorang penjual es moni yang tidak mau disebutkan namanya beliau mengungkapkan bahwa “es moni” merupakan minuman racikan yang dibuat dari campuran arak, ciu, dan minuman energi semua di campur menjadi satu dengan aneka pilihan rasa yang di kehendaki pembeli dan di kemas pada cup plastik

 

“Arak sama ciu itu terus dicampur dengan Kuku Bima atau perasa ,” ujarnya kepada awak media saat ditemui di lokasi penjualannya di wilayah kecamatan Karanganyar, Rabu (20/5/2026).

 

Dalam percakapan tersebut si penjual juga mengaku kalau adanya pemberian uang secara rutin kepada pihak tertentu dari kepolisian sektor setempat,Uang tersebut disebut sebut sebagai bentuk “atensi” agar aktivitas penjualan tetap aman

 

“Dulu waktu bulan pertama diminta Rp100 ribu Setelah berjalan dua bulan jadi naik menjadi Rp200 ribu ” dan berjalan hingga sampai sekarang, “ujarnya.

 

Menurut pengakuannya, pemberian uang tersebut dilakukan setiap bulan dan di berikan kepada oknum di tingkat polsek, Pembayaran tersebut dilakukan di serahkan secara langsung maupun melalui transfer rekening bank.

 

Meski demikian, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah seluruh penjual “es moni” di Karanganyar melakukan hal yang serupa, namun berdasarkan informasi yang ia dengar praktik tersebut kemungkinan juga dialami para penjual lain.

 

“Kalau dengar-dengar kemungkinan semuanya,” ujarnya.

 

Ia menambahkan penjualan “es moni” di Karanganyar tergolong cukup marak dengan mayoritas pembeli berasal dari kalangan remaja hingga orang dewasa. Penjual tersebut mengaku baru berjualan kurang dari satu tahun,menjalankan usaha itu untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

 

“Ya intinya dagang buat cari rezeki atau pemasukan sedikit-sedikit,” katanya.

 

Menanggapi hal itu, Ketua MWCNU Karanganyar sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al-Amin Wonorenggo Karanganyar Achmad Syafiq, menyampaikan bahwa maraknya penjualan “es moni” sebelumnya telah dibahas dalam forum Bahtsul Masail tingkat MWCNU Kecamatan Karanganyar.

 

Menurutnya, forum tersebut menjadi wadah penyampaian keresahan masyarakat terkait peredaran minuman keras yang di sebut “es moni”,Namun hingga kini belum ada langkah resmi maupun sikap tegas dari aparat penegak hukum, yang dilakukan dalam forum selain sebatas imbauan serta nasehat kepada masyarakat dan para orang tua,

 

Achmad Syafiq menilai “es moni” sangat berbahaya bagi generasi muda karena diduga dapat merusak kesehatan, khususnya pada saraf otak.beliau juga menyebut minuman tersebut termasuk sesuatu yang dilarang dalam agama.

 

“Kalau menurut saya memang itu suatu minuman yang termasuk larangan dalam agama, walaupun dikemas dengan cara apa pun dan dalam.bentuk apapun,” ujarnya.

 

Beliau berharap pemerintah dan aparat penegak hukum dapat mengambil langkah tegas terhadap peredaran “es moni”, bukan justru membiarkan atau memanfaatkannya untuk kepentingan tertentu.

 

“Harapan saya pemerintah bisa bertindak tegas karena yang punya kekuasaan kan pemerintah Kalau kami tokoh agama hanya menyampaikan atas keresahan masyarakat supaya ditanggapi,” terangnya.

 

Beliau menambahkan, dampak sosial mulai terlihat di lingkungan masyarakat maupun di sekolah, Menurutnya anak-anak yang terdampak minuman tersebut cenderung menunjukkan perubahan perilaku, termasuk berdampak dari perilaku yang kurang menghormati orang tua dan guru bahkan bisa melawan karena pengaruh dari minuman tersebut

 

Di sisi lain, Achmad Syafiq mempertanyakan pengawasan aparat terhadap maraknya penjualan “es moni” di Karanganyar,beliau menilai penanganan persoalan tersebut harus dilakukan secara serius

 

Tim//red

Berita Terkait

Polres Demak Dorong Literasi Digital Pelajar Lewat Kompetisi Konten AI
PERESMIAN KANTOR LLI & HAM BEBAY LAMPUNG: 200 ORMAS DIPERTANYAKAN, KEKAYAAN SDA HARUS KEMBALI UNTUK WARGA
*Kapolri: Jembatan Merah Putih Presisi Wujud Sinergi TNI-Polri Dukung Pembangunan dan Konektivitas Masyarakat*
Kasdim 1206/Putussibau Hadiri Apel Kesiapan Penanganan Karhutla di Mapolres Kapuas Hulu
DAD Kecamatan Entikong Undang dan Siapkan Audiensi dengan Ketua Komisi II DPR RI, Sampaikan Aspirasi Masyarakat Perbatasan
TAK SEKADAR EDUKASI, KKL-PPM 79 UNMAL SENTUH SISI EMOSIONAL SISWA SMA YOS SUDARSO METRO
Polres Demak Gelar Lomba Kemerdekaan, Kompak Jalankan Tugas Kepolisian
Eratkan Sinergi,Kapolres HST Gelar Silaturahmi dengan Pengemudi Ojek Online
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:58

Polres Demak Dorong Literasi Digital Pelajar Lewat Kompetisi Konten AI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:55

PERESMIAN KANTOR LLI & HAM BEBAY LAMPUNG: 200 ORMAS DIPERTANYAKAN, KEKAYAAN SDA HARUS KEMBALI UNTUK WARGA

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:54

*Kapolri: Jembatan Merah Putih Presisi Wujud Sinergi TNI-Polri Dukung Pembangunan dan Konektivitas Masyarakat*

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:46

Kasdim 1206/Putussibau Hadiri Apel Kesiapan Penanganan Karhutla di Mapolres Kapuas Hulu

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:36

DAD Kecamatan Entikong Undang dan Siapkan Audiensi dengan Ketua Komisi II DPR RI, Sampaikan Aspirasi Masyarakat Perbatasan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:19

Polres Demak Gelar Lomba Kemerdekaan, Kompak Jalankan Tugas Kepolisian

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:14

Eratkan Sinergi,Kapolres HST Gelar Silaturahmi dengan Pengemudi Ojek Online

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:08

Prof. Haedar Nashir Tekankan Pentingnya Peran Pers Berkemajuan

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x