Jakarta, // PropamNewstv.id – Pemerintah Iran menyatakan terus menjamin keselamatan seluruh warga negara asing, termasuk warga negara Indonesia (WNI), di tengah gelombang protes nasional yang melanda sejumlah wilayah di negara tersebut sejak akhir Desember lalu. Jaminan itu disampaikan Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi di Jakarta.
“Berkaitan dengan keamanan warga negara asing di Negara kami, tentu kami menjamin keamanan mereka,” kata Boroujerdi saat ditemui di kediamannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis, 22 Januari 2026.
Boroujerdi menegaskan, jaminan keamanan tersebut juga berlaku bagi WNI yang berada di Iran. Ia mengatakan pemerintah Iran secara aktif memantau kondisi keamanan warga asing dan berupaya mengutamakan keselamatan masyarakat sipil selama berlangsungnya protes nasional di berbagai kota.
Koordinasi dengan KBRI Teheran
Menurut Boroujerdi, pemerintah Iran telah menjalin komunikasi langsung dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran untuk memastikan kondisi WNI tetap aman. “Kami terus berkomunikasi dan berkoordinasi erat dengan KBRI Teheran dan menyatakan kesiapan untuk terus memantau keamanan mereka,” kata dia.
Ia menambahkan, pemerintah Iran juga telah menyampaikan kesiapan untuk membantu para WNI di mana pun mereka berada di Iran apabila diperlukan demi keselamatan mereka. Namun, hingga kini Boroujerdi mengaku belum memperoleh data lengkap mengenai kemungkinan adanya korban dari kalangan warga negara asing dalam rangkaian kerusuhan tersebut.
Boroujerdi menyebut satu-satunya warga asing yang menjadi korban dalam peristiwa itu adalah Duta Besar Palestina untuk Iran. “Beliau dijadikan sasaran dan menjadi korban dan terluka secara sangat parah. Dan kita bisa melihat dari perkembangan ini siapa dalang di balik semua ini,” tuturnya.
Sikap Pemerintah Indonesia
Sebelumnya, dalam pernyataan pada 12 Januari, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan bahwa para WNI di berbagai wilayah Iran, terutama di Qom dan Isfahan, tidak melaporkan adanya gangguan keamanan yang signifikan selama aksi protes berlangsung. Mayoritas WNI di Iran merupakan pelajar dan mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan, khususnya di Kota Qom.
KBRI Teheran menilai evakuasi WNI belum diperlukan. Meski demikian, persiapan antisipatif tetap dilakukan sesuai rencana kontingensi untuk menghadapi kemungkinan eskalasi situasi.
Aksi protes besar terjadi di puluhan kota di Iran sejak akhir Desember 2025 dan mereda pada pertengahan Januari 2026. Berdasarkan angka resmi pemerintah Iran, unjuk rasa tersebut menyebabkan 3.117 orang tewas. Dari jumlah itu, 2.427 korban merupakan warga sipil dan aparat keamanan.
Protes awal dipicu kesulitan ekonomi dan depresiasi tajam mata uang rial, namun pemerintah Iran menyebut aksi tersebut kemudian berubah menjadi kerusuhan akibat ditunggangi oleh pihak-pihak yang terafiliasi dengan Israel dan Amerika Serikat.
(Sumber : Tempo)








