Diduga Pelaksanaan Proyek Preservasi BPJN Ruas Jalan Cikeusik – Cibaliung Abaikan Keselamatan Pengguna Jalan

- Reporter

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kurang nya penanganan di ruas Jalan pembangunan proyek preservasi.

 

BANTEN //propamnewstv.id/ — Proyek preservasi dan pembangunan di Ruas Jalan Nasional Cikeusik – Cibaliung – Muara Binuangeun dikelola oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten, di fokuskan pada penanganan longsoran (termasuk pengecoran dinding penahan) serta pembangunan penggantian jembatan.

 

Namun justru kini proyek tersebut menuai keluhan khususnya dari para pengguna jalan akibat kemacetan dan waktu tempuh yang terhambat. Seperti yang terjadi pada proyek preservasi yang kini tengah dikerjakan dititik lokasi Kp. Kiarajangkung, Desa Cikeusik, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten.

 

Pasalnya, para pengendara harus menunggu memastikan kondisi kendaraan agar tidak melaju dari satu arah berlawanan, mereka merasa hawatir lantaran kondisi jalan di lokasi proyek menikung dan menanjak sehingga mereka merasa kesulitan disebabkan adanya pekerjaan betonisasi.

Keluhan tersebut memicu pertanyaan publik secara teknis kinerja pihak pelaksana dilapangan lantaran diduga tidak menerapkan sistem buka tutup shingga dinilai abaikan keselamatan para pengguna jalan.

 

Dalam dokumentasi menunjukan, tepat pada pukul 14.47 wib, salah satu pengendara roda empat yang hendak melintas MS mengatakan, saat itu tidak ada satupun pekerja atau petugas di lokasi yang mengatur laju lalu lintas kamis, (11/6/2026).

 

“Sebenaranya kami sangat setuju dengan adanya perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan, namun kami berharap pihak pelaksana proyek sudah seharusnya menerapkan sistem buka tutup lalau lintas. Kami pun sangat hawatir melihat kondisi jalan yang menikung dan menanjak namun tidak ada satu pun yang jaga, mengingat mobilitas kendaraan cukup ramai apalagi di jam sibuk. “tegasnya

Kondisi ini pun mengundang reaksi keras dari berbagai kalangan. N.Sujana Akbar, Sekum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Jaringan Aspirasi Masyarakat (JAM-Banten) turut angkat bicara.

 

Menurutnya, pihak pelaksana harus profesional dalam menangani pekerjaan. Untuk menghindari penumpukan antrean di titik proyek atau menerapkan pembatasan kendaraandan pengaturan laju lalu lintas sementara agar arus kendaraan tetap mengalir bergantian.

 

“Sekaligus mempertanyakan ​manajemen lalu lintas bagaimana koordinasi dengan pihak terkait untuk meminimalisir kemacetan di titik-titik krusial selama masa pengerjaan, agar masyarakat mendapatkan edukasi yang benar mengenai pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.”ujarnya

 

Dalam waktu dekat ini, DPP JAM-BANTEN akan berkirim surat permohonan Audensi kepada Dinas BPJN Wilayah Provinsi Banten. Mereka mempertanyakan hak publik untuk mengetahui total pagu anggaran yang dialokasikan untuk tahun anggaran (TA) 2026 dan kapan target penyelesaian kontrak (PHO).

 

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana belum memberikan tanggapan atau keterangan secara resmi kepada media. Tim media Propm News TV kini tengah beruapaya melakukan konfirmasi terhadap pihak BPJN.

 

Redaksi membuka ruang bagi pihak-pihak terkait guna memberikan klarifikasi atau tanggapan lebih lanjut, sesuai dengan kode etik jurnalistik.

 

(Tim/Red)

Berita Terkait

Satreskrim Polres Demak Ringkus Pelaku Pembakaran Dua Rumah di Karangawen
KELURAHAN CIJOHO GELAR KORVE JUM’AT “BERSEPEDA”, JALIN KEBERSAMAAN DAN KESEJAHTERAAN WARGA  
Menuju WBBM, Kantah Tangsel Laksanakan Desk Evaluasi Wawancara oleh TPI Kementerian ATR/BPN
KETUM PWDPI UCAPKAN TERIMA KASIH KPK ATAS RESPON CEPAT, AKSI DPW PWDPI DKI BERBUAH HASIL, INI RINCIAN LENGKAP KASUS IMIGRASI DAN BEA CUKA
Program MBG ( Makan Bergizi Gratis ) , terus Di banahi, Untuk Generasi Anak Bangsa
Audit Bisa Diatur, WTP Bisa Dibeli, Ketum PWDPI : Indonesia Sudah Dalam Darurat Korupsi Yang Menggurita 
Polsek Kelapa Dua Berhasil Memfasilitasi Pengembalian Kendaraan Warga Yang Sempat di Tarik Pihak Debt Collector
GWI Soroti Dugaan Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga kabupaten Pandeglang Sepi Bagaikan Kuburan Tak Ada pelayanan di Jam Kerja
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:02

Satreskrim Polres Demak Ringkus Pelaku Pembakaran Dua Rumah di Karangawen

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:57

KELURAHAN CIJOHO GELAR KORVE JUM’AT “BERSEPEDA”, JALIN KEBERSAMAAN DAN KESEJAHTERAAN WARGA  

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:50

Menuju WBBM, Kantah Tangsel Laksanakan Desk Evaluasi Wawancara oleh TPI Kementerian ATR/BPN

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:44

Diduga Pelaksanaan Proyek Preservasi BPJN Ruas Jalan Cikeusik – Cibaliung Abaikan Keselamatan Pengguna Jalan

Jumat, 12 Juni 2026 - 04:37

KETUM PWDPI UCAPKAN TERIMA KASIH KPK ATAS RESPON CEPAT, AKSI DPW PWDPI DKI BERBUAH HASIL, INI RINCIAN LENGKAP KASUS IMIGRASI DAN BEA CUKA

Jumat, 12 Juni 2026 - 04:19

Audit Bisa Diatur, WTP Bisa Dibeli, Ketum PWDPI : Indonesia Sudah Dalam Darurat Korupsi Yang Menggurita 

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:56

Polsek Kelapa Dua Berhasil Memfasilitasi Pengembalian Kendaraan Warga Yang Sempat di Tarik Pihak Debt Collector

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:49

GWI Soroti Dugaan Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga kabupaten Pandeglang Sepi Bagaikan Kuburan Tak Ada pelayanan di Jam Kerja

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x