
JAKARTA //propamnewstv.id/– Dalam rangka mempererat silaturahmi, Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (DPP IKA UII) menggelar kegiatan Halal Bihalal, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Auditorium BPDSM Kementerian Dalam Negern ini dihadiri sejumlah tokoh alumni UII dari seluruh daerah.
Di antaranya Prof. Dr. Moh. Mahfud MD (Ketua Dewan Penasehat DPP IKA UII), Prof. Dr.H. Muhammad Syarifuddin, SH, MH (Ketua Dewan Pembina DPP IKA UII), Prof. Dr. H. Suparman Marzuki, SH, M.Si (Ketua Dewan Pakar DPP IKA UII), Prof. Fathul Wahid, ST, M.Sc, P.hD (Rektor UII Yogyakarta), Dr. Ari Yusuf Amir, SH, MH (Ketua Umum DPP IKA UII), Dr. H. Abdurahman Shaleh, SH, M.Si (Sekjen DPP IKA UII), Bursa Sjarnobie (Bupati Lahat), Pengurus Wilayah, Dewan Pimpinan Daerah, Dewan Pimpinan Cabang dan anggota IKA UII.
“Alhamdulillah segala puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah subhanahu wa taala atas limpahan rahmat taufik dan hidayahnya sehingga pada hari ini kita dapat berkumpul dalam suasana penuh kehangatan kebersamaan dan keberkahan dalam acara halal bihalal ikatan keluarga alumni shalawat dan salam. Kita haturkan kepada junjungan kita nabi besar muhammad shallallahu alaihi wasallam yang telah menuntun kita dan dari kegelapan menuju cahaya Islam masih dalam suasana syawal yang penuh makna dan keberkahan ini kami ingin menyampaikan dari DPP IKA UII minal aidin wal faizin mohon maaf lahir dan batin hadirin sekalian,” ujar Ari Yusuf Amir dalam sambutannya di Jakarta, Sabtu (11/4/2026).
Ia menambahkan bahwa acara hahal bihalal bukan sekedar bertemu tapi sedang pulang kepada nilai, pulang kepada akar yang sama sebab sejauh apapun kita melangkah menapaki kehidupan ini UII senantiasa menjadi tempat bagi alumni untuk kembali mendukung arah memperbarui niat dan mengeluarkan kembali makna pengabdian tersebut.
“Sejalan dengan itu maka halal sejatinya bukan sekedar tradisi tetapi peristiwa batin ia mengajarkan kita tentang kerendahan hati tentang keberanian untuk saling memaafkan dan tentang kesadaran bahwa kekuatan terbesar kita bukan pada posisi tetapi pada keterbukaan,” tutur Ari Yusuf Amir. Saat ini IKA UII sebut Ati Yusuf Amir semakin berkembang telah memiliki 34 DPW ini sebagian besar hadir disini dari Palembang, Jawa Barat, Makassar, dan daerah lainnya
“Terima kasih atas kehadirannya 80 DPD 22 Badan Otonom serta 1 DPW 2 Negeri tentunya ini bukan sekedar angka tetapi bukti bahwa semangat kebersamaan itu menjalar dan menemukan bentuknya di berbagai ruang dan wilayah hadirin sekalian dalam menjalankan amanah kepengurusan kami berkomitmen untuk hadir dalam kerja nyata menjadikan kegiatan ini bukan sekedar ruang nostalgia. Kalau umumnya ikatan alumni itu hanya kumpul untuk nostalgia dan kita berbeda bisa membuat kebersamaan dalam alumni tapi memposisikan kami sebagai energi kekuatan korektif yang bekerja mengabdi dan menghadirkan manfaat bagi umat dan ini tercermin dalam kegiatan kita selama 1 tahun ini,”
Ari Yusuf Amir mengemukakan dalam kegiatannya IKA UII juga sudah menyalurkan beasiswa kepada ratusan alumni baik S1, S2 dan S3 serta SMA.
“Selain itu kita mengadakan berbagai macam kegiatan seperti turnamen golf itu tujuannya untuk mencari dana Jadi kalau ada yang komplain kok melulu bukan Pak itu untuk cari dan itu idenya bang Syarifudin kebetulan ketiga kita buat seminar yang berbasis profesi ya jadi banyak sekali kegiatan-kegiatan diskusi kita kita juga sudah bentuk koperasi II. Alhamdulillah operasinya sudah berjalan dipimpin oleh masing-masing kita juga kerjasama dengan hukum online di sini hadir juga kawan-kawan kita tadi ditampilkan.
“Alhamdulillah kita ikut ambil bagian beberapa waktu sudah habis masa berlakunya, sekarang sudah bisa kembali untuk diperpanjang nah semua itu adalah langkah kecil tetapi dengan energi dan arah yang besar. ” menjadikan sebagai kekuatan sosial yang berdaya guna hadir sekalian melalui program yang mulia ini saya mengajak kita semua menentukan kembali kesadaran kolektif bahwa IKA UII adalah rumah bersama yang kita rawat kita kekuatan dan kita besarkan ia bukan hanya ruang temu tetapi ruang untuk bertumbuh di sinilah kita memperluas kolaborasi membuka peluang dan menghadirkan manfaat nyata bagi peradaban negeri,” paparnya.
“Lebih dari itu jika UII harus kita hidupkan sebagai rumah juang tempat nilai keislaman dan ke Indonesiaan menjelma dalam kerja yang nyata di mana integritas dijaga profesionalitas ditumbuhkan dan keadilan diperjuangkan dengan keberanian dalam konteks tanggung jawab peradaban itulah kita tidak bisa menutup mata terhadap realitas geopolitik global agresi Amerika dan Israel terhadap Republik Islam telah menyeret peradaban pada lingkaran kekerasan yang berkepanjangan situasi ini menjadi ujian moral bagi kemanusiaan.
Apakah kita masih memiliki keberanian untuk berpihak kepada keadilan dan kemanusiaan atau diam saja melihat kezaliman itu berpuasa dalam langkah seperti ini kita tidak boleh berdiri tanpa sikap kita harus melampaui teka-teki sempit termasuk perbedaan mazhab dan aliran yang dijadikan alat propaganda untuk memecah belah.
Rumah sejarah peradaban Islam mengajarkan bahwa ketika umat bercerai oleh perbedaan yang runtuh bukan hanya persatuan tetapi juga martabat dan daya jualnya maka yang kita butuhkan hari ini bukan sekedar kesamaan pandangan melainkan kesatuan kesadaran bahwa keadilan dan kemanusiaan adalah nilai yang harus kita bela bersama sebagaimana yang sejak berdirinya telah memberi teladan yang jernih perbedaan yang bertentangan tapi diikat dalam sisi peradaban yang lebih luhur semangat inilah yang harus kita hidupkan dalam diketahui bahwa kita hadir sebagai fragmen yang terpisah tetapi sebagai satu kesatuan umat yang utuh yang jernih membaca zaman, teguh dalam prinsip dan berani mengambil peran dalam menghadirkan keahlian bagi kemanusiaan,” pungkas Ari Yusuf Amir. Kegiatan ini juga dihadiri ratusan alumni UII agar kedepannya semakin solid dan produktif.
Tim (Red)



