KUNINGAN —//propamnewstv.id-Ajang pencarian bibit unggul pecatur muda di Kabupaten Kuningan resmi bergulir. Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., secara resmi membuka Lomba Catur FORWADES Cup 2026 tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Kuningan, bertempat di RM Cibentang & Padino Cafe, Kecamatan Kramatmulya.
Turnamen yang diinisiasi oleh Forum Wartawan Desa dan Sekolah (FORWADES) ini tidak hanya menjadi ajang unjuk gigi, tetapi juga langkah konkret pembinaan atlet catur muda di wilayah Kuningan.
Turut hadir dalam pembukaan tersebut perwakilan KONI, jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Ketua Percasi Kabupaten Kuningan H. Toni Kusumanto, S.AP., M.Si., Kabid Olahraga Disporapar Kabupaten Kuningan Siswoyo (Boyo), Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Kuningan Cece Hendra Krissianto, S.STP., M.Si., Camat Kramatmulya Neneng Nurlaela Sari, S.STP., M.Si., serta para guru pendamping yang antusias mengawal para peserta.
Ketua Panitia FORWADES Cup 2026, Gusbur, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan Pemerintah Kabupaten Kuningan terhadap terselenggaranya turnamen ini. Ia menekankan bahwa catur adalah medium yang tepat untuk melatih ketajaman berpikir generasi muda.
“Catur mungkin terlihat rumit, tetapi permainan ini mampu mengasah kecerdasan dan strategi berpikir. Kami berharap dukungan pemerintah terus mengalir agar pembinaan olahraga catur di Kuningan semakin berkembang,” tegas Gusbur.
Senada dengan hal tersebut, Ketua FORWADES Kabupaten Kuningan, Suradi, menyoroti bahwa turnamen ini adalah wujud nyata kontribusi insan pers dalam mendorong potensi anak bangsa. Menurutnya, peran media kini melampaui batas penyampaian informasi semata, melainkan ikut andil dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui inisiatif positif.
“Kami berharap dari kegiatan ini lahir atlet-atlet catur potensial yang kelak mampu mengharumkan nama Kuningan di tingkat provinsi, bahkan nasional,” ungkap Suradi.
Di sisi lain, Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Kuningan, Toni Kusumanto, mengungkapkan keistimewaan turnamen kali ini yang bertepatan dengan momen Nuzulul Quran pada 17 Ramadan. Ia optimistis kegiatan ini menjadi tonggak kebangkitan olahraga asah otak tersebut di Kuningan.
“Catur mengajarkan strategi, sportivitas, dan kemampuan berpikir matang. Dalam permainan kita bisa saling menyerang secara taktis, namun setelah selesai kita tetap berjabat tangan. Nilai-nilai kedewasaan inilah yang sangat penting ditanamkan pada generasi muda,” tutur Toni.
Dalam sambutan utamanya, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar memberikan apresiasi tinggi kepada FORWADES atas inisiatif edukatif ini. Bupati memaparkan filosofi mendalam di balik permainan papan hitam putih tersebut.
“Setiap langkah dalam catur memiliki konsekuensi, sama seperti keputusan dalam kehidupan. Kemenangan dalam catur tidak ditentukan oleh keberuntungan, melainkan oleh strategi dan taktik yang matang,” ujar Bupati Dian.
Menyadari besarnya prospek pecatur muda di Kuningan, Bupati Dian menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pembinaan yang berkelanjutan. Sebagai bentuk dukungan nyata, ia menyatakan akan memfasilitasi pengadaan seragam bagi pengurus Percasi dan menyumbangkan 50 papan catur melalui Disporapar Kuningan.
“Semoga dari Kuningan ke depan lahir pecatur-pecatur hebat yang mampu berprestasi di kancah nasional maupun internasional,” pungkasnya.
Antusiasme tidak hanya dirasakan oleh penyelenggara, tetapi juga para peserta. Dafin, salah satu peserta, mengaku sangat bersemangat mengikuti kompetisi ini.
“Saya ikut turnamen ini karena ingin menambah pengalaman bertanding dan menguji kemampuan saya melawan pemain dari sekolah lain. Semoga bisa bermain maksimal dan mendapatkan hasil yang baik,” tutup Dafin dengan penuh semangat.
(T/IKP/DISKOMINFO)
Biro kuningan





