Foto:Celine Olivia Apriani Theo
KALBAR //propamnewstv.id/— Nama Kalimantan Barat kembali berkibar di panggung nasional. Celine Olivia Apriani Theo, siswi SMKN 5 Pontianak asal Kabupaten Kubu Raya, mendapat kepercayaan menjalankan tugas penting sebagai pembawa baki Bendera Pusaka dalam Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Di hadapan Presiden Prabowo Subianto, pejabat negara, serta para tamu undangan, Celine menjalankan amanah tersebut dengan penuh konsentrasi hingga seluruh rangkaian prosesi berlangsung dengan lancar.
Bagi Celine, membawa baki Bendera Pusaka bukan sekadar tugas dalam sebuah seremoni kenegaraan.
Di balik kepercayaan tersebut terdapat perjuangan panjang, latihan berbulan-bulan, kedisiplinan, serta dukungan keluarga yang terus mengiringi langkahnya.
Lebih membanggakan lagi, nama Kubu Raya dan Kalimantan Barat turut dibawa Celine ke panggung nasional.
Kepastian Membawa Baki Diterima Pagi Hari
Kepercayaan sebagai pembawa baki utama bahkan baru diketahui Celine pada pagi hari menjelang pelaksanaan upacara.
Penetapan tersebut merupakan hasil penilaian tim pelatih.
Situasi itu tentu membutuhkan kesiapan mental yang kuat karena Celine harus mampu mengendalikan rasa gugup sekaligus menjaga setiap gerakan tetap presisi.
“Sangat bangga sekali, Oms. Ini memang cita-cita Celine untuk dapat mengharumkan nama daerah,” ujar Celine.
Saat prosesi penyerahan Bendera Pusaka berlangsung, Celine berdiri tegak dalam barisan Paskibraka. Setiap langkah dan gerakannya dilakukan dengan penuh ketelitian.
Keheningan dan kekhidmatan suasana upacara semakin terasa ketika Celine menjalankan tugas membawa baki Bendera Pusaka hingga prosesi tersebut selesai.
Berbulan-bulan Ditempa Sebelum Berdiri di Istana
Kepercayaan yang diterima Celine merupakan hasil dari proses panjang.
Ia harus melewati berbagai tahapan seleksi mulai dari tingkat daerah hingga tingkat nasional.
Seleksi tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan, Peraturan Baris Berbaris (PBB), psikotes, tes minat dan bakat, hingga wawancara.
Setelah dinyatakan lolos sebagai Paskibraka tingkat pusat, Celine menjalani pembinaan dan karantina.
Latihan yang dijalani tidak hanya mengandalkan kemampuan fisik, tetapi juga menguji kedisiplinan, ketelitian, kekompakan, kepemimpinan, serta kesiapan mental.
Untuk tingkat pusat, BPIP menetapkan 76 calon Paskibraka 2026 yang terdiri atas 38 putra dan 38 putri dari 38 provinsi.
Pembinaan Paskibraka juga diarahkan pada penguatan nilai-nilai Pancasila, nasionalisme, kepemimpinan, serta rasa tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa.
Dari seluruh proses tersebut, Celine akhirnya mendapat amanah lebih besar dengan dipercaya menjadi pembawa baki Bendera Pusaka.
Perjalanan Berawal dari Panggung Seni
Perjalanan Celine menuju Istana Merdeka ternyata tidak bermula dari lapangan Paskibraka.
Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Celine telah aktif mengikuti berbagai kegiatan seni, terutama menyanyi dan menari.
Saat bersekolah di SMP Negeri 2 Sungai Raya, bakat tarik suaranya mengantarkan Celine meraih Juara II Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2024.
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk rasa percaya dirinya. Dari panggung seni, langkah Celine kemudian berlanjut ke dunia Paskibraka.
Ia bergabung dengan Paskibraka Vechter Five SMKN 5 Pontianak sebelum akhirnya dipercaya mewakili Kalimantan Barat dalam tugas nasional.
Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa prestasi dapat tumbuh dari berbagai bidang.
Bakat, disiplin, keberanian, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar menjadi bagian dari proses yang mengantarkan Celine ke Istana Merdeka.
Putri PPPK dan Cleaning Service
Di balik keberhasilan Celine terdapat keluarga yang selalu memberikan dukungan.
Ayahnya, Intonius atau Antonius, merupakan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Kubu Raya.
Sementara sang ibu, Anastasya, bekerja sebagai petugas kebersihan atau cleaning service outsourcing di lingkungan Kantor Bupati Kubu Raya.
Dari keluarga sederhana tersebut, Celine tumbuh dengan semangat untuk mengejar cita-cita hingga akhirnya mendapat kesempatan berdiri di Istana Merdeka.
Sang ayah bahkan hadir langsung di Jakarta untuk menyaksikan putrinya menjalankan tugas sebagai pembawa baki Bendera Pusaka.
“Bangga lah, Bang.
Sebagai orang tua, Celine sudah memperlihatkan prestasinya di tingkat nasional,” ujar Intonius.
Menurutnya, kedisiplinan dan motivasi kuat telah terlihat dalam diri Celine sejak kecil.
“Celine itu sejak kecil memang sudah menunjukkan kedisiplinan yang luar biasa dan memiliki motivasi yang sangat tinggi. Dia selalu bersungguh-sungguh dengan apa yang dicita-citakannya,” katanya.
Lega Setelah Menjalankan Tugas
Bagi keluarga, melihat Celine berdiri tegak membawa baki Bendera Pusaka bukan sekadar kebanggaan karena putri mereka tampil dalam upacara kenegaraan.
Hal tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang telah dijalani Celine sejak kecil.
“Kami keluarga sangat bbangga melihatnya berdiri teguh dan menjalankan tugas mulia ini di Istana Merdeka,” kata Intonius.
Setelah berbulan-bulan menjalani latihan, pembinaan, dan karantina, Celine akhirnya dapat menarik napas lega setelah tugas besarnya selesai.
“Rasanya lega setelah berbulan-bulan ditempa, dilatih, dan diasah,” ucap Celine.
Pemkab Kubu Raya Siapkan Apresiasi
Kebanggaan terhadap Celine juga datang dari Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.
Bupati Kubu Raya Sujiwo langsung melakukan video call dengan Celine pada Senin (17/8/2026), setelah mengetahui bahwa siswi tersebut merupakan warga Kubu Raya.
Sujiwo menyampaikan rasa bangga sekaligus memastikan pemerintah daerah akan memberikan apresiasi atas prestasi yang telah diraih Celine.
“Ternyata dia Kubu Raya, dan kita akan berikan sedikit apresiasi ketika sudah pulang nanti,” kata Sujiwo.
Prestasi Celine dinilai bukan hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga membawa nama Kabupaten Kubu Raya dan Kalimantan Barat ke tingkat nasional.
Dari SMKN 5 Pontianak hingga Istana Merdeka
Perjalanan Celine dimulai dari bangku sekolah di SMKN 5 Pontianak. Dari sana, ia melewati berbagai tahapan seleksi, latihan, pembinaan, hingga karantina sebelum akhirnya berdiri di Istana Merdeka.
Kisah tersebut menjadi bukti bahwa anak-anak dari daerah memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi di tingkat nasional selama memiliki kemauan, disiplin, dan kerja keras.
Bagi Celine, pengalaman menjadi Paskibraka nasional akan menjadi bekal berharga untuk melangkah menuju cita-cita berikutnya.
Setelah Istana, Celine Ingin Menjadi Taruni Akpol
Berdiri di Istana Merdeka bukanlah akhir dari cita-cita Celine.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia bercita-cita melanjutkan pendidikan ke Akademi Kepolisian (Akpol).
“Mudah-mudahan bisa terwujud ke depannya. Kalau memang belum rezekinya di sana, saya ingin melanjutkan kuliah saja, Oms,” katanya.
Pengalaman sebagai Paskibraka telah memberikan banyak pelajaran bagi Celine, mulai dari disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, kekompakan, hingga kemampuan menjaga ketenangan dalam situasi penuh tekanan.
Ia juga berharap keberhasilannya dapat menjadi motivasi bagi generasi muda di Kalimantan Barat agar tidak takut bermimpi dan terus berusaha mengembangkan potensi.
“Saya yakin putra-putri Kalbar ke depannya akan lebih banyak yang berprestasi di tingkat nasional, asalkan ada kemauan,” ucap Celine.
Kisah Celine menjadi kebanggaan bagi keluarga, sekolah, Kabupaten Kubu Raya, dan Kalimantan Barat. Dari daerah, ia berhasil berdiri di Istana Merdeka membawa amanah Bendera Pusaka sekaligus membawa pesan bahwa kerja keras dan keberanian mengejar cita-cita dapat membuka jalan menuju prestasi nasional.
Tim//red


