Foto: Membuka Pelaksanaan Talkshow Oleh P2D kabupaten Sintang.
KALBAR //propamnewstv.id/–Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang Yustinus J membuka pelaksanaan Talkshow yang diselenggarakan oleh Persatuan Perempuan Dayak (P2D) Kabupaten Sintang di Pendopo Wakil Bupati Sintang pada Kamis, 6 Agustus 2026 sore.
Talkshow mengambil tema Peran Keluarga Dalam Pencegahan Perkawinan Anak, Perlindungan Kekerasan Terhadap Anak, Dan Bahaya Narkoba. Kegiatan diikuti Hendrika Ketua P2D Sintang, pengurus dan anggota P2D Sintang, Gabungan Organisasi Wanita dan tamu undangan.
Yustinus J Asisten I Bidang Pemerintahan menyampaikan bahwa keluarga adalah sekolah pertama dan utama bagi anak karena di rumahlah anak pertama kali belajar tentang nilai, kasih sayang, dan batasan pergaulan.

“karena itu, keluarga punya peran paling besar dalam 2 persoalan besar yang mengancam masa depan anak kita hari ini yaitu perkawinan anak dan bahaya narkoba” terang Yustinus J

“peran keluarga dalam mencegah perkawinan anak juga yang utama. Dan mengapa perkawinan anak harus dicegah, karena membuat pendidikan terhenti. Anak yang menikah muda biasanya putus sekolah. Padahal pendidikan adalah kunci mereka punya masa depan dan kemandirian. Belum siap fisik dan mental. Pernikahan butuh tanggung jawab, mengelola emosi, dan ekonomi. Anak yang belum dewasa rentan mengalami KDRT, perceraian, dan masalah kesehatan reproduksi. Kemiskinan berulang. Keluarga muda yang belum mapan akan sulit keluar dari lingkaran kemiskinan” terang Yustinus

“apa yang bisa keluarga harus lakukan? Komunikasi terbuka, jadilah teman diskusi anak. Tanyakan cita-cita mereka. Jelaskan bahwa menikah itu indah, tapi ada waktunya. Berikan pendidikan dan keterampilan, dukung anak sekolah setinggi-tingginya. Anak yang sibuk belajar dan punya mimpi, tidak akan mudah tergoda untuk menikah dini. Jadi contoh, tunjukkan relasi suami istri yang sehat, saling menghargai, dan tidak menyelesaikan masalah dengan kekerasan” terang Yustinus J
“keluarga juga menjadi yang utama dalam mencegah bahaya narkoba. Narkoba tidak pandang usia. Pengedar menyasar anak karena dianggap mudah dipengaruhi. Dampaknya? Masa depan hancur, kesehatan rusak, bahkan bisa berujung kematian” terang Yustinus J
“bagaimana keluarga membentenginya. Bangun kelekatan sejak kecil, anak yang merasa dicintai dan didengar di rumah, tidak akan mencari “pelarian” di luar. Awasi dan kenali pergaulan anak, tahu dengan siapa anak berteman, apa yang dilakukan setelah sekolah. Bukan untuk memata-matai, tapi untuk melindungi. Berikan pendidikan sejak dini, jelaskan dengan bahasa sederhana apa itu narkoba, ciri-cirinya, dan bahayanya. Jangan tunggu sampai ada yang menawarkan. Isi waktu luang dengan kegiatan positif misalnya berolahraga, seni, ngaji, pramuka. Anak yang sibuk dengan hal produktif, punya benteng lebih kuat” terang Yustinus J
“mencegah perkawinan anak dan narkoba tidak bisa hanya diserahkan ke sekolah atau pemerintah. Garis pertahanan pertama ada di rumah. Ayah dan ibu adalah guru pertama, polisi pertama, dan sahabat pertama bagi anak. Mari kita jadikan rumah kita tempat yang aman. Tempat anak berani cerita, tempat mimpi mereka dijaga, bukan dipotong di tengah jalan” ajak Yustinus J
”ingat 3K: Kenali anak kita, Komunikasikan dengan baik, dan Kuatkan nilai agama serta pendidikan. Semoga kita semua mampu menjalankan peran sebagai keluarga yang melindungi. Karena anak yang kita cegah hari ini dari pernikahan dini dan narkoba, adalah generasi yang akan membangun Indonesia emas 2045” tutup Yustinus
Tim//red


