Angkat Suara! Jalan Rusak dan Drainase Amburadul di Dayeuhkolot Diduga Dibiarkan, Bina Marga Provinsi Didesak Bertindak”

- Reporter

Selasa, 31 Maret 2026 - 11:54

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Bandung,//PropamNeqsTv.id/— Kesabaran warga di sepanjang Jalan Terusan Mohamad Toha, Kecamatan Dayeuhkolot, kian menipis. Keluhan yang selama ini disuarakan perlahan berubah menjadi desakan terbuka.

Banjir yang terus berulang setiap hujan deras, ditambah kondisi jalan rusak yang membahayakan, kini dipandang bukan lagi sekadar persoalan teknis—melainkan indikasi lambannya penanganan yang dinilai tak kunjung menyentuh akar masalah.

Di kawasan Palasari, genangan air nyaris menjadi “ritual rutin” saat hujan turun.

Ketinggian air bahkan kerap mencapai pinggang orang dewasa, melumpuhkan akses jalan dan memaksa warga serta pengendara menghadapi risiko setiap kali melintas.

Sorotan utama warga tertuju pada sistem drainase yang diduga mengalami pendangkalan dan tidak berfungsi optimal.

Air hujan yang seharusnya mengalir justru meluap ke badan jalan, menciptakan genangan luas yang berulang tanpa solusi permanen.

Ironisnya, di tengah kondisi tersebut, jalan berlubang yang tertutup air memperbesar potensi bahaya.

Lubang-lubang besar yang tak terlihat kerap menjadi “jebakan maut” bagi pengendara.

Bahkan, beberapa bulan lalu, insiden tragis terjadi hingga merenggut nyawa seorang mahasiswa, yang diduga terperosok akibat kondisi jalan yang rusak dan tergenang.

Peristiwa itu semestinya menjadi alarm keras bagi semua pihak.

Namun dari sudut pandang media, situasi yang terjadi justru memunculkan tanda tanya besar. Pasca insiden yang memakan korban jiwa, hingga kini belum terlihat adanya respons konkret di lapangan, khususnya dari pihak Bina Marga Provinsi.

Hal ini memicu pertanyaan publik terkait kecepatan respons dan prioritas penanganan terhadap persoalan yang secara langsung menyangkut keselamatan masyarakat.

“Setiap hujan pasti banjir, tidak pernah berubah.Air tinggi, jalan rusak, kami selalu was-was.

Sudah ada korban, tapi sampai sekarang belum ada tindakan yang benar-benar terasa.

Kami hanya ingin jalan ini aman dan drainase diperbaiki,” ujar Yana, warga Palasari, Selasa (31/3/2026).

Nada serupa disampaikan warga lainnya yang mengaku semakin khawatir jika kondisi ini terus berlarut.

“Kalau terus dibiarkan, kami takut akan ada korban lagi. Jangan tunggu kejadian berikutnya. Harus ada tindakan nyata, terutama perbaikan drainase,” ungkapnya.

Berdasarkan penelusuran tim media, upaya komunikasi dan pengajuan usulan sebenarnya telah dilakukan.

Tim penangan banjir Dayeuhkolot disebut telah berulang kali menyampaikan kajian dan langkah mitigasi kepada pihak terkait.

Namun hingga kini, masyarakat menilai belum terlihat tindak lanjut signifikan di lapangan.

Di sisi lain, langkah swadaya warga bersama tim penangan banjir di RW 3 Palasari sempat memberikan dampak sementara, di mana genangan air pada hujan terakhir relatif lebih cepat surut.

Meski demikian, warga menilai upaya tersebut tidak akan mampu menjadi solusi jangka panjang tanpa penanganan menyeluruh di sepanjang ruas Jalan Terusan Mohamad Toha.

Dari perspektif media, kondisi ini menjadi catatan serius. Banjir berulang, drainase tidak optimal, serta jalan rusak yang telah memakan korban jiwa, menunjukkan persoalan ini sudah berada pada level darurat penanganan.

Kini, warga tidak lagi sekadar mengeluh—mereka mendesak. Perbaikan drainase, pengerukan saluran, hingga penanganan jalan berlubang dinilai sebagai kebutuhan mendesak yang tak bisa lagi ditunda.

Dengan risiko yang terus membayangi, masyarakat berharap Bina Marga Provinsi segera turun tangan dan menunjukkan langkah konkret di lapangan.

“Usulan sudah ada, kajian sudah disampaikan, mitigasi sudah dilakukan. Tapi kami belum melihat tindakan nyata, terutama dari Bina Marga Provinsi.

“Kami hanya ingin keselamatan,” pungkas warga Palasari.

Sumber I tryo
Red I PropamNeqsTv

Berita Terkait

Diduga Curi Buah Sawit, Seorang Pria Berinisial RW Diamankan Polisi
PERHATIAN PUBLIK MENINGKAT LUAS: VIRALNYA PERJUANGAN WARGA NEGARA ASAL DUGAAN S.A.D. RT 23 DESA BUNGKU KLAIM RUANG PENGHIDUPAN SELUAS DUGAAN 1.400 HEKTAR DI JAMBI
*Dukung Program Presiden, 15 Taruna Akpol dan AAL Rampungkan Kegiatan ‘Taruna Bakti’ di Kalsel*
DUKA CITA SEDALAM-DALAMNYA  
Ucapan Ulang Tahun & Doa Untuk Diri Sendiri 
Langit Rahong Jadi Saksi Kebahagiaan Helda dan Dika, Keluarga Besar Propam News TV Hadiri Acara
Polresta Deli Serdang Ikuti Fun Walk Peringati Hari Jadi Ke-80 Kabupaten Deli Serdang dan HUT APKASI ke 26
TNI dan Warga Bersinergi Renovasi Poskamling di Desa Awang BesarYs

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:03

Polres Demak Dorong Pelajar Cakap dan Bijak Menggunakan AI

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:44

Polres Demak dan Lintas Sektor Perkuat Antisipasi Karhutla

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:41

Harga Terjangkau Pasar Murah di Pemurus Baru Bantu Ibu Rumah Tangga Banjarmasin

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:36

Bupati Sintang Lepas Keberangkatan 460 Prajurit Batalyon 642 Kapuas Menuju Papua

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:31

Atlet Nasional Zigi Zaresta Yuda Bimbing Atlet KATA Kuningan Jelang Kejurkab & Porprov 2026

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:52

Kadar Garam Tembus 2.119 PPM, PAM Bandarmasih Stop Total Intake Sungai Bilu

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:13

Kurun Waktu Tiga Hari, Satres Narkoba Polres Binjai Tangkap Lima Terduga Bandar Narkoba*

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:03

Disdukcapil Kuningan Gelar “Grebek IKD” ke Sekolah, Percepat Aktivasi Identitas Digital Pelajar

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x