Aktivis GPII Pandeglang Soroti Maraknya Anak Putus Sekolah, Pemerintah Diminta Hadir dengan Langkah Nyata

- Reporter

Jumat, 9 Januari 2026 - 01:03

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pandeglang, // PropamNewstv.id – Aktivis Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Kabupaten Pandeglang menyoroti serius kondisi dunia pendidikan di daerahnya, khususnya fenomena meningkatnya jumlah anak putus sekolah yang dinilai masih minim perhatian dari berbagai pihak terkait.

Menurut GPII Pandeglang yang di sampaikan Panji Nugraha persoalan anak putus sekolah bukan hanya soal faktor ekonomi semata, namun juga lemahnya kepedulian lingkungan sekitar, termasuk kurangnya langkah konkret dari instansi pemerintah, satuan pendidikan, hingga pemangku kebijakan di tingkat daerah.

“Banyak anak yang berhenti sekolah, tapi seolah dibiarkan begitu saja. Tidak terlihat adanya upaya jemput bola, pendampingan, atau solusi nyata dari pihak-pihak yang seharusnya bertanggung jawab,” ujar salah satu aktivis GPII Pandeglang.

Lebih disayangkan lagi, GPII menilai beberapa pihak sekolah terkesan pasif ketika mendapati peserta didiknya berhenti bersekolah. Tidak ada langkah persuasif, pendekatan kepada orang tua, ataupun pelaporan dan koordinasi serius dengan instansi terkait untuk mencari jalan keluar.

“Padahal peran sekolah sangat strategis. Ketika ada anak didik berhenti, seharusnya itu menjadi alarm bersama. Bukan malah dianggap hal biasa,” tegasnya.

GPII Pandeglang juga mengungkapkan adanya informasi yang cukup mengkhawatirkan dari salah satu sekolah di wilayah Kecamatan Saketi. Berdasarkan keterangan salah satu wali murid, pada tahun ajaran 2025–2026 terdapat lebih dari lima siswa di tingkat SLTA yang enggan melanjutkan sekolah. Bahkan saat ini, salah satu wali murid tengah mengurus surat pemberhentian anaknya secara resmi.

“Kami mempertanyakan, ada apa sebenarnya hingga anak-anak ini tidak mau lagi bersekolah? Apakah faktor lingkungan, sistem pendidikan, atau persoalan lain di internal sekolah? Dan yang paling disayangkan, kenapa kondisi ini terkesan dibiarkan,” ungkapnya.

Jika situasi ini terus berlangsung tanpa penanganan serius, GPII menilai persoalan anak putus sekolah akan menjadi bom waktu sosial di kemudian hari, mulai dari meningkatnya pengangguran, masalah sosial, hingga potensi kriminalitas.

Oleh karena itu, GPII Pandeglang mendesak pemerintah daerah, khususnya dinas terkait, untuk segera turun tangan secara nyata. Tidak cukup hanya dengan program di atas kertas, namun harus ada aksi konkret, pendataan akurat, pendampingan keluarga, serta evaluasi menyeluruh terhadap satuan pendidikan yang mengalami kasus serupa.

“Pendidikan adalah hak dasar warga negara. Pemerintah harus hadir, tidak boleh abai. Ini bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tapi tanggung jawab kita semua,” pungkasnya. (IRGI)

Berita Terkait

Kapolda Jateng Pimpin Puncak Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80 di Tegal, Hampir Seribu Warga Nikmati Layanan Gratis
Satpol PP Kota Tangsel Bongkar Tiga Bangunan Karaoke di Taman Kota 2 Serpong
Kapolres Cianjur Apresiasi Personnel Berprestasi dan Masyarakat Peduli Kamtibmas 
Peringati Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Cianjur Gandeng Pandawara Group Gelar Aksi Bersih Waduk Jangari
Polres Demak Gelar Khitan Massal dan Skrining TB Paru Sambut Hari Bhayangkara ke-80
Ziarah Makam Pahlawan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Kapuas Hulu Kenang Jasa Para Pahlawan di TMP Manalo Marajuang
Jokowi Tono, Ketua LSM Tunas Batas Entikong :Evaluasi dan Koreksi Program Pemerintah Harus Menyentuh Akar Rumput
POLDA JAMBI GANDENG 100 PERUSAHAAN DI BHAYANGKARA PRESISI JOB FAIR & BAZAR UMKM

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 01:46

Kapolda Jateng Pimpin Puncak Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80 di Tegal, Hampir Seribu Warga Nikmati Layanan Gratis

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:44

Satpol PP Kota Tangsel Bongkar Tiga Bangunan Karaoke di Taman Kota 2 Serpong

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:46

Kapolres Cianjur Apresiasi Personnel Berprestasi dan Masyarakat Peduli Kamtibmas 

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:40

Peringati Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Cianjur Gandeng Pandawara Group Gelar Aksi Bersih Waduk Jangari

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:19

Polres Demak Gelar Khitan Massal dan Skrining TB Paru Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:07

Jokowi Tono, Ketua LSM Tunas Batas Entikong :Evaluasi dan Koreksi Program Pemerintah Harus Menyentuh Akar Rumput

Selasa, 23 Juni 2026 - 05:41

POLDA JAMBI GANDENG 100 PERUSAHAAN DI BHAYANGKARA PRESISI JOB FAIR & BAZAR UMKM

Selasa, 23 Juni 2026 - 05:29

Sinergi TNI Polri dan Pemerintah Pracimantoro Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x