
Foto:Memperingati HUT RI ke 81
BANTEN //propamnewstv.id/–Senin, 17 Agustus 2026 — Delapan puluh satu tahun telah berlalu sejak suara lantang “Merdeka!” menggema menggetarkan bumi pertiwi. Namun pekik kemerdekaan itu bukan sekadar kenangan masa lalu yang menjadi sejarah belaka. Ia adalah estafet perjuangan yang harus terus menyala, dijunjung, dan diwujudkan oleh setiap generasi penerus bangsa.
Lapangan Mathla’ul Anwar Global school , semangat Tentara keamanan rakyat ( TKR ) tahun 1945 kembali kita hidupkan.Berseragam coklat gagah lengkap dengan atribut pejuang, berdiri tegak menggenggam sang saka merah putih,ini adalah wujud penghormatan kita kepada darah dan keringat para pahlawan bangsa.
Kemerdekaan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan pintu gerbang menuju kemajuan yang sesungguhnya. Darah dan air mata para pahlawan bukanlah untuk dijadikan pajangan di buku sejarah semata, melainkan menjadi cahaya penuntun agar kita terus berjuang — melawan kebodohan, kemiskinan, ketidakadilan, dan segala bentuk perpecahan.
“Pekik Merdeka yang kita dengar setiap tahun, bukan sekadar gaung masa lalu yang perlahan memudar. Ia adalah api estafet perjuangan yang dititipkan para pendahulu kepada kita. Menjaganya tetap menyala adalah kewajiban suci setiap warga negara. Merdeka berarti berani jujur, berani bekerja, berani membangun, dan berani bersatu demi kebaikan bersama.”
Semangat kemerdekaan harus hidup dalam setiap langkah kita: di meja kerja, di ladang pertanian, di ruang kelas, di pelayanan masyarakat, hingga di rumah sendiri. Mengisi kemerdekaan berarti memberikan karya terbaik, menjaga amanah, melayani dengan tulus, dan memastikan bahwa kemerdekaan ini dirasakan manfaatnya secara nyata oleh seluruh rakyat Indonesia.
Jangan biarkan api perjuangan itu padam. Teruslah menyala, menerangi jalan masa depan, dan sampaikan estafet ini kepada generasi berikutnya dengan lebih bersinar.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81! Tetap Menyala Tanpa Padam! 🇮🇩
(PWDPI Ismet)
Tim/Red


