Foto:Rapat Koordinasi Satuan Tugas Penanganan
KALBAR //propamnewstv.id/–Pemerintah Kabupaten Sintang memutuskan untuk menaikkan status Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Sintang dari Siaga menjadi Tanggap Darurat. Keputusan tersebut dilakukan usai pelaksanaan Rapat Koordinasi Satuan Tugas Penanganan Bencana Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Kabupaten Sintang Tahun 2026 di Balai Praja Kantor Bupati Sintang pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Rakor dipimpin oleh Kartiyus Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang dan dihadiri oleh seluruh anggota Satgas Karhutla Kabupaten Sintang yang terdiri dari OPD Pemkab Sintang, Kodim 1205 Sintang, Polres Sintang, Batalyon 652 Kapuas, Batalyon C Pelopor Brimob Sintang, Instansi Vertikal, KPH Sintang Utara, KPH Sintang Timur, Perumdam Tirta Senentang dan Damkar Busera Sintang.
Usai mendengarkan masukan, saran, informasi dan data yang disampaikan anggota Satgas Karhutla Kabupaten Sintang.
Kartiyus Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang menyampaikan bahwa berdasarkan informasi, data dan fakta yang ada, maka Pemkab Sintang akan menetapkan status tanggap darurat bencana karhutla selama 30 hari kedepan.

“besok Surat Keputusan Bupati Sintang tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Sintang akan di teken oleh Bapak Bupati Sintang. Status Tanggap Darurat Bencana ini akan berlaku selama 30 hari saja” terang Kartiyus

Kartiyus menjelaskan bahwa untuk hari ini sebenarnya ada hujan di beberapa wilayah di Kalbar termasuk di Kecamatan Ketungau Hulu dan Pemkab Sintang juga akan menyiapkan anggaran untuk operasional Satgas Karhutla Kabupaten Sintang menggunakan dana BTT.

“saya berpesan seluruh warga agar wajib menggunakan masker kalau keluar rumah. Saya akan terus memonitor kasus orang berobat karena ISPA ke puskesmas. Yang berobat sebanyak 280 orang yang berobat ke Puskesmas Tanjung Puri karena kasus ISPA. Saya minta laporan berapa jumlah orang Sintang yang berobat karena ISPA” terang Kartiyus

“Saya berpesan kepada seluruh anggota yang memdam kebakaran untuk menjaga kesehatan, buat piket bergilir. seluruh Camat juga membuat laporan data kebakaran dan luas lahan yang terbakar. Supaya datanya lengkap. Kita akan bentuk Posko Bencana Karhutla Kabupaten Sintang. SPBU agar mengutamakan pengisian kendaraan damkar” harap Kartiyus

Dharmawan Wahyu Adhi Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Tebelian menjelaskan perkiraan cuaca untuk 3 bulan kedepan memperlihatkan akan terjadi el nino sangat kuat sampai akhir 2026.

“Sehingga potensi turun hujan sangat rendah. Di Oktober 2026 akan ada hujan tetapi sangat rendah. Hotspot selama Agustus 2026 setiap hari rata rata 141 hotspot dan Yang tertinggi di Ketungau Hulu. Kita memantau kualitas udara setiap hari dan hari ini dari dini hari sampai pagi masuk kategori sangat tidak sehat. Perkiraan curah hujan sampai September 2026 sangat rendah. Oktober 2026 baru curah hujan akan normal. Prediksi puncak kemarau memang Juli sampai September 2026. Ada potensi hujan akan terjadi 14-16 Agustus 2026. Indonesia pernah mengalami el nino sangat kuat tahun 1966, 1997 dan 2015” terang Dharmawan Wahyu Adhi
Kusnidar Kepala BPBD Kabupaten Sintang menyampaikan data kejadian karhutla di Kabupaten Sintang data sejak 20 Januari 2026 hingga saat ini sudah terjadi 13 titik kebakaran hutan dan lahan dengan total lahan terbakar adalah 224 hektar
“Kendala kami sumber air terbatas, jalan masuk tidak ada dan bahan bakar minyak sulit. Untungnya semua tim kompak dari semua unsur. Kami juga sudah membagikan masker ke pelajar SD dan jalan umum. Kami sudah sebar 4 ribu masker. Kami juga melihat sudah ada kesadaran masyarakat untuk menggunakan masker saat keluar rumah” terang Kusnidar
Tim//red


