
KALBAR //propamnewstv.id/ –Jangan coba-coba membuat keributan di arena Pekan Gawai Dayak (PGD) Kabupaten Sintang XIII Tahun 2026. Panitia menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi pengunjung yang membuat ulah, mengganggu ketertiban, apalagi memicu kericuhan selama pelaksanaan PGD di Kompleks Betang Tampun Juah, Jerora Satu, Kabupaten Sintang. Pekan Gawai Dayak Kabupaten Sintang XIII Tahun 2026 akan berlangsung mulai 29 Juli 2026 sampai 2 Agustus 2026 di Betang Tampun Juah Jerora Satu Sintang.
Ketua Panitia PGD Kabupaten Sintang XIII Tahun 2026, Toni, bahkan memberikan peringatan keras kepada seluruh pengunjung agar menjaga sikap dan menghormati suasana Gawai Dayak sebagai momentum kebersamaan, persaudaraan dan pelestarian adat budaya Dayak.
Toni menegaskan, pihak yang kedapatan membuat keributan atau kericuhan akan dikenakan sanksi adat sebesar Rp25 juta.

“Silakan datang ke arena Pekan Gawai Dayak Kabupaten Sintang Tahun 2026. Silakan menikmati suasana gawainya. Tetapi jangan membuat kericuhan atau keributan. Kalau membuat ulahmu– keributan dan kericuhan, akan kami proses dan diberikan sanksi adat sebesar Rp25 juta tanpa proses sidang,” tegas Toni usai pelaksanaan Misa Syukur PGD Sintang 2026 di Betang Tampun Juah, Selasa (28/7/2026).
Menurut Toni, ketegasan tersebut bukan untuk menakut-nakuti masyarakat, tetapi sebagai bentuk komitmen panitia bersama Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sintang untuk menjaga PGD 2026 tetap berlangsung aman, tertib dan penuh kekeluargaan.
Ia menegaskan, PGD bukan tempat untuk mencari masalah. Seluruh masyarakat yang datang diharapkan mampu menjaga perilaku, menghormati sesama pengunjung dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan serta kenyamanan bersama.
“Uang sanksi adat tersebut akan masuk ke kas Dewan Adat Dayak Kabupaten Sintang,” jelas Toni.
Toni juga mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut bertanggung jawab menjaga suasana PGD Sintang 2026.
Ia meminta masyarakat membantu aparat keamanan, panitia dan DAD dalam menciptakan suasana Gawai yang nyaman, aman dan penuh persaudaraan.
“Bantu aparat keamanan, panitia dan DAD menciptakan suasana yang nyaman dan penuh kekeluargaan selama Pekan Gawai Dayak 2026 ini,” pesannya.
Selain soal keamanan, Toni juga mengingatkan pengunjung untuk mematuhi arahan petugas di lapangan, khususnya terkait pengaturan kendaraan dan parkir.
Menurutnya, persoalan parkir tidak boleh dianggap sepele. Jika pengunjung memarkir kendaraan sembarangan, kondisi tersebut dapat mengganggu arus lalu lintas dan menyebabkan kemacetan di sekitar lokasi kegiatan.
“Kami juga minta pengunjung mengikuti arahan petugas parkir supaya parkir kita rapi dan tidak menimbulkan kemacetan,” kata Toni.
Tim//red


