Foto: Kapolres Sekadau sebagai Khatib pelaksanaan Sholat Idul Adha 1447hijriah di Masjid Agung Sultan Anum.
KALBAR – Kapolres Sekadau, AKBP Andika Wiratama. SH, S.I.K., M.H., bertindak sebagai Khatib dalam pelaksanaan Salat Idul Adha 1447 Hijriah yang digelar di Masjid Agung Sultan Anum, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, pada hari [Sebutkan Tanggal/Bulan], pukul 07.00 WIB pagi.
Ribuan jamaah memenuhi halaman dan ruang utama masjid untuk melaksanakan ibadah salat sunnah Idul Adha yang dipimpin oleh Imam AKBP Andika Wiratama. SH, S.I.K. M.H, M,A., disusun dengan penyampaian khutbah yang berisi pesan-pesan keagamaan serta nilai luhur kehidupan. Dalam kesempatan ini, Kapolres Sekadau mengangkat tema utama: “Kisah Perjuangan Nabi Ibrahim AS: Teladan Ketaatan, Keikhlasan, dan Pengorbanan Sebagai Bukti Iman Sejati”.
Dalam khutbahnya, Kapolres Sekadau menjelaskan secara rinci perjalanan hidup dan perjuangan Nabi Ibrahim AS yang dikenal sebagai Bapak Para Nabi, sosok yang diuji Allah SWT dengan berbagai cobaan berat mulai dari perlawanan kaumnya, perpisahan dengan keluarga, hingga perintah untuk menyembelih putra tercintanya, Nabi Ismail AS.
“Kisah Nabi Ibrahim AS mengajarkan kita makna sejati dari pengorbanan. Bagi beliau, ketaatan kepada Allah SWT berada di atas segala rasa, kepentingan, dan ikatan duniawi. Ketika perintah itu datang, beliau tidak ragu sekejap pun, karena keyakinan bahwa apa yang diperintahkan Tuhan adalah yang terbaik. Inilah yang harus kita tanamkan dalam hati kita, baik sebagai umat beragama, warga masyarakat, maupun pelayan negara,” ujar Kapolres dalam penyampaiannya.
Lebih lanjut, ia juga mengaitkan pesan tersebut dengan kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Sekadau. Menurutnya, semangat pengorbanan dan ketaatan yang dimiliki Nabi Ibrahim AS sangat relevan untuk diterapkan demi menjaga persatuan, ketertiban, dan keamanan daerah. Pengorbanan tidak harus berupa harta atau nyawa, namun juga berupa kesabaran, kesediaan menahan diri, serta kerja sama demi kepentingan bersama.
“Idul Adha bukan sekadar tradisi menyembelih hewan kurban, melainkan momen untuk menyembelih sifat egois, dengki, dan kepentingan pribadi di dalam hati kita. Semangat ini yang saya harapkan menjadi landasan kita menjaga kedamaian dan kerukunan di Sekadau, agar daerah ini tetap aman, damai, dan sejahtera,” tambahnya.
Kehadiran Kapolres Sekadau sebagai khatib juga menjadi bentuk pendekatan Polri yang humanis, membangun kedekatan emosional serta silaturahmi dengan seluruh lapisan masyarakat dan tokoh agama. Acara ini juga dihadiri oleh pejabat Forkopimda Sekadau, tokoh adat, tokoh agama, serta para anggota kepolisian dan warga sekitar.
Di akhir kegiatan, dilaksanakan penyembelihan hewan kurban yang dikelola oleh pengurus masjid, dan dagingnya kemudian dibagikan kepada warga yang berhak, melengkapi makna berbagi yang menjadi jiwa dari Hari Raya Idul Adha.
Sekadau, [Tanggal Penulisan]
Dikeluarkan Oleh: Bidang Humas Polres Sekadau
Tim//red


