Foto: Rapat Koordinasi Penertiban Kendaraan keluar masuk Area Zona PLBN Entikong.
KALBAR //propamnewstv.id/ – Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) bersama pengelola PLBN Entikong menggelar rapat koordinasi terkait penertiban kendaraan keluar masuk di kawasan Zona Inti PLBN Entikong. Kegiatan tersebut melibatkan para pengurus travel, perwakilan perusahaan bus, serta unsur Forkopimcam dan instansi terkait di wilayah perbatasan.
Rapat berlangsung di ruang rapat Gedung Serba Guna Indonesia Pasar Baru PLBN Entikong dan dihadiri oleh unsur Forkopimcam Entikong, Danramil Entikong, Kapolsek Entikong, Dinas Perhubungan Entikong, Camat Entikong, Bea Cukai Entikong, Jasa Raharja Pos PLBN Entikong, Kepala Desa Entikong, Manager BUMDes Entikong, perwakilan sopir bus, perwakilan Toy On Travel, Pose Travel, Rinjani Travel, serta Kasi Trantib Satpol PP Entikong.
Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya penataan arus kendaraan yang selama ini dinilai mulai menimbulkan kepadatan dan kesemrawutan di jalur menuju pintu gerbang utama dan di dalam area halaman PLBN Entikong.

Dalam rapat tersebut, para peserta membahas sejumlah langkah penertiban kendaraan, khususnya bus dan travel yang melayani rute lintas batas Indonesia–Malaysia. Meski belum menghasilkan keputusan final, seluruh pihak sepakat untuk terus mencari solusi terbaik yang dapat diterima semua pengelola travel maupun operator bus.

Salah satu pengurus PLBN Entikong, Muhammad Tohir, menyampaikan bahwa mulai tanggal 1 Juni 2026 mendatang, bus yang datang dari Pontianak dengan tujuan Kuching, Malaysia, akan diarahkan terlebih dahulu untuk parkir di area Pasar Baru PLBN Entikong sebelum pintu gerbang PLBN dibuka.

Menurutnya, kebijakan tersebut dilakukan guna mengurangi antrean dan penumpukan kendaraan di sepanjang jalan menuju gate pertama PLBN Entikong.
“Mulai tanggal 01 Juni 2026, bus dari Pontianak tujuan Kuching sebelum gate dibuka akan diarahkan parkir di area Pasar Baru PLBN Entikong supaya tidak semrawut di sepanjang jalan menuju pintu gerbang pertama PLBN,” ujar Muhammad Tohir dalam rapat tersebut.
Ia juga meminta kepada seluruh pengurus bus agar menyampaikan aturan tersebut kepada para sopir dan operator lainnya agar saat pelaksanaan nanti tidak menimbulkan komplain maupun kesalahpahaman di lapangan.
“Kalau gate PLBN sudah dibuka, barulah bus dipersilakan masuk satu per satu ke area PLBN Entikong,” tambahnya.
Sementara itu, untuk kendaraan travel, pihak pengelola bersama instansi terkait akan melakukan penertiban secara bertahap sambil mencari mekanisme terbaik agar aktivitas transportasi di kawasan PLBN tetap berjalan lancar dan tertib.
Rapat koordinasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan tata kelola transportasi yang lebih tertib, aman, dan nyaman di kawasan perbatasan PLBN Entikong yang menjadi jalur utama mobilitas masyarakat Indonesia–Malaysia.
Tim//red


