Partai Politik dan Integritas Semu

- Reporter

Kamis, 7 Mei 2026 - 04:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KALSEL  //propamnewstv.id/ Sekarang ini partai politik mulai sibuk menata keorganisasiannya, melengkapi struktur hingga pada tingkat desa, dusun, bahkan Rukun Tetangga. Kalau seluruh struktur terisi secara penuh dan solid, maka jumlah personalia struktur partai politik tersebut sudah mencapai 15% perolehan suara, demikian sejumlah survei politik menyebutkan. Sebab itu, membenahi struktur partai sedini mungkin, bagian dari upaya memenangkan pertarungan Pemilu 2029.

 

Tujuan Partai Politik tentu bukan hanya memenangkan Pemilu. Tugas terberat dari Partai Politik adalah memulihkan citra baiknya. Sekarang ini, Partai Politik dikategorikan sebagai salah satu lembaga yang paling tidak dipercaya. Partai Politik dianggap sebagai sumber korupsi, pembohong, pembuat janji palsu dan kerap menghianati warga yang memilihnya.

 

Walau semua tahu politik sangat lah penting. Namun karena dianggap korup, maka warga enggan bersentuhan dengan partai politik. Bahkan bila ada yang mendekati partai politik, dianggap kelompok pragmatis, hanya untuk mencari keuntungan. Begitu pragmatisnya, muncul anggapan, “tidak ada uang = tidak ada dukungan, dan tidak ada suara.

 

Akibatnya, yang menang dalam Pemilu hanyalah yang berduit. Walau survei mengatakan politik uang hanya berpengaruh 10%, tetapi 10% itulah yang dimanfaatkan oleh orang-orang berduit untuk mengalahkan lawan politiknya, termasuk lawan politik di internal partai.

 

Bagaimana memulihkan citra baik partai? Tentu saja dengan pendidikan politik. Bangun komitmen dan integritas secara bersamaan antara pemilih dengan Partai Politik. Tentu tidak mudah, namun tidak ada pilihan, ketika kebohongan bertemu dengan modal, dan pada akhirnya tidak ada perbaikan apapun yang dirasakan warga, perlahan-lahan muncul kesadaran, dan warga mulai rindu pada politisi yang berintegritas.

 

Apa itu integritas? Cerita tentang Umar Bin Khatab yang menguji integritas anak pengembala domba di ujung sebuah kampung di negerinya, menjadi pembelajaran berharga. Suatu hari, Umar Bin Khatab bertemu dengan seorang anak pengembala domba, dia menggoda, “bagaimana kalau satu ekor dari ratusan domba yang engkau gembalakan sekarang ini kamu jual kepadaku, tuanmu tentu tidak tahu karena jumlah domba ini sangat banyak, kalau pun dia bertanya, toh kamu dapat mengatakan salah satu dombanya tersesat atau dimakan serigala”. Anak tersebut menolak tawaran Umar.

 

Kenapa kamu menolak? bukankah tidak ada yang tahu? kecuali hanya kita berdua? Anak tersebut berkata dengan nada bertanya, “dimana Tuhan?”. Bisa dibayangkan, anak di ujung kampung, integritasnya begitu kuat karena merasa Tuhan selalu melihatnya, sehingga bagaimana mungkin bisa berbohong atau berlaku curang, termasuk di tempat yang jauh di ujung kampung. Bandingkan dengan integritas pemilih sekarang ini.

 

Bukan hanya di kota, bahkan semakin ke kampung, semakin keropos integiritas pemilih. Mengambil semua yang memberi uang dan entah siapa yang dipilih dalam bilik suara, tidak ada yang tahu. Membangun integritas dan komitmen itulah tugas terberat partai. Terutama integritas di tubuh Partai Politik itu sendiri dan kalau itu mampu dibangun, perlahan pasti berdampak terhadap warga pemilih melalui pendidikan politik yang kontinyu dan berkelanjutan.

 

Kalau internal partai politik itu sendiri tidak mampu membangun integritasnya, sekuat apapun pendidikan politik dilakukan, hanya akan melahirkan integritas semua, yang mudah luntur oleh tawaran politik uang.

 

(nm)//red

Berita Terkait

TAK SEKADAR EDUKASI, KKL-PPM 79 UNMAL SENTUH SISI EMOSIONAL SISWA SMA YOS SUDARSO METRO
Polres Demak Gelar Lomba Kemerdekaan, Kompak Jalankan Tugas Kepolisian
Eratkan Sinergi,Kapolres HST Gelar Silaturahmi dengan Pengemudi Ojek Online
Prof. Haedar Nashir Tekankan Pentingnya Peran Pers Berkemajuan
Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah 2026, Haedar Nashir Terima Kartu Wartawan Utama Khusus
Kalsel Expo 2026 Semakin Semarak, Beragam Kegiatan Terus Digelar 
Sespimmen Polri Latih Kepemimpinan Strategis melalui Studi Lingkungan di Demak
*LAZNAS Rumah Zakat dan FDIK UIN Antasari Bahas Kolaborasi Ekosistem Digital Filantropi melalui Infak.ID*

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:30

TAK SEKADAR EDUKASI, KKL-PPM 79 UNMAL SENTUH SISI EMOSIONAL SISWA SMA YOS SUDARSO METRO

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:19

Polres Demak Gelar Lomba Kemerdekaan, Kompak Jalankan Tugas Kepolisian

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:14

Eratkan Sinergi,Kapolres HST Gelar Silaturahmi dengan Pengemudi Ojek Online

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:08

Prof. Haedar Nashir Tekankan Pentingnya Peran Pers Berkemajuan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:01

Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah 2026, Haedar Nashir Terima Kartu Wartawan Utama Khusus

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:23

Sespimmen Polri Latih Kepemimpinan Strategis melalui Studi Lingkungan di Demak

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:07

*LAZNAS Rumah Zakat dan FDIK UIN Antasari Bahas Kolaborasi Ekosistem Digital Filantropi melalui Infak.ID*

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:49

Pemkab Sintang Naikan Status Bencana Karhutla Dari Siaga Ke Tanggap Darurat

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x