Foto:WAKAPERWIL Media Propamnewstv Angkat Bicara Terkait Program MBG
BANTEN //propamnewstv.id/– Sejumlah kasus yang muncul dalam pelaksanaan makan Bergizi Gratis ( MBG ) belakangan ini memicu berbagai tanggapan di masyarakat.Namun, pandangan berbeda disampikan oleh wakaperwil kepala perwakilan wilayah media propam news tv dalam keterangan kepada wartawan,kamis kemarin. Ia menegaskan bahwa masalah yang terjadi bukan terletak pada konsep atau tujuan program, melainkan pada cara pelaksanaannya di lapangan yang jauh dari standar yang telah ditetapkan.
Menurutnya, program MBG yang digagas pemerintah sejatinya memiliki tujuan mulia dan di susun secara matang.”kalau kita lihat dari konsepnya, tujuan jelas sekali: memastikan anak-anak sekolah dan kelompok masyarakat yang membutuhkan mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang demi mendukung pertumbuhan dan kesehatan mereka. Rancangannya sudah disusun berdasarkan kajian mendalam,ada pedoman,ada standar yang jelas. Jadi tidak bisa dikatakan programnya yang salah,”ujarnya, Pandeglang Senin 27/04/2026.
“Namun,ia mengakui bahwa di lapangan ditemukan banyak penyimpangan yang menjadi akar dari berbagai masalah yang muncul,” ketika kita turun langsung melakukan pengecekan dan pendampingan , ternyata permasalahan utamanya ada di dapur penyedia makanan. Banyak di antara mereka yang tidak menjalankan prosedur operasional standar atau SOP yang sudah diatur dengan rinci,” tambahnya.
Beberapa bentuk ketidaksesuaian yang sering ditemukan di antaranya adalah:
Pengolahan makanan yang tidak higienis dan tidak sesuai jadwal yang ditentukan
Penggunaan bahan baku yang tidak memenuhi syarat kualitas dan keamanan pangan
Cara penyimpanan, pendinginan,dan pengemasan yang salah sehingga menurunkan kualitas bahkan membuat makanan tidak layak konsumsi
Fasilitas dapur yang tidak memadai dan tidak memenuhi standar kesehatan
“Semua ini bukan kesalahan sistem,tapi kesalahan pelaksana yang lalai dan tidak disiplin.SOP itu dibuat bukan tanpa alasan, tapi untuk menjamin apa yang diterima masyarakat itu benar-benar aman dan bermanfaat. Kalau aturannya dilanggar, dampaknya pasti buruk,”tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa penanganan masalah ini tidak seharusnya berujung pada penghentian program, melainkan pada perbaikan sistem pengawasan dan penegakan aturan yang lebih tegas.” Jangan sampai tujuan baiknya hilang hanya karena ada sebagian pihak yang tidak bertanggung jawab. Solusinya adalah perketat pengawasan mulai dari penerimaan bahan, Proses pengolahan, sampai penyaluran Dapur yang terbukti melanggar harus bertindak tegas,baik dengan perbaikan wajib maupun penghentian operasional sampai memenuhi syarat,”ujarnya.
Di akhir keterangannya,ia berharap seluruh pihak yang terlibat dapat bekerja sama agar program ini bisa berjalan sebagaimana mestinya.” Mari kita perbaiki apa yang salah,bukan menghancurkannya apa yang sebenarnya baik . Kalau semuanya berjalan sesuai aturan, manfaatnya pasti bisa dirasakan oleh orang,”pungkasnya.
Penulis:
Endang Suhendar S, E ( Red )


