Kubu Raya, Kalimantan Barat,//PropamNewsTv.id/– Pelayanan di SPBU Lintang Batang, Kabupaten Kubu Raya, mengalami gangguan selama empat hari berturut-turut setelah sistem operasional terdampak sambaran petir yang terjadi bertepatan dengan perayaan Hari Besar Paskah.

Manager operasional SPBU Lintang Batang mengungkapkan bahwa insiden tersebut menyebabkan kerusakan pada sistem kontrol utama, yakni PCC (Programmable Control Center) dan ATG (Automatic Tank Gauge), yang berfungsi mengatur distribusi dan pengukuran bahan bakar di SPBU.

“Sejak kejadian sambaran petir itu, sistem kami langsung mengalami error. ATG tidak bisa membaca volume BBM secara akurat, dan PCC juga tidak berfungsi normal, sehingga pelayanan kepada masyarakat terpaksa dihentikan sementara,” ujarnya.
Akibat gangguan tersebut, aktivitas pengisian bahan bakar di SPBU Lintang Batang sempat lumpuh total. Warga dan pengendara yang biasa mengisi BBM di lokasi itu terpaksa mencari alternatif SPBU lain yang jaraknya cukup jauh, sehingga menimbulkan antrean panjang di beberapa titik.
Pihak manajemen SPBU segera melakukan langkah cepat dengan berkoordinasi bersama teknisi untuk memperbaiki sistem yang rusak. Namun, karena kerusakan cukup serius akibat lonjakan listrik dari petir, proses perbaikan memerlukan waktu hingga empat hari.
“Kami sudah mendatangkan teknisi untuk melakukan pengecekan dan perbaikan menyeluruh. Alhamdulillah saat ini sistem sudah mulai normal kembali dan pelayanan berangsur pulih,” tambahnya.
Selain itu, pihak SPBU juga berencana melakukan peningkatan sistem pengamanan, termasuk pemasangan penangkal petir tambahan dan perlindungan pada perangkat elektronik guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan selama masa pemulihan pelayanan. Pihak SPBU memastikan bahwa stok BBM dalam kondisi aman dan distribusi akan kembali berjalan normal.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya sistem perlindungan terhadap gangguan cuaca ekstrem, terutama bagi fasilitas vital seperti SPBU yang bergantung pada sistem elektronik dalam operasionalnya.- Odo
Kaperwil Kalbar
Red I PropamNewsTv
Silsila



