Ketua Umum APPMBGI Bantah Narasi Liar di Medsos: Swasembada Beras 2025 RI Bukan Keajaiban, Melainkan Fakta Berbasis Data Resmi

- Reporter

Selasa, 7 April 2026 - 06:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta –//PropamNewsTv.id/Ketua Umum Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) menegaskan dengan tegas, bahwa swasembada beras Indonesia tahun 2025 adalah capaian nyata yang didukung data resmi, bukan sekadar narasi politik atau “kejutan tiba-tiba”.
Pernyataan ini langsung menjawab berbagai keraguan yang beredar di media sosial tentang keberlanjutan swasembada pangan nasional.selasa (7/4/226)

Ketua Umum APPMBGI, Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, M.M., M.S., M.Si., IPU., ASEAN Eng., menyatakan bahwa narasi yang meragukan kemampuan Indonesia mencapai swasembada beras secara berkelanjutan tidak sesuai dengan realitas di lapangan.
“Produksi beras nasional tahun 2025 mencapai sekitar 34,7 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi masyarakat hanya sekitar 31,1 juta ton. Artinya, kita punya surplus lebih dari 3 juta ton,” jelas Rivai, mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) secara langsung.

Ia menambahkan, Badan Pangan Nasional juga mencatat peningkatan signifikan cadangan beras pemerintah dan penguatan stok nasional sepanjang tahun tersebut. “Dalam ilmu ekonomi pangan, swasembada itu sederhana; ketika produksi lebih besar daripada konsumsi. Ini bukan opini, ini angka resmi,” tegasnya.

Bukan Kejutan, Melainkan Akselerasi yang Terencana
Rivai menjelaskan bahwa capaian swasembada 2025 bukan hasil kebetulan, melainkan buah dari kerja sistematis pemerintah melalui Kementerian Pertanian.
Beberapa langkah kunci yang mendorong akselerasi tersebut antara lain: Peningkatan luas panen nasional, perbaikan produktivitas lahan melalui teknologi dan bibit unggul, penguatan harga gabah di tingkat petani agar mereka tetap semangat menanam, optimalisasi penyerapan hasil produksi oleh Perum BULOG.

“Dengan demikian, swasembada ini adalah hasil konsistensi kebijakan, bukan anomali jangka pendek,” kata Rivai.
Ia juga membedakan dengan jelas antara impor taktis dan ketergantungan struktural. Impor beras yang dilakukan di awal tahun hanya bersifat sementara untuk menjaga stabilitas harga dan stok.
Neraca pangan nasional dihitung secara tahunan berdasarkan keseimbangan produksi dan konsumsi secara keseluruhan, bukan per bulan. Karena itu, impor terbatas tidak serta-merta menghapus status swasembada yang sudah tercapai sepanjang tahun.
Mengapa Perbandingan dengan Jepang Kurang Relevan?
Beberapa pihak kerap membandingkan Indonesia dengan Jepang yang memiliki teknologi pertanian sangat maju. Menurut Rivai, perbandingan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Indonesia memiliki tantangan yang jauh berbeda, karena skala konsumsi beras yang jauh lebih besar, karakteristik lahan yang beragam, serta struktur petani yang mayoritas kecil dan tradisional.

“Keberhasilan swasembada tidak diukur dari siapa yang paling canggih teknologinya, tetapi dari kemampuan suatu bangsa memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya sendiri,” tegas Rivai.
Jangan Memupuk Keraguan
Rivai mengajak publik untuk melihat data secara objektif. “Yang kita lihat bukan klaim, melainkan realitas berbasis angka. Swasembada beras 2025 adalah momentum bersejarah bagi kedaulatan pangan Indonesia,” ujarnya.
Tantangan ke depan, menurutnya, bukan lagi membuktikan apakah Indonesia mampu, melainkan bagaimana menjaga, memperkuat, dan memastikan manfaat swasembada ini dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat — mulai dari petani hingga konsumen di dapur rumah tangga.

Dengan demikian, ia mengajak semua pihak untuk mendukung keberlanjutan swasembada beras ini, karena ketahanan pangan adalah fondasi utama kemandirian bangsa.

Berita Terkait

SINERGITAS FORKOPIMCAM HALONG BERSAMA PT JHONLIN BARATAMA DAN SELURUH ELEMEN SALURKAN AIR BERSIH BAGI WARGA TERDAMPAK KEKERINGAN
Paskas Entikong Salurkan Air Bersih untuk Masyarakat, Perkuat Kolaborasi Sosial Bersama Karang Taruna dan Remaja Masjid Istiqamah
Ketua Karang taruna RW 11. Baranang siang indah, kang Boris jadi pelopor dalam memeriah kan HUT RI ke – 81.
Hak Adat Diabaikan, Prosedur Dilanggar — Prianto Kecam Keras Upaya Pengesahan Sepihak di Lahei!*
*Polda Kalsel Resmikan 22 Jembatan Merah Putih Presisi, Bangun Akses Aman bagi Masyarakat*
Wabup Sintang Audiensi ke BNPP RI, Dorong Percepatan Pembangunan Kawasan Perbatasan
Diduga Curi Buah Sawit, Seorang Pria Berinisial RW Diamankan Polisi
PERHATIAN PUBLIK MENINGKAT LUAS: VIRALNYA PERJUANGAN WARGA NEGARA ASAL DUGAAN S.A.D. RT 23 DESA BUNGKU KLAIM RUANG PENGHIDUPAN SELUAS DUGAAN 1.400 HEKTAR DI JAMBI

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 15:32

Polres Tabalong Bersama BPBD Salurkan Air Bersih kepada Warga Terdampak Kekeringan

Sabtu, 26 September 2026 - 15:18

Proses Identifikasi Korban KM Virgo Transport 8 Terus Berjalan, 20 Jenazah Berhasil Teridentifikasi DVI Polda Kalsel

Sabtu, 26 September 2026 - 14:30

SINERGITAS FORKOPIMCAM HALONG BERSAMA PT JHONLIN BARATAMA DAN SELURUH ELEMEN SALURKAN AIR BERSIH BAGI WARGA TERDAMPAK KEKERINGAN

Sabtu, 26 September 2026 - 14:06

Catatan Konferensi Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan – KBB) KBB; Gerakan Rakyat Perwujudan Demokrasi

Sabtu, 26 September 2026 - 14:00

Bersama Partai Umat dan Rumah Zakat, Satlantas Polres Batola Aksi Kemanusiaan Bagi Masker di Depan Pos Simpang 4 Handil Bakti

Sabtu, 26 September 2026 - 13:46

Ungkap Penganiayaan Oknum Kades hingga Pembunuhan di Kabiyain, Kapolres Balangan : Pelaku Diamankan

Sabtu, 26 September 2026 - 13:36

Kepedulian Polres Hulu Sungai Memberi Bantuan Berupa Tandon Air Bersih Untuk Kebutuhan Masyarakat 

Sabtu, 26 September 2026 - 13:30

Terus Membersamai Aksi Kemanusiaan untuk Korban Virgo Transport 8 🤝🧡

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x