KUANSING, RIAU/PropamNewsTv.Id — Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti aktivitas di Pondok Pesantren Al-Tsurayya, Senin (30/03/2026). Setelah melewati libur panjang Idul Fitri 1447 H, para santri tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) kembali ke pondok, memulai lembaran baru kegiatan belajar mengajar.
Sejak pagi, satu per satu santri berdatangan dengan wajah cerah, menandai dimulainya kembali ritme kehidupan pesantren. Pihak pengelola memastikan seluruh sarana dan prasarana telah siap sepenuhnya, sehingga proses pembelajaran dapat langsung berjalan optimal tanpa hambatan.
Mudir Ponpes Al-Tsurayya, Helbi Akbar, menyampaikan bahwa persiapan telah dilakukan jauh hari. Hal ini bertujuan agar para santri dapat segera beradaptasi kembali dengan lingkungan belajar serta kurikulum yang diterapkan.
“Persiapan pondok sudah matang. Kami ingin transisi dari masa libur ke masa belajar berjalan efektif, sehingga santri bisa langsung fokus,” ujarnya.
Tak hanya itu, Ponpes Al-Tsurayya juga menghadirkan langkah nyata dalam mendukung akses pendidikan. Untuk tahun ajaran 2026/2027, pihak pondok menyiapkan program beasiswa penuh bagi satu orang anak yatim. Program ini menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus komitmen lembaga dalam membuka kesempatan pendidikan bagi semua kalangan.
Selain program beasiswa, pendaftaran santri baru—khusus putra—masih dibuka. Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan kesempatan ini, terutama bagi orang tua yang menginginkan pendidikan seimbang antara ilmu agama dan pengetahuan umum bagi putra mereka.
“Kami juga masih membuka pendaftaran santri baru. Silakan bagi orang tua yang ingin anaknya mendapatkan pendidikan berbasis pesantren,” tambahnya.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, langkah Ponpes Al-Tsurayya ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat serta memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan hanya karena keterbatasan biaya.
Red








