Istri Terduga Pecandu Sabu Datangi Pusat Rehabilitasi di Lebak Bulus, Minta Kejelasan Status Suami

- Reporter

Selasa, 24 Maret 2026 - 10:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,//PropamNewsTv.id-24 Maret 2026 — Seorang perempuan bernama Wiwit mendatangi sebuah pusat rehabilitasi narkotika di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada Selasa (24/3/2026). Kedatangannya didampingi oleh kuasa hukum, Mohammad Lutfi, S.H., guna menanyakan tindak lanjut penanganan suaminya yang diduga sebagai pengguna obat-obatan terlarang jenis sabu.

Kehadiran Wiwit ke fasilitas rehabilitasi tersebut merupakan tindak lanjut dari permintaan salah satu petugas agar pihak keluarga datang langsung ke kantor rehabilitasi. Dalam pertemuan tersebut, pihak rehab menyampaikan adanya sejumlah biaya yang harus dipenuhi oleh keluarga untuk menjalani program rehabilitasi rawat jalan.

“Saat ini ada pembiayaan yang perlu dipenuhi untuk menjalankan rehabilitasi rawat jalan, kisarannya antara Rp15 juta hingga Rp20 juta per bulan,” ujar salah satu petugas kepada pihak keluarga.

Mendengar hal itu, Wiwit mengaku keberatan dengan besaran biaya yang disampaikan. Ia menyebut kondisi ekonominya tidak memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

“Saya tidak punya uang sebesar itu, Pak. Saya hidup pas-pasan,” ungkap Wiwit dengan nada haru.
Selain persoalan biaya, Wiwit juga mempertanyakan status suaminya yang disebut sebagai pecandu sabu. Ia mengaku belum sepenuhnya yakin dengan dugaan tersebut, karena selama ini tidak pernah melihat langsung suaminya menggunakan narkotika.

“Saya belum yakin kalau suami saya pecandu sabu, Pak. Selama ini saya tidak pernah tahu atau melihat suami saya memakai barang haram itu,” ujarnya.

Namun demikian, pihak rehabilitasi melalui salah satu staf bernama Rangga menyampaikan hasil pemeriksaan medis yang menunjukkan bahwa suami Wiwit diduga telah menggunakan sabu sebanyak delapan kali.

“Berdasarkan hasil medis, suami Ibu sudah menggunakan sabu sekitar delapan kali,” jelas Rangga.
Menanggapi hal tersebut, Wiwit memohon agar dilakukan pemeriksaan ulang guna memastikan kondisi sebenarnya. Ia berharap ada kejelasan apakah suaminya benar-benar merupakan pecandu berat atau hanya pengguna sesekali.

“Saya mohon kepada Bapak untuk cek lab lagi. Apakah suami saya ini pecandu berat atau hanya sekali pakai. Karena menurut pengakuan suami saya, dia diberi kopi oleh temannya yang diduga sudah dicampur sesuatu saat malam takbiran,” tutur Wiwit.

Namun, permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi oleh pihak rehabilitasi. Staf menyampaikan bahwa kondisi terkini pasien telah dinyatakan negatif, namun tidak membuka kemungkinan untuk pemeriksaan ulang dalam waktu dekat.

“Tidak bisa, Bu. Yang jelas sekarang sudah negatif,” jawab staf tersebut singkat.

Wiwit pun kembali memohon agar apabila suaminya bukan termasuk kategori pecandu berat, maka ia diizinkan untuk membawa pulang suaminya dan melakukan pemeriksaan lanjutan secara independen.

“Kalau memang bukan pecandu berat, tolong keluarkan suami saya, Pak, dan cek lagi. Saya yakin suami saya bukan pemakai. Kalau memang pemakai, pasti akan ketagihan,” tegasnya.

Setelah pertemuan tersebut, Wiwit memutuskan untuk pulang. Ia berharap pihak kepolisian yang sebelumnya mengirim suaminya ke pusat rehabilitasi dapat membantu memberikan kejelasan melalui pemeriksaan lanjutan.

“Saya mohon kepada pihak kepolisian untuk membantu mengecek kembali, apakah benar suami saya ini pecandu berat. Kalau hanya ringan, saya berharap bisa membawa suami saya pulang,” tutup Wiwit.

Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak-pihak terkait yang disebutkan dalam peristiwa tersebut.

Catatan Redaksi:
Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.//red//tim

Berita Terkait

Paskas Entikong Salurkan Air Bersih untuk Masyarakat, Perkuat Kolaborasi Sosial Bersama Karang Taruna dan Remaja Masjid Istiqamah
Ketua Karang taruna RW 11. Baranang siang indah, kang Boris jadi pelopor dalam memeriah kan HUT RI ke – 81.
Hak Adat Diabaikan, Prosedur Dilanggar — Prianto Kecam Keras Upaya Pengesahan Sepihak di Lahei!*
*Polda Kalsel Resmikan 22 Jembatan Merah Putih Presisi, Bangun Akses Aman bagi Masyarakat*
Wabup Sintang Audiensi ke BNPP RI, Dorong Percepatan Pembangunan Kawasan Perbatasan
Diduga Curi Buah Sawit, Seorang Pria Berinisial RW Diamankan Polisi
PERHATIAN PUBLIK MENINGKAT LUAS: VIRALNYA PERJUANGAN WARGA NEGARA ASAL DUGAAN S.A.D. RT 23 DESA BUNGKU KLAIM RUANG PENGHIDUPAN SELUAS DUGAAN 1.400 HEKTAR DI JAMBI
*Dukung Program Presiden, 15 Taruna Akpol dan AAL Rampungkan Kegiatan ‘Taruna Bakti’ di Kalsel*

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 14:00

Bersama Partai Umat dan Rumah Zakat, Satlantas Polres Batola Aksi Kemanusiaan Bagi Masker di Depan Pos Simpang 4 Handil Bakti

Sabtu, 26 September 2026 - 13:57

Bantuan Warga Terdampak Kekeringan Polres Barito Kuala Bersama Forkopimda Distribusikan Air Bersih di atabunganen

Sabtu, 26 September 2026 - 13:46

Ungkap Penganiayaan Oknum Kades hingga Pembunuhan di Kabiyain, Kapolres Balangan : Pelaku Diamankan

Sabtu, 26 September 2026 - 13:36

Kepedulian Polres Hulu Sungai Memberi Bantuan Berupa Tandon Air Bersih Untuk Kebutuhan Masyarakat 

Sabtu, 26 September 2026 - 13:30

Terus Membersamai Aksi Kemanusiaan untuk Korban Virgo Transport 8 🤝🧡

Senin, 21 September 2026 - 16:20

Percepat Digitalisasi Perlinsos, Disdukcapil Kuningan Aktifkan IKD Seluruh Babinsa Kodim 0615

Jumat, 18 September 2026 - 15:22

Personel Polres Balangan dengan Sigap Datangi Karhutla di Desa Kusambi Hulu

Jumat, 18 September 2026 - 14:14

Personel Polres Balangan Berjibaku Padamkan Karhutla di Desa Teluk Mesjid

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x