JAKARTA //propamnewstv.id/ – Badan Pimpinan Pusat Kamar Dagang Pengusaha Muda Indonesia (KAPMI) menggelar kegiatan santunan anak yatim piatu, business matching, serta buka puasa bersama di Jakarta Pusat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya organisasi untuk mendorong kolaborasi antara pengusaha dan generasi muda sekaligus meningkatkan kepedulian sosial di masyarakat.
Sekretaris Jenderal KAPMI, Alya Cahya, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memiliki tiga agenda utama, yakni business matching antara pengusaha dan generasi muda, pemberian santunan kepada anak yatim piatu, serta buka puasa bersama.
Mi
“Kami hari ini ingin menghormati dan memberikan kesempatan kepada anak-anak muda, bahkan sejak usia dini, agar mereka bisa tumbuh dan berkembang menjadi pengusaha muda di masa depan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam kegiatan santunan tersebut sekitar 50 anak yatim piatu di wilayah Jakarta Pusat menerima bantuan dari para anggota organisasi.
“Kami berharap kegiatan santunan ini tidak hanya dilakukan setahun sekali, tetapi bisa dua hingga tiga kali dalam setahun sebagai bentuk kepedulian kami kepada masyarakat,” katanya.
Selain kegiatan sosial, KAPMI juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pengusaha dengan pemerintah serta berbagai pihak untuk mendukung pengembangan usaha, khususnya di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurut Alya, organisasi tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi pengusaha besar, tetapi juga menjadi wadah bagi para pelaku UMKM agar dapat berkembang bersama.
“Kami ingin KAPMI hadir di tengah masyarakat, membantu para pelaku usaha yang membutuhkan sinergi, kolaborasi, dan dukungan untuk memajukan usahanya,” ujarnya.
Saat ini, KAPMI telah memiliki jaringan kepengurusan di berbagai daerah di Indonesia, bahkan hingga wilayah Papua. Jumlah anggotanya diperkirakan mencapai ratusan hingga ribuan orang jika digabungkan dengan anggota di tingkat daerah.
Ke depan, organisasi tersebut menargetkan peningkatan jumlah anggota secara signifikan pada tahun 2026 sekaligus memperkuat program pemberdayaan UMKM melalui berbagai pelatihan serta kegiatan pengembangan usaha.
Selain itu, KAPMI juga berencana merangkul kelompok disabilitas dalam berbagai program yang dijalankan.
“Disabilitas juga memiliki potensi besar, bahkan ada yang menjadi trainer dan planner. Namun selama ini belum banyak wadah yang menaungi mereka. Kami ingin KAPMI menjadi rumah yang nyaman bagi teman-teman disabilitas untuk berkembang,” ujarnya.
Melalui berbagai program tersebut, KAPMI berharap dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran pengusaha dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional.
(Red)








