Jakarta, // PropamNewstv.id- Ketua Umum Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Dr. Ipong Hembing Putra, menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu di media sosial yang dinilai tidak bertanggung jawab dan berpotensi memecah belah persatuan bangsa.
Dalam pernyataannya, Dr. Ipong mengingatkan bahwa derasnya arus informasi di ruang digital kerap dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk menebar kebencian, fitnah, dan adu domba antarkelompok masyarakat.
“Kepada saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, saya mengajak agar kita tidak terprovokasi isu-isu di media sosial yang tidak jelas sumber dan kebenarannya, apalagi yang bertujuan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” tegas Dr. Ipong.
Ajakan Tetap Tenang dan Percaya Proses Dr. Ipong mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, rasional, serta mengedepankan tabayun dalam menyikapi setiap informasi, terutama yang berkaitan dengan isu SARA, politik, dan keamanan nasional.
“Kita harus tetap bersatu dan tenang dalam menghadapi berbagai permasalahan. Yakinlah, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto beserta jajarannya memiliki komitmen dan kapasitas untuk mengatasi serta menyelesaikan permasalahan bangsa secara konstitusional,” ujarnya.Menurutnya, sikap panik, saling curiga, dan mudah tersulut emosi justru akan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak menginginkan Indonesia damai dan stabil.
Karena itu, ia menekankan pentingnya kedewasaan bermedia sosial dan kepatuhan pada hukum yang berlaku.
Pancasila Haluan, NKRI Harga MatiSebagai ormas yang beranggotakan warga Muslim keturunan Tionghoa dan masyarakat umum, PITI menegaskan komitmennya untuk terus berada di garda depan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Bersatulah bangsa kita. Jagalah negeri kita. Pancasila adalah haluan kita, Bhinneka Tunggal Ika semboyan kita, dan NKRI harga mati,” kata Dr. Ipong.Ia menambahkan, kebinekaan Indonesia justru merupakan kekuatan, bukan kelemahan.
Selama seluruh elemen bangsa berpegang pada Pancasila dan UUD 1945, perbedaan suku, agama, ras, dan golongan dapat menjadi modal sosial yang besar bagi kemajuan.“PITI selalu siap membela NKRI. Hidup Indonesia, hidup kesatuan dan kebersamaan kita. Merdeka!” pungkasnya.
Pernyataan ini diakhiri Dr. Ipong dengan doa agar bangsa Indonesia senantiasa mendapat bimbingan dan perlindungan Tuhan Yang Maha Esa dalam menjaga persatuan dan menghadapi berbagai tantangan kebangsaan ke depan.








