JAKARTA, // PropamNewstv.id – Di tengah laju cepat era digital, satu klik yang tampak sepele dapat membuka pintu bagi ancaman serius terhadap kehidupan pribadi seseorang. Phishing hadir melalui tautan palsu yang menipu, sementara doxing mengintai dengan cara lebih kejam: menyebarkan data pribadi tanpa izin ke ruang publik yang tak berbatas.
Identitas digital mulai dari nomor telepon, alamat tempat tinggal, hingga riwayat transaksi kini bukan sekadar data, melainkan aset berharga yang menentukan rasa aman dan martabat individu. Ketika kewaspadaan melemah, “tamu tak diundang” dapat dengan mudah masuk dan mengacak-acak tatanan hidup, baik secara sosial maupun ekonomi.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa teknologi, sejauh apa pun kemajuannya, tetap menuntut kedewasaan penggunanya. Literasi digital bukan lagi pilihan tambahan, melainkan kebutuhan mendasar. Kesadaran untuk memeriksa sumber informasi, tidak sembarang mengklik tautan, dan menjaga kerahasiaan data pribadi adalah bentuk perlindungan paling sederhana sekaligus paling penting.
Pada akhirnya, keamanan digital bukan semata urusan sistem dan aplikasi, tetapi soal sikap. Waspada adalah etika baru di ruang maya, agar kemudahan teknologi tidak berubah menjadi pintu masuk bagi kerentanan yang kita ciptakan sendiri.
Humas Polri
Aziz Naga – Bandung
Media PropamNewsTv








