Pemerintah Rancang Sekolah Baru Bernama Sekolah Terintegrasi

- Reporter

Sabtu, 31 Januari 2026 - 07:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, // PropamNewstv.id – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) tengah menggodok konsep baru sekolah terintegrasi. Konsep itu dimaksudkan untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas, merata, dan terjangkau bagi seluruh anak Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno sebelumnya memimpin rapat tingkat menteri untuk mematangkan konsep sekolah terintegrasi tersebut pada Kamis, 29 Januari 2026 lalu.

Pratikno mengatakan, sekolah terintegrasi dapat jadi solusi strategis atas dua persoalan mendasar pada pendidikan nasional, yakni ketimpangan mutu antarwilayah dan rendahnya capaian kualitas sekolah di banyak daerah. “Ini bukan sekadar pembangunan fisik sekolah, tetapi transformasi tata kelola pendidikan agar setiap anak, dimana pun berada, memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan bermutu,” ujar dia.

Sekolah terintegrasi direncanakan akan ada satu di setiap kecamatan, bersifat inklusif, dan bebas dari pungutan biaya, guna menjangkau anak-anak usia sekolah secara luas dan merata. Sekolah terintegrasi menyediakan jenjang pendidikan dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK dalam satu sistem tata kelola dan pembelajaran yang berkelanjutan.

Konsep ini memungkinkan peserta didik mendapatkan layanan pendidikan yang utuh, terarah, dan konsisten sejak usia dini hingga pendidikan menengah, didukung sarana dan prasarana modern serta kurikulum holistik yang mengombinasikan kurikulum nasional dan pengayaan global.

Pratikno menambahkan sasaran utama sekolah terintegrasi bersifat inklusif, dengan fokus pada peserta didik dari keluarga desil menengah, tanpa menutup peluang bagi anak-anak dari kelompok rentan yang belum sepenuhnya terjangkau oleh program lain. Sekolah terintegrasi, kata dia, diharapkan mampu menjembatani kesenjangan sekaligus mendorong mobilitas sosial melalui pendidikan.

“Keberhasilan program ini membutuhkan sinergi lintas kementerian, pemerintah daerah, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan. Pendidikan adalah investasi jangka panjang bangsa, dan sekolah terintegrasi menjadi salah satu fondasi penting untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan berkeadilan,” ucap Pratikno.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang hadir dalama rapat itu mengatakan, sekolah terintegrasi akan dirancang terintegrasi dengan fasilitas vokasi dan pelatihan yang relevan dengan karakter wilayahnya. Jika berada di wilayah pesisir, maka akan terintegrasi dengan vokasi perikanan, sedangkan, di wilayah daratan terintegrasi dengan vokasi pertanian, peternakan, maupun perkebunan. “Sehingga lulusannya dapat terserap dan sesuai dengan kebutuhan riil dunia kerja,” kata Prasetyo.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Muti menyampaikan, sekolah terintegrasi memiliki tiga target besar, yakni transformasi infrastruktur, transformasi SDM, dan transformasi pembelajaran berkelanjutan yang mendukung proses transisi anak yang lebih baik dengan kurikulum kombinasi nasional dan internasional dengan tetap memperhatikan kearifan lokal.  “Sekolah terintegrasi diharapkan dapat menjadi motor penggerak di level kecamatan,” kata dia.

Dari sisi regulasi, telah ditetapkan Kepmenko PMK Nomor 7 Tahun 2026 tentang Tim Kerja Penyiapan Pembangunan Sekolah Terintegrasi, dengan Menko PMK dan Mendikdasmen bertindak sebagai pengarah. Selanjutnya, akan disiapkan regulasi pendukung pelaksanaan kebijakan tersebut.

Dalam rapat, turut hadir pula Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy, MenPAN RB Rini Widyantini, Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan, Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo, dan Plt. Kepala Badan Bank Tanah Hakiki Sudrajat.

(Sumber : Tempo)

Berita Terkait

PEMBINAAN MASYARAKAT SEKITAR TAHURA CARITA BANTEN: KOLABORASI JAGA ALAM DAN SEJAHTERAKAN WARGA 
GRANAT Riau Desak Kapolri Copot Kapolres Rohil Terkait Kasus Narkoba
Polres Tabalong Sambut Tim Biro Rena Polda Kalsel, Perkuat Kinerja melalui Penilaian SIK3 dan Anev SI ABK
Jalin Sinergitas, Kapolres Cianjur Kunjungi Yon Armed 05/105 Tarik Pancagiri Jelang HUT ke-76
Sinergitas Sekolah dan Pers Diperkuat, SDN Montor 2 Utamakan Keterbukaan Publik
Tak Viral, Tapi Nyata: Kedungarum Menjawab dengan Karya”
Audensi Senin: Pertanyaan Sudah Sampai, Jawaban Masih Berjalan
SELAMAT MENEMPUH UKK DAN USP: KEGIGIHAN ADALAH KUNCI UTAMA MENUJU PENCAPAIAN BESARMU 

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 12:52

PEMBINAAN MASYARAKAT SEKITAR TAHURA CARITA BANTEN: KOLABORASI JAGA ALAM DAN SEJAHTERAKAN WARGA 

Senin, 13 April 2026 - 12:37

GRANAT Riau Desak Kapolri Copot Kapolres Rohil Terkait Kasus Narkoba

Senin, 13 April 2026 - 12:18

Polres Tabalong Sambut Tim Biro Rena Polda Kalsel, Perkuat Kinerja melalui Penilaian SIK3 dan Anev SI ABK

Senin, 13 April 2026 - 12:04

Jalin Sinergitas, Kapolres Cianjur Kunjungi Yon Armed 05/105 Tarik Pancagiri Jelang HUT ke-76

Senin, 13 April 2026 - 11:46

Sinergitas Sekolah dan Pers Diperkuat, SDN Montor 2 Utamakan Keterbukaan Publik

Senin, 13 April 2026 - 10:47

Audensi Senin: Pertanyaan Sudah Sampai, Jawaban Masih Berjalan

Senin, 13 April 2026 - 10:22

SELAMAT MENEMPUH UKK DAN USP: KEGIGIHAN ADALAH KUNCI UTAMA MENUJU PENCAPAIAN BESARMU 

Senin, 13 April 2026 - 09:30

Tim Satgas Pangan Polda Kalsel Turun ke Pasar Antasari, Temukan Sejumlah Harga di Atas Ketentuan

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x