TANGERANG //propamnewstv.id – Banjir yang melanda Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Jumat (23/01/2026), bukan sekadar aliran air yang merendam permukiman, tetapi juga pengingat tentang ketidakpastian alam dan pentingnya kepedulian sesama.
Bhabinkamtibmas Desa Cikande, Aiptu Endang, bersama Babinsa Sertu Supriyadi, melaporkan kondisi terkini akibat luapan Sungai Cisadane yang merendam Kampung Parung Ceuri dan Kampung Lebak Gedong. Air setinggi sekitar 50 sentimeter telah menggenangi rumah warga dan akses lingkungan, memaksa masyarakat untuk menyingkir demi keselamatan.
Dalam situasi genting ini, warga terdampak dievakuasi oleh tim PMI ke lokasi yang lebih aman. Aiptu Endang dan Sertu Supriyadi tak hanya melaporkan kondisi, tetapi juga memberikan edukasi dan imbauan agar masyarakat segera berpindah ke tempat yang lebih tinggi, menegaskan filosofi sederhana. keselamatan diri dan kepedulian terhadap sesama adalah prioritas.
Debit Sungai Cidurian yang masih tinggi, arus deras, dan curah hujan yang terus berlangsung menjadi pengingat bahwa alam memiliki kekuatan yang tidak bisa diprediksi. Namun, melalui kebersamaan dan kewaspadaan, manusia mampu menavigasi bencana dengan bijak. Kehadiran aparat di tengah warga bukan sekadar tugas, tetapi simbol bahwa perhatian dan solidaritas adalah fondasi paling penting saat menghadapi ujian alam.
“Air mungkin menenggelamkan rumah, tetapi tidak menenggelamkan kepedulian kita terhadap sesama,” ungkap Aiptu
Endang, menegaskan nilai kemanusiaan di tengah derasnya bencana.
Di sisi lain, warga berharap adanya tindakan nyata dan solusi dari pemerintah kabupaten maupun provinsi Banten, agar banjir serupa dapat diminimalkan di masa depan, dan keselamatan masyarakat bisa lebih terjamin.








