Bujur Jar Pian, Banyaki Acara” Simplifikasi Bencana Ekologi

- Reporter

Kamis, 22 Januari 2026 - 02:43

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KALIMANTAN //propamnewstv.id – Viral, ada video pernyataan sejumlah masyarakat yang membenarkan pernyataan Gubernur Kalimantan Selatan, supaya banjir cepat reda, bujur jar pian, banyaki acara, sehingga semua orang berdoa agar hujan tidak turun. Pernyata awalnya kira-kira seperti ini, “banyaki acara, supaya pawang hujan memindahkan hujan ke tempat lain, termasuk memindahkan hujan di gunung-gunung”.

Terkesan pernyataan pembenaran tersebut dimobilisasi. Entah mobilisasi atau natural, hal tersebut tentu biasa, teori sosial menyebutnya framing isu, yaitu mengemas sesuatu, entah berupa kata, gambar atau konteks, guna memengaruhi persepsi, penilaian, atau keputusan.

Sesuatu diframing, untuk mengubah persepsi yang sudah ramai diperbincangkan. Tentu akan efektif, bila framing tersebut memang mengandung kebenaran. Sebaliknya berpotensi menjadi bahan olokan, bila justru bertentangan dengan apa yang sebenarnya dirasakan warga.

Apa dampak besar yang ditimbulkan dari tindakan seperti itu? Dampaknya tentu saja mensimplifikasi sesuatu yang besar dan kompleks, menjadi dangkal, dan berpotensi salah dalam solusi kebijakan. Akhirnya, bukan menyelesaikan persoalan, malah menambah masalah.

Apalagi dalam soal berpikir, akan bermasalah bila terlalu cepat menyederhanakan sesuatu yang sebenarnya kompleks. Tanpa memahami akar penyebab, hubungan antar elemen, berubah simpel menjadi benar vs salah, atau baik vs buruk, padahal nyatanya tidak sesederhana itu.

Apalagi menyangkut bencana ekologi, tidak bisa disimplifikasi sekedar menghalau hujan dengan banyaknya acara, karena dapat menghilangkan substansi dan detail penting yang mengarah pada kesimpulan yang tidak tepat.

Dalam soal ekologi, jangan sampai diframing pada sesuatu yang membodohi masyarakat. Aklibatnya, tidak ada tanggungjawab sosial menyangkut upaya menjaga dan memelihara lingkungan. Pun, tidak akan memberikan penegasan pada pihak-pihak yang senyatanya memang merusak lingkungan, sehingga mengundang bencana untuk datang. Juga berpotensi mengabaikan tanggungjawab pemerintah, karena sudah memberikan izin secara murah meriah, dan nyatanya berdampak pada kerusakan lingkungan.

Agar tidak mudah disimplifikasi, ternyata harus dinyatakan berulang kali, bahwa bencana ekologi itu akibat ulah tangan manusia. Bukan oleh curah hujan atau rob. Ulah tangan manusia menyebabkan kondisi lingkungan memiliki kerentanan terhadap bencana. Sebab alamnya sudah rusak, hutannya gundul, sungainya semakin dangkal, maka ketika hujan datang, kerentanan tersebut mendatangkan bencana.

Alam ini baik adanya, Tuhan sudah menciptakan dengan sangat sempurna. Keserakahan manusia lah yang menyebabkan alam dan lingkungan menjadi rusak. Para perusak lingkungan, termasuk atas nama investasi, bila berbuah bencana dan merugikan orang banyak, merubah bentang alam dan melahirkan kerentanan serta bencana, maka pastilah termasuk dosa besar.

Karena itu, penting terus mensosialisasikan spiritualitas ekologi, agar ada kesadaran bahwa kerusakan lingkungan yang disebabkan ulah tangan manusia, adalah perbuatan dosa yang sulit diampuni. (nm)

Berita Terkait

Pihak orang tua korban pelaku sepakat berdamai, utamakan masa depan dan pemulihan psikologis anak.”
Warga soroti pembanguan kandang ayam petelur bantuan kementrian, melalui aspirasi anggota Dewan DPR RI tanpa papan anggaran . Di Desa marga asih kecamatan cicalengka.kab bandung.
SHOWROOM EVENT & TEST DRIVE GEBYAR XFORCE HYBRID SUPER DEAL SEPTEMBER
Diduga Curi 18 Plat Lining Grinding, Seorang Pria Warga Lano Diamankan Polisi Haruai
Polsek Muara Harus Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Dugaan Penipuan Berkedok Sumbangan di Tabalong
Kemarau Melanda, Air Bersih Mengalir: Polsek Haruai Gandeng PT Jhonlin Baratama Salurkan 15 Ribu Liter Air untuk Warga Kembang Kuning
Perkuat Sinergitas Direktur Media Propam News TV Gelar Audiensi dengan Kapolres Lhokseumawe
Bupati Aceh Utara Yang di Kenal Dengan Sapaan Ayah Wa Mengajak Warga Masyarakat Sukseskan HUT ke 800 Tahun Aceh Utara

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 22:56

Pihak orang tua korban pelaku sepakat berdamai, utamakan masa depan dan pemulihan psikologis anak.”

Senin, 28 September 2026 - 16:40

Warga soroti pembanguan kandang ayam petelur bantuan kementrian, melalui aspirasi anggota Dewan DPR RI tanpa papan anggaran . Di Desa marga asih kecamatan cicalengka.kab bandung.

Senin, 28 September 2026 - 14:54

SHOWROOM EVENT & TEST DRIVE GEBYAR XFORCE HYBRID SUPER DEAL SEPTEMBER

Senin, 28 September 2026 - 14:42

Diduga Curi 18 Plat Lining Grinding, Seorang Pria Warga Lano Diamankan Polisi Haruai

Senin, 28 September 2026 - 14:28

Polsek Muara Harus Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Dugaan Penipuan Berkedok Sumbangan di Tabalong

Senin, 28 September 2026 - 05:01

Perkuat Sinergitas Direktur Media Propam News TV Gelar Audiensi dengan Kapolres Lhokseumawe

Senin, 28 September 2026 - 03:16

Bupati Aceh Utara Yang di Kenal Dengan Sapaan Ayah Wa Mengajak Warga Masyarakat Sukseskan HUT ke 800 Tahun Aceh Utara

Minggu, 27 September 2026 - 15:12

GEMPAR! BANTUAN BERAS BULOG DIDUGA SALAH SASARAN: WARGA MISKIN & LANSIA DI LADANG PANJANG KESULITAN HIDUP!

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x