Pembentukan kodam dan ratusan batalyon baru, hingga kewenangan di dunia maya – Bagaimana posisi militer di tahun kedua Prabowo?

- Reporter

Sabtu, 17 Januari 2026 - 11:57

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA //propamnewstv.id – Tangis Lenny Damanik seketika pecah saat dia mengucapkan kalimat bahwa anaknya, yang berusia 15 tahun, Mikael Histon Sitanggang, tewas akibat dianiaya prajurit TNI berpangkat Sersan Satu Riza Pahlivi.

Kemarahannya kian meninggi setelah menyaksikan pelaku hanya dihukum 10 bulan penjara.

Peristiwa yang menimpa Mikael terjadi pada 2024 silam. Dia dan temannya sedang menonton tawuran di Medan, Sumatra Utara. Mikael ditangkap aparat keamanan bertepatan dengan berhamburannya massa tawuran.

Begitu dicokok, Mikael, yang tidak ikut tawuran, justru kena bogem mentah. Dia dihajar. Dia langsung dibawa ke rumah sakit oleh teman-temannya untuk menjalani perawatan. Sayang, kondisi Mikael memburuk dan nyawanya tak tertolong.

Di hadapan para hakim Mahkamah Konstitusi, dalam sidang, Rabu (14/01), Lenny berupaya mencari keadilan.

“Kematian anak saya telah membunuh saya, dan [kemudian] datang lagi putusan yang diberikan lebih tidak adil lagi,” kata Lenny yang hadir sebagai saksi di sidang permohonan uji materi Undang-Undang TNI.

MK mengaku UU TNI adalah beleid yang paling banyak digugat, mencapai 20 kali. Hal ini, menurut salah satu hakim MK, Suhartoyo, memperlihatkan masyarakat menaruh perhatian serius kepada sektor keamanan.

UU TNI sendiri pertama kali disahkan pada 2004, enam tahun sejak Reformasi 1998 menggulung kekuasaan Soeharto. Tujuan undang-undang ini adalah mengatur kedudukan tentara supaya tidak melebihi batas kewenangannya: urusan pertahanan negara.

Berjarak 21 tahun setelahnya, pemerintahan Prabowo Subianto menandatangani pemberlakuan revisi terhadap UU TNI. Publik meresponsnya dengan demonstrasi yang menjalar di banyak kota, mendesak revisi itu dibatalkan.

Pemerintahan Prabowo Subianto yang sudah berumur lebih dari satu tahun dianggap cenderung militeristik dengan pelibatan aktif tentara di setiap kebijakannya. Memasuki tahun kedua, sejumlah akademisi menilai warna militer bakal semakin terang terlihat.

Prabowo mengakui bahwa dia mendengar kritik terkait relasinya dengan militer. Dia meresponsnya dengan berkata, “Apa benar [Prabowo mau hidupkan militerisme]?”

Berita Terkait

SURAT TERBUKA , Kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Jenderal (Purn.) Prabowo Subianto, dan Komisaris/Dewan Direksi PT Freeport Indonesia.
Tim 2 Beruang Jaga Jakarta Amankan 3 Pemuda Bawa Celurit di Bekasi Timur
Kematian Ratusan Ikan Dewa, Pemda Kuningan Bakal Evaluasi Pengelola
Polantas Razia Motor di Kuningan, Puluhan Knalpot Brong Disita
Wabup Sintang Hadiri Musrenbang Dapil 3 di SMKN 1 Sintang
Pemkab Sintang Akan Data Orang Miskin, Lengkap Dengan Nama dan Alamatnya
Pelantikan Pengurus PUK SP KEP PT SIS 2026–2030 Berlangsung Aman dan Kondusif
Tim PMB UNUKASE Silaturahmi ke Kepala Inspektorat Kabupaten Kotabaru

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 02:20

SURAT TERBUKA , Kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Jenderal (Purn.) Prabowo Subianto, dan Komisaris/Dewan Direksi PT Freeport Indonesia.

Rabu, 11 Februari 2026 - 02:07

Tim 2 Beruang Jaga Jakarta Amankan 3 Pemuda Bawa Celurit di Bekasi Timur

Rabu, 11 Februari 2026 - 02:01

Kematian Ratusan Ikan Dewa, Pemda Kuningan Bakal Evaluasi Pengelola

Rabu, 11 Februari 2026 - 01:48

Polantas Razia Motor di Kuningan, Puluhan Knalpot Brong Disita

Rabu, 11 Februari 2026 - 01:23

Wabup Sintang Hadiri Musrenbang Dapil 3 di SMKN 1 Sintang

Rabu, 11 Februari 2026 - 00:38

Pelantikan Pengurus PUK SP KEP PT SIS 2026–2030 Berlangsung Aman dan Kondusif

Rabu, 11 Februari 2026 - 00:16

Tim PMB UNUKASE Silaturahmi ke Kepala Inspektorat Kabupaten Kotabaru

Rabu, 11 Februari 2026 - 00:05

Kolaborasi Bakti Sosial “Revibes Presenting the Gift of Sight” Berikan Bantuan Kacamata untuk Siswa dan Tenaga Pendidik MTsN 36 Jakarta

Berita Terbaru