Bandung Kota “Swarming” Kreativitas, Farhan: Teknologi dan Seni Harus Berjalan Beriringan

- Reporter

Minggu, 11 Januari 2026 - 03:37

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, // Propamnewstv.id – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai tantangan besar kehidupan manusia saat ini adalah fenomena “swarming”, yakni perilaku komunal masyarakat yang berkumpul dan bergerak bersama karena adanya daya tarik tertentu, baik ekonomi, pendidikan, budaya, maupun aktivitas berkarya.

Hal tersebut disampaikan Farhan saat memberikan sambutan pada Pameran Lukisan Nasional bertajuk Pohon untuk Kehidupan yang digelar di The Huis Gallery, Taman Budaya Jawa Barat, Sabtu, 10 Januari 2026.

Menurut Farhan, dalam konteks “swarming” tersebut, Kota Bandung sejak awal memang dibangun sebagai pusat pergerakan manusia.

“Bandung sejak lahirnya memang dirancang sebagai kota perlintasan dan pertemuan. Kota ini tumbuh di atas jalur strategis yang menghubungkan berbagai wilayah sehingga sejak awal menjadi magnet pergerakan manusia,” ujar Farhan.

Ia menjelaskan, berdirinya Kota Bandung pada tahun 1810 tidak terlepas dari keberadaan jalan pos (postweg) yang menghubungkan Anyer hingga Panarukan. Jalur tersebut tidak sepenuhnya berada di pesisir utara, melainkan berbelok ke selatan melalui Bogor, Cianjur, hingga Bandung, sebelum kembali ke utara menuju Sumedang dan Cirebon.

Jalur historis tersebut kemudian membentuk poros utama Kota Bandung yang kini dikenal membentang dari Cibeureum, Jalan Sudirman, Asia Afrika, Ahmad Yani, hingga Ujungberung dan Cibiru. Kondisi ini pula yang menjadikan titik nol kilometer Kota Bandung berada di kawasan Jalan Asia Afrika.

Farhan juga mengulas lanskap Kota Bandung yang unik, dengan kawasan utara berupa pegunungan dari Bukit Lagadar hingga Gunung Manglayang, sementara wilayah selatan berkembang sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, dan aktivitas sosial. Rel kereta api dari Padalarang hingga Cicalengka bahkan menjadi penanda historis yang memisahkan Bandung utara dan selatan.

“Lanskap inilah yang membentuk karakter Bandung. Kota ini tumbuh di tengah pertemuan alam, sejarah, dan pergerakan manusia,” ungkapnya.

Lebih jauh, Farhan menyebut Bandung sebagai kota “swarming” bukan hanya untuk ditinggali, tetapi juga untuk berkarya. Hal tersebut dibuktikan dengan hadirnya perguruan tinggi teknologi pertama di Indonesia di Kota Bandung, yang pada saat bersamaan juga melahirkan institusi pendidikan seni rupa terbaik di Tanah Air.

Di hadapan para seniman dan pengunjung pameran, Farhan menekankan pentingnya keseimbangan antara teknologi dan seni. Menurutnya, kemajuan teknologi tanpa sentuhan seni dapat menghilangkan rasa kemanusiaan, sementara seni tanpa dukungan teknologi berisiko tertinggal oleh perkembangan zaman.

“Berteknologi tanpa berkesenian kita akan menjadi mesin tanpa perasaan. Namun berkesenian tanpa teknologi, kita bisa tertinggal jauh. Bandung mengajarkan bahwa keduanya harus berjalan beriringan,” pungkas Farhan.

(Humas Kota Bandung)

Aziz-bandung

Berita Terkait

*LAZNAS Rumah Zakat dan FDIK UIN Antasari Bahas Kolaborasi Ekosistem Digital Filantropi melalui Infak.ID*
Pemkab Sintang Naikan Status Bencana Karhutla Dari Siaga Ke Tanggap Darurat
APINDO Galang Kesatuan Pengusaha Kalsel
*Polda Kalsel Raih Penghargaan di Hari Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026*
LAHAN TRANS PAPUYUAN KECAMATAN LAMPIHONG KABUPATEN BALANGAN TERBAKAR HEBAT
KEBAKARAN RUMAH DI DESA MARAJAI RT. 01 KECAMATAN HALONG KABUPATEN BALANGAN
*APEL GELAR PASUKAN DALAM RANGKA PENANGGULANGAN KARHUTLA DI WILAYAH KABUPATEN BALANGAN*
Harapan di Atas Keterbatasan: Warga Desa Jayamekar Tak Bisa Berjalan, Tinggal di Rumah Ambruk Butuh Uluran Tangan Pemerintah

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:07

*LAZNAS Rumah Zakat dan FDIK UIN Antasari Bahas Kolaborasi Ekosistem Digital Filantropi melalui Infak.ID*

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:49

Pemkab Sintang Naikan Status Bencana Karhutla Dari Siaga Ke Tanggap Darurat

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:38

APINDO Galang Kesatuan Pengusaha Kalsel

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:11

LAHAN TRANS PAPUYUAN KECAMATAN LAMPIHONG KABUPATEN BALANGAN TERBAKAR HEBAT

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:05

KEBAKARAN RUMAH DI DESA MARAJAI RT. 01 KECAMATAN HALONG KABUPATEN BALANGAN

Kamis, 13 Agustus 2026 - 05:58

*APEL GELAR PASUKAN DALAM RANGKA PENANGGULANGAN KARHUTLA DI WILAYAH KABUPATEN BALANGAN*

Kamis, 13 Agustus 2026 - 05:50

Harapan di Atas Keterbatasan: Warga Desa Jayamekar Tak Bisa Berjalan, Tinggal di Rumah Ambruk Butuh Uluran Tangan Pemerintah

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:27

Semarak Gelar Seni Pencak Silat di Alun-Alun Mandalawangi, Jaga Warisan Budaya Perkokoh Persatuan  

Berita Terbaru

Berita

APINDO Galang Kesatuan Pengusaha Kalsel

Kamis, 13 Agu 2026 - 10:38

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x