Banjir Longsor Tapanuli Utara: Petani Durian Merugi, Kemiskinan Baru Mengancam

- Reporter

Kamis, 8 Januari 2026 - 03:26

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumatra Utara, // PropamNewstv.id – Kerusakan jembatan hingga lahan pertanian akibat banjir-longsor menyebabkan para petani durian di Desa Sibalanga, Tapanuli Utara, Sumatra Utara, merugi. Penanggulangan bencana yang keliru berpotensi menciptakan kemiskinan baru, kata pengamat.

Pinahot, lelaki berusia 33 tahun, adalah petani durian di Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara.

Dia dan petani lainnya nekat menerobos sungai sedalam dada orang dewasa lantaran terpaksa.

Sebab, jembatan menuju ladang mereka hanyut diterjang banjir bandang pada 25 November 2025 lalu.

Di sisi lain, musim durian menjadi salah-satu harapan para petani untuk dapat menyambung hidup di tengah situasi yang serba sulit pascabencana.

Bagi Pinahot, risiko ini wajib diambil demi memenuhi tanggung jawabnya selaku suami sekaligus bapak dari dua anak yang masih sekolah.

“Sebenarnya takut tapi karena menanggung keluarga, harus dipaksakan. Sekarang di sini sudah susah sekali kehidupan masyarakat gara-gara hanyut jembatan ini. Soalnya jembatan ini jalur untuk mengangkut hasil dari ladang,” ujar Pinahot usai menyeberangi sungai pada Minggu (28/12).

“Sampaikan sama [Presiden] Prabowo biar cepat jembatan kami diperbaiki, biar bisa kami beraktivitas mencari kehidupan dan mencari nafkah ke ladang kami,” ujar Pinahot.

Dengan karakteristik wilayah yang cocok, Sibalanga sudah lama tersohor sebagai desa penghasil durian asal Kabupaten Tapanuli Utara.

Ketika keadaan sulit seperti sekarang, warga memanfaatkannya untuk menopang hidup.

Sebagian hasil panen dijual, sebagian lagi disantap bersama keluarga di tenda-tenda darurat pengungsian.

Menurut petani durian lainnya, Zulkifli Hutabarat, bencana telah melumpuhkan sendi-sendi perekonomian mereka.

“Kami rugi di bidang kehidupan, dalam arti menyambung hidup. Sebanyak 80% warga kampung (berladang) ke sini, jadi untuk hasil bumi sampai sekarang terkendala. Sebulan lebih kami merasakan susahnya menggunakan tali untuk menyeberangkan hasil bumi,” ujar laki-laki berumur 30 tahun ini.

(Angga)

Berita Terkait

*LAZNAS Rumah Zakat dan FDIK UIN Antasari Bahas Kolaborasi Ekosistem Digital Filantropi melalui Infak.ID*
Pemkab Sintang Naikan Status Bencana Karhutla Dari Siaga Ke Tanggap Darurat
APINDO Galang Kesatuan Pengusaha Kalsel
*Polda Kalsel Raih Penghargaan di Hari Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026*
LAHAN TRANS PAPUYUAN KECAMATAN LAMPIHONG KABUPATEN BALANGAN TERBAKAR HEBAT
KEBAKARAN RUMAH DI DESA MARAJAI RT. 01 KECAMATAN HALONG KABUPATEN BALANGAN
*APEL GELAR PASUKAN DALAM RANGKA PENANGGULANGAN KARHUTLA DI WILAYAH KABUPATEN BALANGAN*
Harapan di Atas Keterbatasan: Warga Desa Jayamekar Tak Bisa Berjalan, Tinggal di Rumah Ambruk Butuh Uluran Tangan Pemerintah

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:07

*LAZNAS Rumah Zakat dan FDIK UIN Antasari Bahas Kolaborasi Ekosistem Digital Filantropi melalui Infak.ID*

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:49

Pemkab Sintang Naikan Status Bencana Karhutla Dari Siaga Ke Tanggap Darurat

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:38

APINDO Galang Kesatuan Pengusaha Kalsel

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:11

LAHAN TRANS PAPUYUAN KECAMATAN LAMPIHONG KABUPATEN BALANGAN TERBAKAR HEBAT

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:05

KEBAKARAN RUMAH DI DESA MARAJAI RT. 01 KECAMATAN HALONG KABUPATEN BALANGAN

Kamis, 13 Agustus 2026 - 05:58

*APEL GELAR PASUKAN DALAM RANGKA PENANGGULANGAN KARHUTLA DI WILAYAH KABUPATEN BALANGAN*

Kamis, 13 Agustus 2026 - 05:50

Harapan di Atas Keterbatasan: Warga Desa Jayamekar Tak Bisa Berjalan, Tinggal di Rumah Ambruk Butuh Uluran Tangan Pemerintah

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:27

Semarak Gelar Seni Pencak Silat di Alun-Alun Mandalawangi, Jaga Warisan Budaya Perkokoh Persatuan  

Berita Terbaru

Berita

APINDO Galang Kesatuan Pengusaha Kalsel

Kamis, 13 Agu 2026 - 10:38

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x