Kabupaten Bandung, // PropamNewstv.id – Suasana duka masih menyelimuti rumah keluarga korban pembunuhan Pikri Ardiansah yang terjadi di lingkungan RS Ebah, Kabupaten Bandung. Tangis keluarga pecah saat prosesi pemakaman almarhum, yang dihadiri kerabat, rekan kerja, serta sejumlah pejabat setempat sebagai bentuk empati dan belasungkawa.
Berdasarkan hasil konfirmasi awak media kepada keluarga korban, sikap tegas disampaikan langsung oleh pihak keluarga almarhum. Istri almarhum, Wulan Fitri Yani, menegaskan bahwa keluarga besar menolak segala bentuk upaya damai dan meminta agar proses hukum berjalan secara transparan, adil, dan tanpa intervensi, Senin, 5/1/2026
“Kami tidak ingin ada kata damai. Kami ingin hukum ditegakkan seadil-adilnya dan pelaku dihukum seberat-beratnya,” ujar Wulan Fitri Yani, istri almarhum, kepada awak media.
Orang tua almarhum, Pepen Ependi selaku ayah dan Lia selaku ibu, tampak terpukul atas kepergian putra mereka. Keduanya berharap aparat penegak hukum dapat menuntaskan perkara ini secara objektif dan memberikan keadilan bagi almarhum.
Keluarga juga membeberkan kronologis singkat kejadian berdasarkan informasi yang mereka terima. Terduga pelaku diduga telah membawa alat benda tumpul berupa kampak dari rumah, yang kemudian digunakan dalam aksi kekerasan hingga menyebabkan Pikri Ardiansah meninggal dunia.
Sementara itu, pihak kepolisian membenarkan adanya peristiwa pembunuhan tersebut. Kapolsek setempat menyampaikan bahwa terduga pelaku telah diamankan dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.
“Benar telah terjadi tindak pidana pembunuhan di lingkungan RS Ebah. Terduga pelaku sudah kami amankan dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan guna pendalaman motif serta kronologi kejadian,” ujar Kapolsek setempat.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa penanganan perkara dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku dan akan diproses secara profesional serta transparan hingga ke tahap selanjutnya.
Dalam prosesi pemakaman, tampak hadir Kepala Desa Mekar Pawitan, Tonton, perwakilan manajemen RS Ebah, Kapolsek setempat, serta rekan-rekan kerja almarhum Pikri Ardiansah. Kehadiran para pihak tersebut menjadi wujud kepedulian dan perhatian terhadap keluarga korban yang tengah berduka.
Pihak keluarga berharap aparat penegak hukum dapat bertindak objektif dan memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku.
“Kami ingin hukum benar-benar tajam ke atas dan tajam ke bawah. Tidak ada perlakuan khusus. Kami hanya menuntut keadilan,” tegas keluarga almarhum.
Kasus pembunuhan yang menewaskan Pikri Ardiansah ini kini menjadi sorotan masyarakat. Keluarga besar almarhum berharap penegakan hukum yang tegas dan transparan dapat memberikan rasa keadilan sekaligus menjadi peringatan agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.
Biro propamnewstv bandung
Sely /Aziz Naga








