Bandung,//PropamNewsTv.id-21 Maret 2026 — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiagakan sebanyak 2.266 personel kebersihan selama periode libur Idulfitri 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi kota tetap bersih di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat.
Ribuan petugas tersebut disebar di 263 titik pantau, meliputi pasar, ruas jalan utama, hingga pusat-pusat keramaian.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto, menjelaskan bahwa pengelolaan sampah saat Lebaran dilakukan dengan skema khusus. Salah satunya adalah penghentian sementara pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti pada H-1, Hari H, hingga H+1 Idulfitri.
“Warga Kota Bandung diimbau untuk menahan sampah organik selama tiga hari, yakni H-1, Hari H, dan H+1 Idulfitri, karena tidak ada pengangkutan ke TPA Sarimukti,” ujar Darto.
Meski demikian, DLH tetap melakukan pemantauan intensif di seluruh titik pantau untuk memastikan tidak terjadi penumpukan sampah yang mengganggu kenyamanan lingkungan.

Dari total 2.266 personel, sebanyak 926 petugas bertugas pada H-1, 211 petugas saat Hari H, 640 petugas pada H+1, dan 1.025 petugas pada H+2. Selain itu, ratusan armada pendukung turut disiagakan, mulai dari truk pengangkut, kendaraan operasional, hingga alat berat guna memastikan penanganan sampah berjalan optimal.
Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa peran masyarakat menjadi kunci dalam pengendalian sampah selama periode Lebaran.
“Petugas kita ribuan, tetapi tidak akan cukup tanpa peran warga. Percuma jika masyarakat tidak ikut mengurangi dan memilah sampah dari rumah,” ujarnya usai memonitor TPS di kawasan Pasar Kiaracondong.
Ia mengajak masyarakat untuk mulai memisahkan sampah organik dan non-organik sejak dari sumbernya. Sampah organik dapat diolah kembali, sementara sampah anorganik seperti plastik dapat disalurkan melalui bank sampah, dan residu diserahkan kepada petugas.
Pemkot Bandung juga melakukan pengawasan langsung di sejumlah titik rawan timbulan sampah, khususnya kawasan pasar. Penataan pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Kiaracondong turut menjadi perhatian, mengingat sebagian lapak sempat meluas hingga ke badan jalan dan berpotensi menimbulkan kemacetan.
“Selain memantau TPS, kami juga memastikan ketertiban di Pasar Kiaracondong. Pedagang yang berjualan hingga ke ruas jalan kami minta untuk menata kembali lapaknya agar tidak mengganggu arus lalu lintas,” kata Farhan.
“Pemerintah kewilayahan akan terus memonitor. Kami mendukung ekonomi kerakyatan, namun ketertiban tetap harus dijaga,” tambahnya.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Pemkot Bandung optimistis kebersihan kota selama libur Idulfitri dapat tetap terjaga.
—
Humas Kota Bandung
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung
Red l PropamNewsTv








