KUANSING RIAU//PropamNewsTv.id/-โTabir gelap menyelimuti kawasan hutan eukaliptus milik PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Desa Bukit Raya, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi.
Sebuah penemuan mengerikan berupa tulang belulang manusia yang berserakan di tengah area perusahaan telah memicu kegemparan sekaligus tanda tanya besar mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik rimbunnya tanaman industri tersebut.
โKejadian bermula pada Selasa petang, 3 Maret 2026, ketika rutinitas pembersihan gulma yang dilakukan oleh belasan pekerja mendadak berubah menjadi suasana mencekam. Saat matahari mulai meredup sekira pukul 17.00 WIB, seorang pekerja bernama Palisbet dikejutkan oleh pemandangan tulang-belulang yang tersebar tak jauh dari aliran sungai kecil.
Temuan yang menggetarkan ini segera dilaporkan secara berjenjang hingga akhirnya aparat kepolisian dari Polsek Singingi Hilir dan Satreskrim Polres Kuansing tiba di lokasi pada dini hari berikutnya untuk memulai penyelidikan intensif.
โDi balik penemuan kerangka tersebut, penyidik menemukan serangkaian kejanggalan yang menyita perhatian di Tempat Kejadian Perkara. Sekitar 300 meter dari titik tulang ditemukan, tergeletak satu unit sepeda motor Suzuki Smash tanpa plat nomor dalam kondisi yang sangat tidak wajar. Motor tersebut ditemukan dengan rantai yang tergembok rapat dan kepala busi yang telah dicabut, seolah sengaja ditinggalkan agar tidak bisa digunakan oleh orang lain.
Kehadiran papan asbuk yang identik dengan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) serta sehelai baju di sekitar lokasi semakin menguatkan dugaan adanya aktivitas ilegal yang melatari peristiwa ini.
โBerdasarkan penelusuran awal terhadap kendaraan yang ditemukan, muncul indikasi kuat bahwa identitas kerangka tersebut merujuk pada seorang warga Desa Bukit Raya berinisial T (47).
Sosok pria ini diketahui telah dilaporkan hilang sejak 18 Februari 2026 dan dikenal sebagai pendulang emas yang kerap berpindah lokasi kerja. Kendati demikian, Kapolsek Singingi Hilir, Iptu Alferdo Krisnata Kaban, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin berspekulasi terlalu dini sebelum ada bukti ilmiah yang valid.
โSaat ini, kepolisian telah memasang garis polisi di lokasi kejadian dan mengevakuasi seluruh kerangka ke RS Bhayangkara Polda Riau. Proses autopsi dan tes DNA menjadi langkah krusial yang tengah dinantikan untuk memastikan apakah kerangka tersebut benar merupakan warga yang hilang atau korban dari peristiwa lain.
Sembari menunggu hasil forensik, pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada penyidik guna mengungkap misteri kematian di area konsesi raksasa tersebut secara transparan.*
Cw/Red






