Kuansing Riau, // PropamNewstv.id –ย Tidak Terima dikatakan ritual kepala kerbau syirik oleh MUI & Netizen pada acara “Mambasue Nagori”
Hendrianto seorang jurnalis media online mencoba Pasang badan membela dan mengklarifikasi pada media online Cakaplah. com.
Hendrianto yang juga Jurnalis ini mengaku, Ia yang dididik untuk verifikasi dan sebagai anak nagori yang tumbuh dalam tradisi ini merasa terpanggil meluruskan pandangan negatif ini.
Dia juga mengutif sebuah kaidah fikih, “Al-Umuru bi Maqashidiha”, setiap perkara bergantung pada niatnya. Ungkap Hendrianto.
“Niat masyarakat kita adalah memohon perlindungan kepada Sang Khalik agar kampung halaman dijauhkan dari musibah,” katanya.
“Mari kita lihat dari sudut pandang simbolisme dan ekosistem. Dalam budaya kita, kepala adalah simbol harga diri dan ego. Menghanyutkannya ke alam adalah simbolis bahwa manusia harus menanggalkan kesombongannya di hadapan Sang Pencipta,” katanya.
๐๐ฒ๐ป๐ฎ๐ฟ๐ธ๐ฎ๐ต ๐ถ๐ป๐ถ ๐ต๐ฎ๐ป๐๐ฎ ๐ฆ๐ถ๐บ๐ฏ๐ผ๐น๐ถ๐ ๐๐ฑ๐ฎ๐ ๐ฆ๐ฎ๐ท๐ฎ?
Berikut Seorang buya yang enggan disebutkan namanya, menanggapi klarifikasi atau Pembelaan Hendrianto sang jurnalis terkait ritual kepala kerbau tersebut.
“Pandangan hendrianto sangat bertolak belakang dengan MUI dan Para Utadz Kuansing Riau yang notaben nya mereka lebih memilik Pemahaman Ilmu agama yang lebih Mumpuni “, saya yakin itu Ungkapnya.
“MUI dan para Alim Ulama cerdik pandai sudah menilai bahwa ritual “Mambasue Nagori” yang dilakukan oleh tokoh adat dan masyarakat Lubuk Ambacang Hulu kuantan tersebut mutlak mengandung unsur kesyirikan, dan saya yakin MUI dalam hal ini juga melihat ritual ini bukan hanya sebuah simbolisme adat saja. sebagaimana yang sudah di fatwakan oleh Ust.Mulkan Sarin,MA (Wakil MUI Kuansing)”, Ujarnya.
“ia juga menambahkan, Jika hendrianto memiliki wawasan yang lebih Luas dia akan melihat bahwa tradisi ini juga banyak dilakukan dibeberapa daerah di indonesia, dengan nama yang berbeda tetapi konsep nya masih tetap sama, ada yang mengatakan sedekah Laut karena mereka ritual nya dilaut dan ada juga sedekah sungai karena ritual mereka disungai”,Ungkapnya.
“Adapun tujuan mereka yang membuat acara ini tetap sama yaitu Wujud Syukur kepada Tuhan,Permohonan Keselamatan (Tolak Bala), Pengharapan Rezeki,Penghormatan terhadap Alam, Pelestarian Tradisi Leluhur dengan menumbalkan kepala sapi atau kerbau kelaut atau kesungai sebagai puncak Sakral dan pelengkap acara tersebut”.
“Terkait Fenomena ini Muktamar NU (Nahdlatul Ulama) pada tahun 1930 sudah mengharamkan sedekah bumi dan laut yang terdapat didalamnya unsur-unsur yang melanggar syariat, termasuk sesajen dengan kepala kerbau,kambing, Sapi dll”.
“MUI diberbagai daerah tersebut sudah memfatwakan Haram (tingkat daerah seperti Demak dan Sulsel) .
MUI menyoroti tradisi larung sesaji (seperti kepala kerbau) karena dua alasan:
โSyirik: Dianggap sebagai perbuatan menyekutukan Allah Subhana Wata’ala karena meyakini ada campur tangan selain Allah.
โPencemaran dan Mubadzir : Membuang sesajen ke laut yang mengakibatkan pencemaran lingkungan dan Mubadzir karena membuang Makanan yang masih bisa dimakan.
“Jadi tidak benar kalau ritual tersebut hanya disebut sebagai simbolis saja, karena ini bukan hal baru dilakukan di pelosok negeri Indonesia. atau bisa jadi hendrianto belum memahami hakikat dan tujuan ritual tersebut dilakukan. ini bantahan khusus terkait “Simbolis Adat Yang disebut oleh Hendrianto”,Ungkapnya.
๐๐ฝ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ต ๐๐๐ฑ๐ฎ๐ต ๐ฏ๐ฒ๐ป๐ฎ๐ฟ ๐๐ฎ๐ฟ๐ฎ ๐๐ฒ๐ป๐ฑ๐ฟ๐ถ๐ฎ๐ป๐๐ผ ๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐บ ๐บ๐ฒ๐บ๐ฎ๐ต๐ฎ๐บ๐ถ ๐ธ๐ฎ๐ถ๐ฑ๐ฎ๐ต “๐๐น-๐จ๐บ๐๐ฟ๐ ๐ฏ๐ถ ๐ ๐ฎ๐พ๐ฎ๐๐ต๐ถ๐ฑ๐ถ๐ต๐ฎ”?
“Beliau melanjutkan, Apakah cukup dalam suatu amalan itu hanya bermodal dan bergantung niat baik saja? tentu jawaban nya “Tidak”.
Sebagaimana perkataan Ibnu Masโuud radhiallahu โanhu:
โBetapa banyak orang yang menginginkan kebaikan akan tetapi tidak meraihnyaโ
“Jadi Niat baik Saja, tidak cukup!!!
Niat baik harus di iringi dengan praktek amalan yang benar, kalau Niatnya sedekah tetapi sedekahnya ke sungai dan kelaut, Ya gak nyambung, Bahkan niat baik malah Jadi dosa syirik”. Atau contoh lain misalnya Maling Kotak Amal tapi niatnya membantu Fakir miskin, Lalu karena niatnya baik apakah lantas perbuatan salah nya menjadi Boleh? kan enggak”, Ujar beliau sambil tertawa dan menyeruput kopinya.
๐ก๐ฎ๐๐ฒ๐ต๐ฎ๐ ๐ฏ๐ฒ๐น๐ถ๐ฎ๐ ๐๐ป๐๐๐ธ ๐๐ฒ๐ป๐ฑ๐ฟ๐ถ๐ฎ๐ป๐๐ผ (๐๐๐ฟ๐ป๐ฎ๐น๐ถ๐) ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐๐ถ๐ฎ๐ฝ๐ฎ๐ฝ๐๐ป ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐บ๐ฒ๐บ๐ฏ๐ฎ๐ฐ๐ฎ ๐ฎ๐ฟ๐๐ถ๐ธ๐ฒ๐น ๐ถ๐ป๐ถ
“Wahai ananda Serahkan setiap urusan itu pada ahlinya, ini adalah prinsip penting dalam Islam dan kehidupan umum untuk memastikan keberhasilan dan mencegah kehancuran, didasarkan pada hadits riwayat Bukhari (No. 6015) yang menekankan bahaya menyerahkan urusan kepada yang tidak kompeten.
Prinsip ini menuntut amanah diletakkan pada orang yang tepat, baik dalam pekerjaan, kepemimpinan, maupun agama, agar tidak terjadi kekacauan. Jadi ambil Posisi masing-masing, Jangan masuk ke ranah yang bukan ranah kita. Jika sesuatu dipegang oleh yang bukan ahlinya, maka ia akan banyak merusak dari pada memperbaiki” Tutup Beliau Kepada PropamNews.(Selasa 17/02/2026) Pukul 23:00 Wib di alun-alun kota Jalur.
๐๐ข๐ต๐ข๐ต๐ข๐ฏ: ๐๐ฆ๐ณ๐ช๐ต๐ข/๐๐ณ๐ต๐ช๐ฌ๐ฆ๐ญ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฅ๐ช๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ช๐ฎ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ข๐ช๐ต ๐ฌ๐ญ๐ข๐ณ๐ช๐ง๐ช๐ฌ๐ข๐ด๐ช ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฉ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ณ๐ช๐ข๐ฏ๐ต๐ฐ ๐ต๐ข๐ฏ๐ฑ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ช๐ฉ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข๐ฑ๐ถ๐ฏ, ๐๐ช๐ฌ๐ข ๐ข๐ฅ๐ข ๐๐ฆ๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐๐ฆ๐ฏ๐ถ๐ญ๐ช๐ด๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช ๐ด๐ช๐ข๐ฑ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฎ๐ข ๐ฎ๐ข๐ด๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ด๐ช๐ข๐ฑ๐ข๐ฑ๐ถ๐ฏ, ๐๐ฆ๐ฏ๐ต๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ค๐ข๐ณ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ.
_______
Cra
_____








