KUANSING,RIAU//PropamNewsTv.idโ Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, dilaporkan masih menjamur meski operasi penertiban berulang kali dilakukan.
Muncul dugaan kuat adanya praktik sistematis berupa setoran uang keamanan sebesar Rp1.500.000 per rakit dompeng kepada oknum Aparat Penegak Hukum (APH), yang membuat upaya pemberantasan selama ini dinilai publik hanya sekadar seremonial.
โ
โMaraknya kembali aktivitas PETI di wilayah Kuansing memicu sorotan tajam terhadap kinerja Kapolda Riau dan Kapolres Kuansing yang dianggap gagal dalam memberantas penambangan ilegal.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan adanya sinergi negatif antara pelaku tambang dengan oknum aparat melalui sistem “setoran keamanan”. Hal ini menyebabkan setiap rencana razia bocor lebih awal, sehingga pelaku selalu berhasil meloloskan diri beserta alat bukti mesin dompeng mereka sebelum petugas tiba di lokasi.
โBerdasarkan data yang dihimpun, kerusakan lingkungan di Kuansing kini berada pada titik yang mengkhawatirkan akibat penggunaan alat berat dan rakit dompeng di sepanjang aliran sungai. Salah seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa praktik ini sudah menjadi “permainan” para mafia yang diduga dibekingi oleh oknum berseragam.
โ”Kami melihat razia itu seperti seremoni saja untuk mengelabui publik agar terlihat bekerja. Kenyataannya, para penambang itu tenang-tenang saja karena diduga ada setoran Rp1,5 juta per rakit. Kalau mau razia, mereka sudah dapat info duluan dan sembunyi,” ujar sumber tersebut saat dikonfirmasi, Sabtu (14/3).
โDi sisi lain, pihak Kepolisian Resor Kuansing membantah adanya keterlibatan oknum dalam melindungi aktivitas ilegal tersebut. Saat dikonfirmasi mengenai dugaan setoran dan kebocoran informasi razia, pihak berwenang menyatakan tetap berkomitmen melakukan penegakan hukum.
โ”Kami terus melakukan upaya penertiban di lapangan secara rutin. Kendala di lapangan memang luasnya medan dan akses informasi yang cepat sampai ke pelaku. Terkait dugaan keterlibatan oknum, jika ditemukan bukti kuat, tentu akan ada tindakan tegas sesuai prosedur internal Polri,” ungkap perwakilan Humas Polres dalam keterangan resminya.
โ
โKondisi alam yang hancur lebur akibat aktivitas PETI ini memicu desakan luas dari masyarakat agar Presiden Republik Indonesia segera turun tangan. Publik meminta adanya evaluasi total terhadap jajaran pimpinan kepolisian di wilayah Riau serta tindakan tegas berupa pemecatan bagi oknum APH yang terbukti menjadi bagian dari skandal mafia tambang ini.
โHingga berita ini diturunkan, aktivitas dompeng di beberapa titik di Kuansing dilaporkan masih beroperasi, sementara masyarakat menunggu langkah nyata yang lebih dari sekadar pemusnahan rakit yang ditinggalkan pemiliknya.***
cd/Red








