Iran, // PropamNewstv.id – Seorang wasit dan seorang mahasiswa termasuk di antara ratusan orang yang dilaporkan tewas dalam protes anti-pemerintah di Iran.
Amir Mohammad Koohkan, 26 tahun, terkena peluru tajam pada 3 Januari saat aksi protes di Kota Neyriz, ujar temannya kepada BBC Persia.
“Semua orang mengenalnya karena kebaikannya,” kata dia, seraya menambahkan bahwa keluarganya berduka dan “marah karena dia dibunuh oleh rezim”.
Lima hari kemudian, mahasiswa bernama Rubina Aminian, 23 tahun, ditembak dari belakang dalam aksi protes di Teheran, ungkap kelompok hak asasi manusia.
“Dia memperjuangkan berbagai hal yang dia yakini itu benar,” kata pamannya kepada CNN. (Red)








