TRENGGALEK –//propamnewstv.id+Pemerintah Kabupaten Trenggalek mulai memetakan keberadaan warganya yang berada di kawasan Timur Tengah. Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya tensi geopolitik di wilayah tersebut yang berpotensi berdampak pada keamanan maupun mobilitas perjalanan internasional.
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, meminta jajaran pemerintah daerah segera mendata warga asal Trenggalek yang saat ini berada di negara-negara Timur Tengah. Pendataan ini mencakup warga yang bekerja, menempuh pendidikan, maupun menjalankan ibadah di kawasan tersebut.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar pemerintah daerah memiliki data awal jika sewaktu-waktu diperlukan koordinasi cepat dengan pemerintah pusat maupun perwakilan Indonesia di luar negeri.
Mas Ipin menyebut, meskipun kota suci seperti Mekkah dan Madinah relatif aman untuk aktivitas ibadah, situasi konflik regional tetap bisa berdampak pada jalur transportasi, khususnya penerbangan internasional.
“Saya sendiri kemarin mengalami penerbangan yang kena cancel dan refund karena kondisi keamanan. Jadi meski ibadah aman, transportasi bisa saja terganggu,” ungkapnya.
Pemkab juga mencatat sementara keberadaan warga Trenggalek di sejumlah negara, mulai dari Dubai, Oman, hingga wilayah yang masuk kategori sensitif seperti Iran dan Israel.
“Kita harus memastikan apakah mereka di sana untuk bekerja, kuliah, atau ibadah, termasuk kemungkinan ada mahasiswa kita di Iran,” tambahnya.
Red





